
🌸🌸
4 hari pasca kedatangan Abrisam ..
kali ini giliran Pak kyai dan Hanan berserta rombongan kecil nya bertandang kekediaman Lisa , adapun maksud dan tujuan pak kyai hari ini ingin membicarakan perihal pernikahan Hanan dan Ameena yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini .
Lisa dan Leon menanyakan alasan pak kyai yang terkesan terburu-buru...
Menurut pak kyai -suatu niatan baik harus disegerakan agar tak menimbulkan fitnah atau dosa yang tak sengaja , semakin cepat semakin baik , tak usah bermegah asal kan mendapat berkah ! Tutur kata pak kyai.
Dibalik pintu kamar , Ameena terdiam seraya mendengar apa yang dikatakan oleh pak kyai tentang rencana pernikahan nya , tanpa ikut duduk diruang tamu . Bagi Ameena cukup lah Ibu dan sang kakak yang mewakili diri nya .
Setelah mendengar alasan dari sang kyai , Lisa menyampaikan akan keinginan Ameena , bahwa sang putri ingin berziarah kemakam sang umma , dan sekaligus bersilahturahmi ke panti . Hal itu didengar oleh Hanan ,pria bermata teduh itu mengarah kan tatapan tanya pada sang abi , lalu pak kyai pun mengiyakan dengan catatan mengajak sang adik Hanifa dalam perjalanan itu.
*
*
*
02.13 menit ...
Didalam kamar sederhana...
Satu senyuman dalam kerelaan..
"Setidak nya satu janji telah kembali , tanpa kusadari aku dan dia telah dipertemukan oleh sang ilahi !" Suara batin seorang hamba pada akhir tahajut nya..
Setelah puas akan bermunajah dalam akar kata kepada sang maha KUASA . Ameena melanjutkan dengan memurojaah al-qur'an beserta artinya , hingga suara adzan subuh terdengar di indra pendengaran .
*
*
*
Langit masih gelap namun niat dalam hati tetap taat .. seorang ibu dengan lembut membangunkan putri kecil nya untuk mendirikan sholat subuh nya . Setelah 5 menit berlalu...
"Bawa nya bukan seperti itu shaleha bunda ... !" Suara lembut Ameena kepada Zakia , seusai sholat subuh.
Dengan mengarahkan pengelihatan gelap nya pada suara Ameena ...
"Kia sà lah ya bunda !" Saat tangan mungil bocah lucu itu mengambil dan membawa Al-qur'an braille tersebut dari rak buku .
"Bukan salah shalehaaa , tapi kurang benar saja kok !" Suara lembut dan keibuan dari Ameena.
"Sini duduk sama bunda !" Ucap Ameena dengan menarik pelan tubuh Zakia kearah pangkuan nya..
"Adab membawa Al-qur'an : Gunakan tangan kanan saat mengambil Al-qur'an lalu letakkan Al-qur'an pada dada atau atas pusar !" Tangan Ameena terlihat mengarahkan telapak tangan mungil Zakia untuk mempraktekan nya dengan sabar.
"Seperti ini bunda ?!" Pungkas bocah kecil dengan senyuman .
Ameena mangangguk walau bocah lucu itu tak dapat melihat nya ...
*
*
Selang menit berlalu diwaktu subuh..
Dering ponsel ..milik Ameena..bertabu..
"Assalamulaikum ya Ameena !? ... Mas akan menjemput mu siang ini !" Satu pesan yang masuk melalui aplikasi Whats Up dari seorang Hanan.
Ini adalah pesan pertama yang dikirim oleh Hanan kepada Ameena , Walau Ameena dan Hanan saling save no ponsel , tapi keduanya tak saling menghubungi , hanya sekali Ameena menghubungi Hanan , saat meninggal nya Tari - itu pun melalui perawat rumah sakit .
"Wa'alaikum salam .. baik mas !" Satu balasan singkat dari Ameena.
Ameena meletak kan benda pipi diatas meja , lalu mata indah itu melihat pantulan dirinya pada cermin ..
Kini Ameena termanggu dalam tatapan yang begitu lugu , menyisir keraguan didalam qolbu..
"Tak semua yang kita inginkan harus menjadi kenyataan. Karena itu ada kata SABAR.
"Tak semua yang kita cintai harus kita miliki, maka dari itu ada kata IKHLAS..
Sebuah ungkapan hati yang begitu lirih dari Ameena.
*
*
Disaat perasaan Ameena beradu , mendadak gadis itu teringat pada Alex ...
Duduk disebuah kursi sederhana dengan tangan memegang ponsel , jari lentik mulai mengetik , menyusun kata pada sebuah benda....
Ameena terlihat tengah mengirim sebuah pesan kepada Alex , tak lama ponsel Ameena kembali menyala !? sebuah balasan dari Alex tentang izin yang Ameena ajukan pagi ini .
__ADS_1
*
*
*
*
Dìrumah mewah nan megah terlihat seorang wanita paruh baya dan seorang tua tengah melakukan makan pagi nya..
"Sam... !" Suara tua terdengar memanggil , langkah tinggi pria matang perlahan menghampiri sang tua dimeja makan .
