True Love

True Love
Pendamping


__ADS_3

Waktu terus berjalan, hingga tak terasa sudah menjelang subuh. Rasya tertidur di sofa setelah selesai mengompres lengan Tania dan juga mengelap wajahnya. Ia merasa sangat bersalah dan untuk tidur di sampingnya saja merasa tidak pantas.


Biasanya bangun selalu menyusahkan istrinya, namun kali ini tidak. Tania sedang tidak sehat dan itu semua karena ulahnya yang begitu posesif dengan istrinya.


"Maafkan aku istriku, sudah membuatmu terluka" Ucapnya lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam sana ia mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Tak peduli jika badannya menggigil. Setiap ia memejamkan matanya pasti akan selalu teringat hal yang membuat hatinya begitu sakit. Baru kali ini dia membuat wanita menangis.


Sungguh perasaan bersalah ini malah semakin berat dan besar susah untuk dilupakan. Ia berlama-lama di bawah guyuran shower, mendinginkan kepalanya dan pikiran agar segera jernih.


Hingga satu jam lebih ia berada di dalam, sampai-sampai Tania pun terbangun sebab suara gemericik air yang terus saja mengalir.


"Ada apa sebenarnya di dalam kamar mandi, apakah airnya bocor?" Gumamnya sambil mengusap wajahnya.


Lalu pandangannya mengedar dan ia tidak melihat Rasya baik di samping maupun di sofa, kosong semuanya. Barulah ia menyimpulkan jika suara gemericik air adalah ulah Rasya yang menyalakan shower. Akan tetapi, mengapa lama sekali sudah sedari tadi


suara itu terdengar.


"Apakah pria itu tidak merasa kedinginan, jika ku hitung maka dia sudah lama sekali berada di dalam. Apa perlu aku mengeceknya agar tidak penasaran lagi?" Tanya pada diri sendiri.


Kemudian dia pun segera berjalan menuju pintu, mengetuknya supaya Rasya membuka pintu. Tapi semua sia-sia, Rasya tidak segera membukakan pintunya, menjawab saja tidak dan munculah firasat buruk. Tania pikir Rasya sedang berada dalam bahaya dan ia harus menolongnya.


"Rasya ku mohon, buka pintunya aku tau kau pasti mendengar ku, please open the door!" Ucapnya sambil menggedor-gedor pintu pelan.


Masih sama, tidak ada jawaban. Lalu Tania pun mencari kunci serep dan segera membuka pintunya. Saat sudah terbuka, ternyata Rasya tengah terduduk di bawah guyuran air dengan hanya memakai celana pendek.


"Rasya....!" Teriaknya sambil berlari menghampiri suaminya.


"Apa yang kau lakukan disini, hah. Kau bisa sakit jika terus berlama-lamaan di bawah guyuran air yang begitu dingin" Ucapnya yang ikutan kena basah sebab air itu.


"Tinggalkan aku sendiri, aku sudah melanggar janji pada ayah dan papa. Kau pergilah Tania, biarkan aku sendirian" Jawabnya dengan tatapan kosong.

__ADS_1


"Tidak! Aku tidak akan meninggalkan dirimu sendirian disini" Sahutnya dengan menggelengkan kepalanya.


"Aku sudah kejam padamu, Nia. Membuatmu menangis dan juga membuat lenganmu terluka" Jawab Rasya sambil menatap wajah istrinya.


"Itu bukan sepenuhnya kau yang salah. Aku juga salah dalam hal itu" Sahutnya lalu mengusap wajah Rasya yang basah sebab guyuran air.


"Aku yang salah, sudah terlalu posesif terhadapmu. Sudah tidak percaya dengan perkataan istriku sendiri, haha suami macam apa aku ini?" Ucapnya sambil tertawa hambar.


"Kau ini bicara apa, Rasya?"


"Realita...!"


Tania pun tak habis pikir, lalu ia memeluk tubuh suaminya yang basah tak peduli dengan guyuran itu. Dia segara mematikan kran shower.


"Jangan lakukan hal ini lagi, Rasya!" Pintanya di sela pelukan itu.


