
🌸🌸
Keluar dari kendaraan , dengan pikiran heran ... "Dimana ibu dan Kia ?" Ameena mengarah kan mata kearah gerbang pasar mencari keberadaan dua orang terkasih.
"Meena ..! sepertinya tante Lisa dan putri mu sudah dibawa pulang !"Jelas Ketty yang menghampiri Ameena.
Didalam kendaraan menuju tempat tinggal Ameena , Ketty sesekali mengarahkan mata kearah gadis bermata indah, yang sedari tadi tiada putus nya beristighfar, bermaksud menekan rasa gelisah pada diri nya dan berusaha mengingatkan nya , bahwa semua cobaan dan ujian datang nya dari sang maha BAIK.
**
Diruang iGD... hal yang serupa terjadi..
Tomy tengah menjalani operasi pada salah satu kaki nya.
Terlihat Tama and the gang , Wildan beserta Abrisam menunggu dengan rasa gaduh dalam qolbu . sesekali Tama memondar mandir kan kaki mencoba mangalihkan rasa cemas yang mendera.
Berdiri dan menghampiri Tama dengan sebuah tepukan pada pundak pria berkaca mata ..
"Tam duduk lah ! Aku yakin tidak akan terjadi apa -apa pada Tomy !" Ucap Alex menenangkan Tama.
Setelah 1 setengah jam menunggu , akhirnya pintu ruang operasi telah terbuka .. terlihat wajah pucat Tomy yang tak sadar kan diri , dan akan dipindah ke ruang perawatan .
**
Senja menyapa tanpa tahu mau berkata apa ...
Diruangan dokter. .. lima pria telah terduduk bagai makhluk yang akan dituntut.
" Bagaimana operasinya..? " suara dingin Tama pada dokter bermata sipit.
"Operasi nya berjalan lancar , Patah tulang Fraktur tibia dan fibula yang dialami Tomy cukup serius dan mengharus kan dilakukan nya tindakan operasi ! " mata sipit sang dokter melihat goresan kekhawatiran dari pria -pria didepan nya.
"Tapi jangan terlalu khawatir, ibarat kata dimana ada musibah selalu ada cela untuk suatu hidayah ...! Dengan melakukan pengobatan yang optimal dan fisioterapi secara bertahap oleh Tomy , dapat mengembalikan kekuatan dan elastisitas tulang sebagaimana sediakala , Dan untuk sementara waktu Tomy harus melakukan aktifitas nya dengan menggunakan kursi roda atau alat penyangga semacam kruk selama 3 sampai 6 bulan lama nya !! " imbuh sang dokter.
**
Dihening nya suasana lorong rumah sakit..
Alex yang baru keluar dari ruang rawat Tomy , terkejut akan kehadiran seorang pria berkulit putih.
"Leon ... !?... sedang apa kamu disini ?!" Tanya Alex .
Leon terdiam dalam keterkejutan nya melihat Alex keluar dari ruang an yang telah ditunjukkan oleh perawat rumah sakit .
kini keduanya duduk disebuah bangku panjang yang ada dirumah sakit tersebut ..
"Begini Lex ...?" Leon mulai menceritakan perihal kedatangan nya kerumah sakit - kepada Alex ....
Selang menit berganti..
"Jadi anak kecil yang ditolong Tomy , anak angkat nya Ameena?!" ..
Leon dengan tatapan lurus kedepan mengangguk kan kepala atas ungkapan tanya sekaligus sebuah jawaban -dari Alex.
"Aku juga tak menyangka kalau Tomy adalah tukang ojek itu.. !" sambung Jujur Loen diiringi senyuman kecil.
" .. Asal kamu tahu eon ! Tomy lebih memilih menjadi tukang ojek dari pada memilih hidup bergelimang dengan harta ,tahta dan wanita , sebagai gantinya Tomy harus menerima syarat dan konsekwensi atas pilihan nya . Dan aku rasa kamu tahu apa yang aku maksud dengan syarat itu !? " Pungkas Alex dengan menatap Leon.
**
1 minggu pasca kecelakaan yang dialami Tomy , ...
"Tom .. ikut lah papa pulang ! " bibir Sam berkata dengan mengarahkan pengelihatan nya pada ruangan berukuran 3 kali 4 meter .