Sebuah senyuman sinis dari bibir wanita mengarah pada Abrisam.
"Temui anak angkat mu ! Buat dia menyetujui perjodohan ini ! Kalau dia membantah aku akan membuat nya kehilangan perusahaan , yang menurut ku prospek nya lumayan bagus " ucap jujur seorang pebisnis
"Tapi akan lebih cepat perkembangan nya pabila perusahaan dari keluarga Armand bergabung !"Suara seorang Jaha menimpali
" Dan dapat dipastikan bukan hanya perusahaan Tomy yang akan maju pesat ! Kita juga akan mendapatkan imbas keuntungan dari semua itu ... Hahahahha!" suara tawa yang terdengar dari kedua manusia yang tak pernah puas . -puas akan harta -puas akan kenikmatan naudzubillahimindzalik.. batin outhor..
Dengan tatapan membenci Sam membalikkan tubuh nya ..
"Aku tak ada waktu Paa ! Silahkan katakan sendiri kepada anak itu !? "Jawab Sam dengan menaiki anak tangga menuju kamar ..
Mata Jaha menatap cepat kepada Sam , dengan meminum air dalam gelas Jaha terlihat menyudahi makan pagi nya ..
"Mau kemana Jaha.. ?" Wanita itu membalikkan tubuh nya yang masih terlihat terawat meski usia nya tak mudah lagi.
"Ada yang mau Jaha bicara kan pada Sam Pa... !" Jawab Jaha dengan sedikit melangkah lebar mengahmpiri Sam .
*
*
Sesampai nya dikamar , Abrisam melepas pakaian atas nya , dan membuang nya kesembarang tempat . Tanpa tau malu Jaha masuk tanpa permisi kedalam kamar pria matang itu , yang kini telah bertelanjang dada.
Walhasil mata seorang Jaha yang melihat otot kekar pada bagian punggung yang begitu terlihat sexy dari arah belakang membuat jiwa kenikmatan wanita itu bergejolak lepas ..
Satu telunjuk terlihat melingkar -lingkar indah pada permukaan punggung berotot Abrisam , mata tajam pria matang terlihat melirik kearah belakang . Dengan penuh hasrat Jaha memeluk mesrah tubuh Abrisam disertai cumbuan yang sensual pada bagian punggung tersebut.
Dengan kasar tangan besar Sam menarik lengan Jaha yang telah melingkar pada pinggang pria itu.
"Jangan señtuh aku ! Karena aku tak pernah berhasrat dengan wanita semacam dirimu !" Ucapan Sam yang sombong begitu menusuk telinga Jaha ..
"Keluar ! Tempat mu bukan disini ! " sergah Sam dengan membuka lèbar pintu kamar nya .
"CKK.. kamu yakin ingin mengusir ku Sam.. !?" Suara Jaha dengan menaikan satu alis nya disertai senyuman menyeringai .
Abrisam mengerutkan dahi nya yang melihat Jaha malah menjatuh kan tubuh diatas ranjang Sam .
" Haaaah.. aku yakin jika kamu tidak akan menyangka apa yang akan aku lakukan jika kamu tak menurut i apa mau ku !?" Bibir Jaha tersenyum sinis .
Langkah lebar menuju Jaha..
" Apa mau mu !" Tangan Sam mencengkram lengan Jaha yang kini berdiri dihadapan nya.
"AHH.. ! "Suara Jaha yang terdengar dibuat-buat . Kini mata wanita itu mengarah pada Sam..
" Semakin kuat cengkraman mu -semakin aku bisa merasakan betapa kuat nya diri mu jika bertempur dengan ku diatas sana .. " arah mata Sam mengikuti tatapan mata Jaha.
"Kamu sudah tak waras Jaha.. ! Aku sungguh kasihan dengan mu !?" Suara Sam disertai tatapan tak baik.
"Aku tidak butuh kasihan mu , yang ada kamu lah yang akan membutuh kan rasa belas kasihanku suatu hari nanti !" Bibir Jaha terdengar berbisik ditelinga Sam .
Setelah puas menyampaikan pesan namun tak meninggal kan kesan .. Jaha berlalu..
Sam mèlirik kepergian wanita yang sesuai dengan nama nya Jaha-T !!.
*
*
*
Dirumah bercat putih..
Suatu pemandangan yang sangat amat terbalik dari keadaan keluarga kaya tadi ..
Diwaktu siang , Satu jam setelah kedatangan Hanan dan Hanifa ..
"Apa semua sudah masuk mas ?" Tanya Hanifa pada Hanan.
"In syaa Allah sudah Faa ..!" Jawab Hanan dengan memastikan kembali.
Nampak seorang ibu mengantar putri dan cucu angkat nya kedepan teras.
"Meena berangkat buu' !" Dengan mencium punggung tangan Lisa .
__ADS_1
"Salim sama om Leon..sayang !?" Ucap Ameena mengarahkan tangan bocah kecil itu pada Leon.
"Meena berangkat dulu kak !" Ucap Ameena dengan menakup kan kedua tangan nya.