"Aku mencintaimu, Tania" Jawabnya dan membuat jantung wanita itu terasa berhenti.


"Aku mencintaimu, dan aku tidak ingin kehilanganmu untuk selamanya. Jadi itulah alasanku bertindak kasar dan menuduh mu yang tidak-tidak. Sebab aku takut jika kau benar-benar selingkuh di belakangku. Aku tidak sanggup jika itu sampai terjadi. Apa kau mengerti?"


Tania masih bisu tak menjawab, dia hanya menatap wajah Rasya. Masih mencerna kata-katanya dan apakah ini bukan mimpi baginya?


"Apa kau mencintaiku, Tania?" Tanyanya lagi dan membuat istrinya diam. Entah apa yang sedang dipikirkannya.


Lalu Rasya pun tersenyum kecut, ia segera bangkit dari duduknya dan pergi mengambil handuk.


"Sudah ku duga, kau tidak pernah mencintaiku walau seujung kuku. Aku saja yang terlalu berharap. Dasar pria lemah!" Rasya merasa bodoh, sudah berharap pada wanita yang berstatus sebagai istrinya namun tidak pernah ia perlakuan layak, membuatnya lelah bekerja, dan juga selalu memanggilnya istri bodoh dan lain-lain yang pastinya membuat hati Tania terasa sakit.


Dan kini dia bilang jika dirinya mencintai Tania, apakah tidak salah. Pantas saja Tania bungkam tak mau menjawab, sebab dia ingat akan masa lalu bersama Rasya satu bulan lamanya.


"Kau boleh pergi dan cari pendamping lain Tania!" Ujarnya dan sukses membuat Tania tersadar akan lamunannya. Ia mendongak menatap punggung suaminya yang berdiri membelakanginya. Segera bangkit dan menarik tangan suaminya.

__ADS_1


"Apa maksudmu berkata seperti itu, Rasya? Bukankah baru saja kau bilang kau mencintaiku, lalu mengapa sekarang kau memintaku mencari pendamping lain. Apa kau waras?"


"Aku sangat waras dan sampai keblabasan menjadi gila karena mu. Mencintai pihak yang pernah aku cerca. Percuma saja kita lanjutkan pernikahan ini. Tidak ada cinta yang mengisi hanya perdebatan saja yang selalu menyelingi. Apa kau tidak ingin bahagia?"


Plak


Satu tamparan keras sukses mengenai wajah suaminya itu. Tamparan begitu keras sehingga meninggalkan bekas di pipi pria itu.


"Apa kau sudah benar-benar gila! Kau berkata seperti itu sama halnya kau menjual ku kepada orang lain. Memang aku belum mencintaimu, akan tetapi tidak juga harus mencari pria lain untuk menjadi suamiku selanjutnya, cukup kau yang menjadi pendamping hidupku aku tidak mau yang lain.


Pernahkah kau berfikir, jika kita membuang barang yang lama dan menggantinya dengan yang baru kenangannya akan sama? Tentu saja tidak, bukan. Begitu juga denganku, meski kau sangat galak dan dingin terhadapku, bukan berati aku membencimu"


"Lalu..., apakah kau akan tetap menjadi istriku?"


"Ya. Tentu saja, aku akan selalu menjadi istrimu"


Tanpa banyak bicara Rasya pun langsung memeluk tubuh istrinya. Dia masih setia menjadi istri dan akan selamanya begitu. "Akan ku buat kau jatuh cinta padaku, Tania" Gumamnya sambil memejamkan matanya.


Istrinya pun membalas pelukan dari suaminya. Ia juga merasa bersyukur mempunyai suami yang punya cara unik untuk mencintai seseorang.


Sikap dingin dan cuek seseorang, bukan berati dia jelek dan jahat. Bisa jadi itu adalah memang jati dirinya dan cara mencintai orang lain.


Bersambung


.


.


.


Hargai karya ku dengan vote like dan komentar serta follow me ya. Thanks for reading my story Ketulusan Dan Kesetiaan, lope lope dah buat kamu.

__ADS_1


__ADS_2