"Tidak pa.. Tomy disini saja ! Tomy nyaman tinggal disini bersama Wildan .. !" Dari arah luar kamar , Wildan tanpa sengaja mendengar obrolan Sam dan Tomy. Bibir mantan asisten Tomy terlihat tersenyum akan ucapan sang tuan muda .
Sekilas Sam teringat akan maksud awal kedatangan nya ..
"Oya Tom .. papa sudah menangkap pelaku penabrakan yang menimpa mu ! Dan apa tanggapan mu , kalau pelakunya adalah salah satu dari para mantan wanitamu ..!" Ucap Sam dengan mengarahkan tatapan menunggu kepada Tomy.
"Haaaah ...Anggap saja ini adalah hukuman yang kuterima didunia paa , atas apa yang pernah aku perbuat selama ini !" sahut Tomy dengan memejamkan mata sesaat , lalu membuka nya kembali ..
"Bebas kan dia paa! " Sam yang baru saja menyandarkan tubuh disandaran sofa mendadak menegakkan tubuh nya kembali.
Sejenak Sam termanggu ,serasa lidah nya keluh dan memutus kan berlalu..
..
Dengan melangkah menuju kendaraan nya yang terparkir dihalaman rumah Wildan , Sam bergumam..
" Aku adalah budak dari yang nama nya cinta , tapi rasa cinta itu tak sampai merusak otak saraf kewarasan ku -Tom !!"
...
Dirumah bercat putih dipagi hari..
"Apa kakak sudah menemukan tukang ojek itu ?" Tanya Meena dengan menghentikn aktifitas tangan nya dimeja makan.
"Kakak belum menemukan nya Meena ! "Jawab Leon dengan melihat sekilas kearah Ameena yang tertunduk
Ameena merasakan sesuatu yang mengganjal pada pikiran nya , apa bila ia belum bisa menyampaikan rasa terima kasih nya kepada tukang ojek tersebut.
"Oya ..! Apa kamu akan membawa Kia kedokter mata pagi ini ? " tanya Leon dengan mengalihkan pembicaraan yang seakan mendesak nya.
"In syaa Allah ! Karena Meena sudah mengadakan janji dengan dokter tersebut " pungkas Ameena dengan membereskan peralatan makan nya lalu menuju dapur.
Leon menatap punggung kecil yang tertutup pakaian syar'i yang kini meninggal kan meja makan "Maaf kan aku Meena atas ketidak jujuran ku ! Aku tahu ini salah !tapi ini lah yang terbaik untuk mu dan masa depan mu !!"
**
Gerbang rumah sakit telah terbuka , langkah kaki yang berbalut gamis syar'i terlihat memasuki lorong rumah sakit , dimana sudah terdapat beberapa pasien sedang duduk mengantri disuatu poli .
Setelah hampir setengah jam menunggu, kini tiba giliran Ameena memeriksakan mata Zakia.
Dan didalam ruangan dokter..
"Untuk saat ini , kita belum mendapat kan pendonor mata yang cocok untuk Zakia - bu Ameena !" Jelas sang dokter wanita.
Ameena tersenyum kecil " Mungkin hari ini belum dok , semoga hari berikut nya Zakia sudah mendapat kan pendonor yang cocok !" Sambung Ameena dengan berhusnuzon akan sebuah ikhtiar .
Setelah diluar ruangan..
"Kia duduk disini ! Bunda sholat sunnah dulu ya sayang ... !" Anak kecil itu mengangguk.
Dari ruangan lain , terlihat pintu yang terbuka , keluar Wildan dan Tomy yang duduk dikursi roda ..
" ingat Tom ! meski kaki mu sudah cukup kuat tapi kamu masih harus menggunakan penyangga kaki atau duduk lah dikursi roda seperti saat ini..! " Ucap ketus dokter Hani.
Tomy yang mendengar ucapan sang dokter bermata sipit itu hanya menyungging kan ujung bibir nya , ..
"Ada perjaka dibelakang ku ! Jaga lah tutur bahasa mu ! Sebagai wanita tak harus selalu menunggu !? Buat diri mu yang menemukan imam mu ! " Ucapan Tomy yang mengarah pada Hani dan berlanjut kepada Wildan.
Wildan terkesan tak mengerti apa yang Tomy ucap kan.. dengan terus mendorong kursi roda milik Tomy pria itu belagak tak butuh , dengan tatapan acuh ... !
Saat melewati didepan mushollah ..