"HMM... Hati - hati , sesampainya disana kabari aku atau mama ?!" Sahut Leon.
"In syaa Allah.. ! Assalamulaikum .. !" Ucap Ameena dan Hanan, Mobil pun berlalu..
Panas nya siang berganti dinginnya malam...
Gemericìk air mengalir pada suatu tadah , satu hingga tiga kali usapan à ir pada wajah . Berakhir hingga kedua kaki yang kini telah basah.
Kedua telapak tangan terlihat menengadah , seraya mengucap lafadz pada doa.
*
*
Sebuah bentangan sajadah yang dilakukan pendosa .. tatkala mengingat seberapa tebal khilaf yang ingin ia ubah dalam taubat. Seakan ia tak berputus asa memohon ampun atas segala dosa.
Dalam khusyuk nya doa seorang pendosa , suara seorang Jaha datang dengan sebuah usaha dengan tatapan terarah pada pria muda -Tomy.
"CKK.. Sepertinya gadis itu berhasil merubah dua pria dalam satu tepukan !" Suara Jaha kearah pria muda.
Tomy terdiam akan ucapan Jaha..
" Apa mau anda? Tidak kah anda lihat saya sedang beribadah !" Suara Tomy terdengar dingin tanpa mengarah kan mata pada Jaha.
Jaha tersenyum sinis atas ucapan Tomy , tanpa ada rasa malu akan ucapan dari Tomy .. Jaha mulai mencoba menghasut pikiran pria itu ...
Setelah mendengar akan cerita hasutan Jaha , Tomy tersenyum menyeringai ..
"CKK ..andai aku mengerti , aku pun tak peduli ! " sahut Tomy
Jaha yang merasa usaha nya menghasut pria dewasa itu gagal ,
Pengelihatan Tomy mengikuti langkah wanita mursal dengan tatapan sesal , sesal kenapa ia harus diangkat anak dengan wanita semacam dia .
*
*
Malam makin gelap banyak mata yang mulai terlelap .. namun seorang Tomy terjaga memikir kan raga yang kini tak bisa ia jaga.
Selang kepergian Jaha ..
Terlihat langkah tegap memasuki rumah Tomy. . Mata tajam nya menyisir tempat tinggal yang nampak sepi . Setelah cukup terdiam dalam tegap nya , kini langkah itu kembali menapak dan berhenti ,
Bibir meringis tanda ia tersenyum manis , dengan apa yang terlukis ...
"Malam Tom !" Sebuah sapaan seorang papa . Tomy melirik datar pada pemilik suara ..
"Malam Paa ?" Sahut Tomy dengan berdiri dan terlihat berjalan menghampiri.
"Papa dari mana ?" Tanya Tomy dengan duduk yang tak jauh dari tempat duduk Sam.
"Dari suatu tempat !" Jawab Sam dengan duduk bersandar .
Tomy terkekeh akan apa yang di ungkap kan Sam.
"Tempat yang mana?" Sebuah kalimat tanya yang memiliki maksud.
Sam mengarahkan tatapan pada Tomy..
"Tempat wanita mana yang papa maksud ! Wanita yang telah merusak masa depan ku , wanita yang pernah membantu ku mengenal rasa nikmat itu atau kah ?!" Sebuah tatapan sinis ter tuju pada pria matang itu... " Ataukah gadis muda yang berpenampilan tertutup yang beberapa hari ini papa datangi ?!" Sam mengarahkan tatapan elang nya pada Tomy dan berdiri.
"Saran ku tetap lah tenang sampai masa itu datang ! " Sahut Sam dan ingin meninggal kan Tomy.
"Oya !! Apa kamu akan memilih cinta mu Tom ? Atau kah bayang -bayang kesengasaraan kemiskinan dapat membuat mu berubah pikiran ?? Dan memilih kenyamanan
"Hahaha... papa itu lucu ? Memberi pertanyaan pada ku ! Yang mungkin papa sendiri tak mampu menjawab nya? ..
Sam menaikkan satu alis nya akan suara tawa Tomy ..
"Aku tidak tahu apakah betul seorang Abrisam terhormat tidak mengetahui atau kah pura -pura tak tahu !? Bahwa gadis yang aku pilih dan layak aku perjuangkan adalah gadis yang saat ini juga papa dekati ???!" Suara Tomy mulai terdengar dingin disertai luapan emosi yang tak terkendali .
"Maksud mu , AMEENA??" Sambung Sam dengan tersentak.
Tomy menjawab ucapan Sam hanya denģan senyuman dan tatapan sinis.
*
*
Kini kedua pria duduk disebuah sofa yang ada disebuah balkon .. ditemani dengan semilir angin malam yang kian membeku.
Terlihat asap sebatang rokok yang tersulut dari bibir kedua nya...
__ADS_1
"Ameena adalah gadis yang telah aku khitbah dalam sebuah janji sewaktu dulu , dia lah gadis yang diceritakan Supri -asisten papa. Tapi karena suatu hal kami terpisah dan aku telah membuat nya menunggu dalam ketidak pastian. Aku sadar siapa lah aku , aku hanya lah manusia bejat dalam tabiat ....
🌸🌸