True Love

True Love
Luka


__ADS_3

Happy reading 🤗


Seiring berjalannya waktu, semua terasa sangat cepat berlalu, hingga tak terasa sudah setengah bulan dilewati, hubungan Elia dan Zafier pun semakin erat tapi tidak dengan hubungan Tania dan Rasya. Masih dingin dan beku, sama-sama diam dan tidak ada yang bisa mencairkan kecanggungan diantara keduanya.


"Hei, anak ayah kenapa melamun saja, hem?" Tanya tuan Eki pada putri sulungnya.


"Besok aku akan menikah, yah. Tapi aku rindu dengan sosok ibu. Apakah dia akan datang di acara pernikahan ku, nanti?"


"Akan ayah usahakan dan akan memanggil ibumu untuk menyaksikan acara ijab qobul. Semoga dia datang dan merestui hubungan kalian"


"Terimakasih ayah, aku banyak berharap padamu agar bisa membujuk ibu"


"Hei, jangan berharap pada sesama manusia nak, kau dan aku sama-sama manusia dan sudah sepantasnya kita banyak berharap kepada yang maha kuasa, yaitu Allah SWT Tuhan semesta alam"

__ADS_1


"Astaghfirullah, Elia lupa ayah. Maafkan aku ya Tuhan sudah bergantung pada manusia"


"Bagus, nah setelah ini ayah tidak ingin melihat kamu melamun lagi. Mana senyuman anak ayah yang cantik ini"


Elia pun langsung tersenyum manis pada ayahnya dan membuat lega sang ayah. Namun tak bisa dipungkiri hati Elia tetap sedih, dari kecil dia tidak puas mendapatkan kasih sayang dari sang ibu diusia 5 tahun sang ibu dan ayah cerai dan saat itu Tania masih berumur 3 tahun, Tania di urus oleh nenek mereka sebab sering terjadi cekcok mulut antara ayah dan ibu mereka. Jadi sang nenek membawa Elia dan Tania pergi jauh dari mereka, takut akan hal yang tidak diinginkan nantinya terjadi. Karena lelah selalu cekcok jadi mereka memutuskan untuk bercerai dan hak asuh anak jatuh pada tuan Eki sedangkan mantan istrinya entah pergi kemana sampai sekarang tidak tahu kabarnya. Maka dari itu, Tania selalu dimanja dan diperhatikan sebab ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu. Tidak hanya Tania saja, tapi Elia pun begitu sama-sama disayangi. Tuan Eki menjadi ayah sekaligus ibu bagi mereka berdua. Tidak ingin menikah lagi dan hanya fokus pada anak-anaknya saja.


"Ya Allah, semoga nanti ibu datang di acara pernikahan ku nanti, ku mohon pada-Mu ya Allah" Doa Elia sambil menengadah kedua tangannya keatas meminta pada Allah agar dikabulkan semua hajatnya.


Saat sedang asyik berjalan di trotoar sambil memainkan ponsel, tiba-tiba dari belakang ada orang berboncengan sepeda motor mendekati Tania dan menarik paksa tas yang ia bawa. Sontak membuat Tania kaget dan sebisa mungkin dia memberontak agar tasnya tidak diambil oleh jambret bermotor itu.


"Lepasin tas gue, lepasin....!" Teriak Tania sambil memberontak dan berlari mengikuti motor itu berjalan.


Tapi bukannya dilepas malah sengaja motor itu dikendarai dengan kecepatan tinggi dan membuat tubuh Tania terjatuh ke badan jalan dan terseret hingga jauh, ia pun menyerah dan melepas tas itu dan para jambret bermotor itu pun pergi menjauh. Sisalah di badan jalan Tania seorang diri, sebab jalanan itu begitu sepi tanpa pengendara lewat. Tubuh Tania terluka parah, dan yang paling parah adalah lengan kirinya dan juga kakinya, semua memerah dan lecet serta darah pun banyak mengalir.

__ADS_1


"Ya Allah, sakit sekali ini....." Rintih Tania sambil berjalan terseok-seok menuju trotoar jalan dan duduk disana.


Untung saja ponselnya aman dalam genggaman tidak ikut dijambret. Akhirnya pun Tania menelpon pihak rumah untuk menjemput dirinya. Sialnya tidak ada yang dapat di hubungi oleh Tania, semua nomor yang ia telpon selalu sibuk.


"Ah sial, bagaimana ini. Tidak ada yang bisa dihubungi" Umpat Tania kesal sambil mencebikkan bibirnya, sambil meniup luka yang ada di lengannya.


Bersambung


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2