"Tuan muda saya mau kekamar kecil dulu ! " pamit Wildan.
Diangguk kan oleh Tomy..
Mata tajam tertahan akan suatu pandangan..
"Bukan kah dia anak itu ?" Gumam Tomy . Lalu dengan perlahan Tomy menghampiri bocah yang kini memakai pakaian syari berwarna coklat.
"Kenapa duduk sendiri ? Kemana orang tua mu nak ? "Zakia mengarahkan tatapan polos nya pada suara yang tak ia kenal.
Dengan sopan Zakia menjawab ..
"Kia tidak sendiri ! Tapi Kia berempat !!?" Suara lucu nan lugu Zakia tercipta , Tomy mengarahkan pengelihatan disekitar anak kecil , tapi Tomy tak mendapati adanya seseorang yang berada didekat sang bocah.
"Apa paman sedang mencari keberadaan nya ..? " suara menebak Kia yang mengarah pada pria itu , Tomy tersenyum akan tebakan Zakia.
Dengan tersenyum Zakia mulai berkata ..
"Pertama ada Allah SWT yang selalu mengawasi kita , kedua malaikat Raqib , ketiga malaikat Atid yang berada dikanan dan kiri kita, yang bertugas mencatat perbuatan buruk dan perbuatan baik yang kita kerjakan selama didunia dan yang ke empat diri Zakia sendiri ... ! itu yang selalu bunda ajarkan setiap Kia merasa takut dan merasa sendiri !" Jelas Zakia kecil dengan tatapan mata yang membuta.
__ADS_1
"Siapa bunda anak kecil ini ? Sungguh beruntung pria yang menjadi imam nya , memiliki istri yang menjadi madrasah pertama bagi anak -anak nya kelak !" Gumam batin Tomy dengan tersenyum.
Tak lama Tomy mulai terlihat akrab dengan anak kecil itu .. entah apa yang telah Tomy ceritakan hingga tawa ceria Zakia terdengar masuk kedalam mushollah.
Dari arah kamar kecil Wildan melangkah keluar ..
"Paman pulang dulu !" Ucap Tomy dengan mengucap salam.
Kia mengangguk seraya menjawab salam ..
...
Dimalam hari yang sunyi , terdengar kendaraan yang terhenti..
Nampak langkah tinggi itu mulai memasuki rumah..
"Duduk nak! Mama mau bicara ? "Leon yang baru datang langsung duduk disebuah sofa .
"Apa benar kamu belum menemukan tukang ojek yang waktu itu menolong Kia ?"
Terdiam dan memejamkan mata dalam ketidak ikhlasan.. dengan lirih..
"Sudah maa ! Leon sudah menemukan siapa tukang ojek itu !" Ujar Leon yang kali ini dengan menunduk kan kepala dan mencoba melanjutkan akan ucapan nya..
" Tukang ojek yang menolong Kia adalah Tomy -Maa !" Lisa mengatupkan bibir dengan rapat , searah akan pemikiran Leon -
" Kalau adik mu tahu pasti dia akan mencari pria itu dan ibu takut kal-au !" Ucapan yang tercekat saat seorang amanah mendekat.
"Apa yang kakak katakan barusan ?! Apa benar semua yang telah Meena dengar ?!" Suara tak percaya Ameena yang kini berdiri dengan mata berkaca.
Leon mengarahkan wajah bersalah nya kepada Ameena..
"Meena .. dengar kan kakak dulu ! ?" Meena membalikkan tubuh nya seraya berlari kecil menuju ruang belakang , karena Meena tidak mungkin akan membalikkan tubuh nya dan masuk kedalam kamar , karena didalam kamar ada seorang anak kecil yang perasaan nya harus ia jaga .
**
Ke esokan hari nya , ditempat kerja..
Ameena terlihat termanggu , meja yang biasanya penuh dengan beberapa coretan desighn busana muslim pada sebuah note book dan lembaran , kini nampak masih tertata rapi.
"Meena.. ! Kamu kenapa ? Apa kamu masih mengingat ucapan Alex tadi pagi ?? .. " Suara tanya Ketty yang sedari tadi melihat Ameena hanya sesekali menggerakkan alat coretan nya...
Ameena menjawab pertanyaan Ketty dengan sebuah senyuman yang tak tertutup cadar , lalu sebuah rekaman perkataan Alex dipagi tadi terulas kembali .... ,
Pagi ini Ameena meminta Ketty menjemput nya dirumah untuk menemani nya mencari kebenaran, akan apa yang ia dengar semalam.
Sesampainya ditujuan..
"Apa yang dikata kan Leon tentang Tomy, benar ada nya Meena ! " jelas Alex
Ketty melihat Ameena yang hanya mampu tertunduk ..
Hati Ameena menangis , mendengar cerita miris dari bibir tipis -Alex.
Secarik kertas telah berada diatas meja " Aku hanya bisa membantu mu dengan memberi alamat tempat tinggal Tomy yang baru , sekaligus tempat usaha Wildan..!" Ameena meraih secarik kertas itu seraya mengangguk .
...
setelah kepergian Ameena dan Ketty...
"Aku ingin kamu tak hanya mendengar nya , aku juga ingin kamu melihat bagaimana Tomy dalam taubat nya..!" Gumam Alex dengan melihat pintu yang telah tertutup kembali.
**
Dihari yang sama , dikala senja menyapa...
Kini Meena masih berada diruang kerja ... Setelah mencoba memaksa akan apa yang ia rasa, mendadak Ameena berdiri dengan sebuah niatan dalam hati.
"KAK.. !.bisakah temani Meena kesuatu tempat .. ?"... Ketty tercengang akan permintaan Ameena ..
"Kamu mau kemana Meena?" Tanya Ketty .
...?"
Digelap nya hari , disuatu parkiran . gadis berkrudung besar itu meminta Ketty untuk tak menggunakan kendaraan mewah milik nya .. meski Ketty merasa heran akan keinginan Meena , Ketty mencoba mengikuti..
Sesampainya keduanya di sebuah alamat yang dituju..
Ameena mengerutkan dahi " Apa kah sudah tutup , atau kah belum buka ?" Pikir Ameena dengan terus mengawasi warung kopi dari balik jendela kaca taxi.
Sedang kan Ketty tetap diam menunggu gadis muda bercadar itu berkata..
Setelah menunggu hampir setengah jam , akhirnya datang dua orang pria dengan mengendarai motor , salah satu pria yang di bonceng terlihat membawa sebuah tongkat .
Setetes air mata tak menyangka mengalir membasahi cadar seorang muslimah ,jantung Ameena terasa diremas ketika mata indah nya melihat pria yang dulu begitu gagah dalam langkah kini tertatih dengan bantuan tongkat sebagai penyangga tubuh yang tinggi.
Disaat bersamaan , barulah Ketty paham akan arah tujuan Ameena, yang sedari tadi..mengarahkan pengelihatan nya dari tempat itu..
**
"Tuan muda ! Biar saya antar kemasjid !" Tawar Wildan
"Tidak usah kalau hanya mengantar ku ! tanpa ikut duduk dimajelis ilmu !" Sahut Tomy dengan tersenyum kecil yang mengarah pada Wildan. Wildan menggaruk kepala belakang nya yang tiba -tiba gatal atas perkataan Tomy.
"Gatal beneran atau setingan ?!" CeletukanTomy dengan melirik kearah Wildan yang meringis . " Ya sudah sana ... entar jemput gue dijam biasanya .. !?" Pinta Tomy.
Tempat usaha Wildan berdekatan dengan sebuah masjid , dimana masjid tersebut letak nya berdampingan dengan sebuah pesantrean modern yang ada dikota itu.
Tomy berjalan dengan tertatih , bertegur sapa dengan para jamaah dan santri , terlihat Tomy mengangguk dan meraih... tangan seorang ustadz paruh baya yang terlihat akan melangkah memasuki masjid.
Ameena dan Ketty termanggu dengan apa yang mereka lihat , seolah ingin menyakin kan diri akan perubahan sikap pada diri seorang Tomy , Ameena rela menanti didalam taxi. "Kita tunggu sebentar lagi ya kak !" Ucap Meena pada supir taxi perempuan dan Ketty.
Hampir satu jam Ameena duduk dan menunggu , dari arah dalam masjid nampak Tomy yang mengenakan kaos hitam bermerk sederhana dipadupadan kan dengan sebuah HEm kotak -kotak , dengan celana kain berwarna hitam tertatih dalam melangkah , Ameena dan Ketty sengaja turun dari taxi ingin mengikuti .. Tomy.
Beberapa kali Tomy terlihat bertegur sapa kembali dengan sesama jamaah pria dan hanya mengangguk ketika ada seorang jamaah wanita menyapa nya.
Disebuah jalan yang sepi.. terlihat seorang wanita memberi tatapan menyedihkan akan keadaan Tomy yang tertati pada kaki , yang bertumpu pada sebuah tongkat kayu.
Tomy hanya terus melangkah dengan meñgarahkan mata lurus kedepan kearah jalan yang akan ia lalui dan mengabaikan kehadiran wanita cantik yang bersendekap tangan bersandar pada kendaraan mewah , wanita cantik dengan segaja menendang tongkat bagian bawah yang Tomy gunakan -Hingga...
SRAC -BUG. .. Tomy terjatuh dan tongkat penyangganya telah terlempar jauh , akibat tendangan wanita cantik bernama Salsa.
Melihat Tomy yang terjatuh, Ameena berlari ingin membantu , Ameena meraih tongkat milik Tomy terlebih dulu lalu akan menuju Tomy , akan tetapi wanita bernama Salsa sedang..? ..
"SAKIT!!" Suara wanita itu terdengar marah dengan menginjak tulang kering Tomy , Tomy memejamkan mata dengan telapak tangan mengepal -jantung menggebu ingin rasa nya membunuh , akan tetapi sebuah keyakinan didada yang telah tertata mampu meredam segala amara.
Tomy terdiam akan rasa sakit yang coba ia redam .
"Kamu pasti kesakitan ?!" Ucap Salsa dengan tatapan kebencian , " Tapi Rasa sakit mu itu tak seberapa dibandingkan rasa sakit hati ku, akan penolakan dari mu ! Dan aku lebih sakit hati lagi setelah tahu , pria seperti mu berubah demi wanita selain AKU! !' Teriak Salsa dengan nafas yang putus asa.
Dengan menuduk Tomy menggelengkan kepala ..
"Kamu salah , aku berubah bukan karena seorang hamba ! Tapi aku berubah karena aku sadar akan kewajiban ku sebagai seorang mukmin , yang semesti nya harus seperti apa ?!" Ucap Tomy dengan berusaha menghindar kan kaki nya dari heils milik Salsa.
"Kamu bohong ! " bentak Salsa dengan menginjak tulang kering kaki Tomy sekali lagi - AKHHH..akhir nya suara rintihan kesakitan dari Tomy tak mampu ia tahan lagi ketika injakan dari kaki Salsa pada kaki Tomy diiringi emosi yang tinggi.
"Kenapa kamu diam Tom , kenapa! Aku ingin kamu seperti dulu ! Marah dan angkuh ! Dan aku ingin tahu seberapa berharga nya wanita berkrudung besar itu di hati mu !!?" Teriak Salsa sekali lagi.
Meena tak tahan lagi .. melihat Tomy diperlakukan seperti itu .
Saat Ameena akan menghampiri Tomy , datang Wildan dengan mengendari kendaraan roda dua nya . Lalu Ketty dengan cepat meraih lengan Ameena.
"Apa yang anda lakukan pada tuan muda .. ! " Bentak Wildan dengan mencengkram lengan Salsa.
"Will .. !" Tomy memberi isyarat untuk melepas kan wanita itu.
Salsa tersentak akan perubahan sikap dan sifat pada diri Tomy . Tak lama Tomy terlihat memberikan sebuah kemeja kotak -kotak nya pada Wildan .... dan meminta pria itu untuk menutup pundak mulus Salsa agar tak terlihat oleh mata yang akan senantiasa dan leluasa menjadikan anggota tubuh wanita itu sebagai bagian dari FANTASI tidak baik dari setiap orang yang melihat nya .
Setelah kemeja bertengger pada pundak wanita itu , Tomy kembali berkata..
"Jika kamu ingin mengetahui seberapa berharga nya diri seorang wanita , bisa kamu lihat dari seberapa pintar nya ia dalam menjaga marwah nya ,sebagai seorang muslimah yang taat kepada sang penciptanya . !" Tutur kata melembut Tomy .
Ketty menatap Ameena yang duduk dengan memeluk kedua lutut nya dan kepala yang menunduk , Ameena dalam ringkuhan ikut mendengar tutur kata Tomy makin tak mampu memendam rasa haru akan sebuah kebahagian seorang saudara seiman, yang melihat saudara nya yang begitu merindukan pengampunan dari sang maha KARIM atas segala dosa yang telah ia perbuat dimasa dulu.
Ketty mengusap punggung Ameena yang membungkuk.. lalu Ameena mengarahkan wajah kearah Ketty , Ketty tersenyum sembari menggangguk seolah memberi isyarat pada gadis muda yang kini usia nya 22 tahun , tak lama Meena memeluk tubuh tinggi Ketty .
__ADS_1
❤❤❤❤❤
Setelah kepergian Salsa..
Wildan mencari barang milik Tomy yang hilang.. lalu dengan langkah perlahan Ameena datang mendekat kearah pria yang kini telah bertaubat.
"Apa anda mencari barang ini ?" Suara lembut Ameena dengan menyodorkan tongkat milik Tomy.
Tomy tertunduk dengan mata terpaku ,saat menyadari siapa pemilik suara itu .
Wildan mengarah kan tatapan nya pada sosok bergamis syar'i yang kini duduk berjauhan dengan sang tuan muda dalam sebuah kesenyapan jalan.
"Terima kasih " ucap Tomy dengan meraih tongkat milik nya dan mencoba berdiri
Ameena pun ikut berdiri...
"A-apa kabar kak ? " suara Ameena terdengar gugup menyapa Tomy.
Hati Tomy menghangat ketika sapaan kepedulian datang dari seorang gadis yang selama ini sangat ia ingin kan , namun dengan keadaan nya sekarang membuat Tomy tak berani menggantungkan akan keinginan nya itu.
"Seperti yang kamu lihat !" Sahut Tomy mencoba menahan getaran dalam hati .
" Kenapa malam -malam begini kamu belum pulang? Tidak baik muslimah berkeliaran dimalam hari.. !" Lanjut Tomy dengan membelakangi Ameena.
Dari dalam Taxi Ketty keluar menyapa Tomy dan Wildan..., sebagai jawaban bahwa Ameena tak sendiri ...
**
Disebuah Taxi ..
Ameena terdiam dalam perjalanan pulang dengan menggunakan taxi , sesekali Ameena mengarah mata kebelakang melihat Tomy dan Wildan yang mengawal nya pulang dengan menggunakan motor .
Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh , kini Wildan terlihat menghentikan motor butut nya dari arah kejauhan atas pinta Tomy.
Terlihat Ameena keluar dari taxi lalu membuka pagar , Ameena membalik kan tubuh kearah Tomy dan Wildan . Tapi kedua pria itu telah pergi. Walau sesungguhnya mereka hanya bersembunyi disebuah kegelapan malam.
Ketty menepuk pundak Ameena ..." Aku nginep dikamar mu ya Meen? !?" Meena menggangguk tanda setuju.
Didalam kamar..
Sejenak terdiam dalam rasa bersalah .. mata Ameena senantiasa terjaga ..
"Astaghfirullah hal adzim " suara istighfar Ameena terdengar sedang menahan tangis dalam kesendirian malam.
Dalam ringkuhan selimut Ameena melihat jam pada dinding , lalu Ameena berdiri dan mengambil air wudhu bermaksud mengadu ..
Dalam istikhqorah , Ameena tak berani menyebut akan sebuah nama yang nampak jelas telah bertahta pada dada. Suara lirih pada suatu doa...
"Kukuh kan lah niat ini dalam keridhoan mu ya Allah .. ! Ammiiin... "
**
Disuatu pagi .. Tok-Tok.. terdengar salam dari balik pintu.
KLEEK.... seulas senyuman kerinduan dari seorang sahabat ..
Ucapan salam telah terjawab ," Masuk mbak ?" Suara lembut Ameena dipagi hari..
Meena terlihat menyuguhkan secangkir teh dan cemilan pada wanita bercadar yaitu Hanifa.
"Terima kasih Meena.. oya Meen.. mana Zakia? "
" .. Kia sedang pergi bersama ibu dan kak Ketty ?
"Mbak Hanifa kenapa pagi -pagi sudah ada disini ?" Lanjut Meena .
Hanifa terkekeh atas ketidak tahu an Ameena.
"Abi dan aku untuk sementara waktu tinggal dikota ini , karena abi akan mengisi tausiah disebuah masjid menggantikan rekan abi ! Sedangkan mas Hanan tetap berada di pesantren.. !" jelas Hanifa .
Ameena terlihat mengangguk seraya tersenyum , Hanifa melihat arah jam tangan .. " Meen aku pulang dulu ya ? Aku hanya kangen sama kamu dan Kia - eh ternyata Kia nya pergi.!?"
"Oya..! Nanti malam kamu datang ya Meena?" Hanifa terlihat mengetik sesuatu pada layar ponsel , lalu tersenyum pada Ameena.
"Lihat dan baca isi chat dari ku ya !" Ameena mengerutkan dahi , atas maksud Hanifa
...
Pagi berganti malam..
Terlihat begitu banyak jamaah pada sebuah masjid , Ameena mengarahkan mata mencari sudut tersembunyi dari sebuah masjid , duduk diantara jamaah wanita dan disudut lain masjid jamaah pria..
Tanpa disengaja Ameena melihat pria yang beberapa hari ini ia sebut dalam.istiqoroh ..
"AMeena ! "Suara wanita menyapa dengan sedikit menerka..
"Mbak Hanifa..?!" Wanita muda itu mengangguk pelan.
"Abi mengisi tausiah disini.. ! " jelas Hanifa dengan tersenyum kepada Ketty dan mencubit gemas pipi Zakia.
"Masya Allah jamaah nya banyak mbak.. "
"Iya alhamdulillah semakin banyak kesadaran akan kewajiban sebagai hamba yang terus haus akan ilmu !" Sahut Hanifa .
**
Kini semua terdiam dalam kekhusyuan ..
Tanpa terasa hampir dua jam terlewati ...
Jamaah nampak meninggalkan masjid secara tertib namun seorang pria dewasa bernama Tomy datang diwaktu awal - pulang diwaktu akhir.
Tanpa disadari mata Ameena sekali lagi bergeser kearah Tomy yang duduk dan mengobrol dengan seorang pria dan hal itu dilihat oleh pak kyai..
"Meena .. !? terkandang mata membawa kita pada dosa nak.. !" Suara pak kyai menghampiri.
Meena langsung mènunduk setelah mendengar apa yang dikatakan pak kyai , abi dari Hanifa dan Hanan..
"Ma.af kan saya pak kyai !!" Meena meruntuki kekhilafan nya sebagai seorang muslimah .
**
Tanpa disangka pak kyai menghampiri Tomy yang tertati , bersama seorang pria yang mendampingi.
"Assalamualaikum .. "suara pak kyai dari arah belakang.
"Wa'alaikum salam .." jawab kedua pria ..
"Pak kyai !" pekik Sam..yang melihat sang kyai tiba -tiba berada dibelakang nya dan Tomy...
Pak kyai tersenyum..
**
Tomy meraih punggung tangan Pak kyai ..
Dalam obrolan nya pak kyai terus memperhatikan Tomy , pria yang dilihat Ameena tadi..
"Kenapa tidak ikut bergabung tuan Sam..?!" Suara pak kyai pada pria matang yang kini ikut duduk didalam masjid.
"Ma.af pak kyai saya tadi ada meeting jadi tidak bisa hadir , walau tadi sudah diinfo oleh putra pak kyai -Hanan !?" Jawab Sam dengan wajah kikuk.
"Meeting apa dating... !" sahut Tomy .. "metting Tommm.. !?" suara Sam terkesan diseret...
Pak kyai tersenyum kembali akan tingkah kedua pria yang kini ada dihadapan .. pak kyai mengarahkan pengelihatan nya pada sosok Tomy yang sedari tadi nampak tenang dan sesekali menunduk kan wajah , saat mata jamaah wanita menatap wajah tampan nya . Meski menggunakan tongkat tapi pesona seorang Tomy tak meragukan.
"Apa nak Tomy masih bujangan ?" Tomy yang tadi nya menunduk kini mengarahkan tatapan nya pada pak kyai, begitu pun Sam.. " apa pak kyai akan ??????""batin Sam.
"Berapa usia nak Tomy..?" lagi- lagi pertanyaan pak kyai membuat hati makin terisi akan suatu misteri...
Dengan tenang ..
"Saya masih sendiri dan usia saya 32 tahun !" Jawab Tomy .
Terlihat pak kyai mangut- manggut.. " berarti sudah cukup untuk membina rumah tangga ?!" Sambung pak kyai
__ADS_1
🌸🌸
Ma.af kan kekhilafan saya , Saya hampir dua hari baru buka aplikasi dan baru Up malam ini , 🙏🏻😔 . semoga suka ..