True Love

True Love
Suster Ida


__ADS_3

Happy reading 🤗


''Famiraaaaaa'' teriak Kevin dan mengangetkan Arka yang sedang duduk disampingnya. Matanya memerah karna baru bangun tidur.


Apakah tadi benar-benar nyata atau hanya ilusi?


''Kau kenapa, Kev?" tanya Arka.


''Apakah kita sudah di rumah sakit?'' berbaik tanya.


''Hei kau ini, jangan kebanyak ngehalu. Kita masih didalam mobil dan sekarang sedang berada di kemacetan panjang" jawab Arka.


Lalu Kevin bernapas lega ternyata tadi hanya mimpi, tapi kenapa rasanya sangat nyata terjadi. Buru-buru ia mengusap dadanya sambil beristighfar.


''Astaghfirullah, ternyata tadi hanya mimpi. Ya Allah, semoga itu hanya mimpi buruk dan tidak akan terjadi'' Gumam Kevin.


Arka masih heran dengan Kevin yang berteriak tiba-tiba.


Flashback on


Tadi waktu mereka akan pulang dan menuju ke rumah sakit, terjadi kemacetan dan membuat siapa saja yang menunggu pasti akan dibuat ngantuk. Benar saja, dalam hitungan detik, Arka dan Kevin sudah terlelap tidur didalam mobil sambil menunggu kemacetan berlalu. Hingga tiga jam lamanya, kemacetan terjadi. Memakan waktu lama karna ada kecelakaan beruntun dan membuat pengendara lain harus menunggu.


Kala itu Kevin sedang tertidur pulas, hingga akhirnya ia mendapat mimpi buruk dan sangat buruk sekali hingga membuat bulu kuduk nya berdiri.


Berteriak sekencang-kencangnya hingga membuat Arka kaget dan langsung bangun.


Flashback end


''Kau, kenapa? Apa kau mimpi buruk?'' tanya Arka.


''Iya..., sangat buruk. Aku bermimpi jika Famira meninggal, Ar" jawab Kevin sambil mengatur napas yang belum stabil.


''Astaghfirullah, semoga saja itu hanya mimpi" ucap Arka dan diangguki oleh Kevin.


Kemacetan pun berlalu, dengan cepat Kevin mengendarainya tak peduli lagi dengan keselamatannya, asalkan ia bisa segera sampai di rumah sakit. Pikirannya sudah tidak bisa tenang, gelisah terus karna kepikiran dengan mimpi buruknya tadi.


Sampailah mereka dirumah sakit. Kevin dan Arka berlari menuju koridor rumah sakit. Berlari hingga membuat orang heran dan Kevin hampir saja menabrak suster dan dokter.

__ADS_1


''Maaf...., maaf saya tidak sengaja" ucap Kevin sambil berlari.


Ruang rawat


Kejadian dalam ruang rawat itu hampir sama dengan apa yang ada didalam mimpi Kevin.


Namun, saat orang itu hendak menyuntikkan cairan ke selang infus Famira, tiba-tiba suster yang asli juga datang dan memergoki orang itu. Gelagatnya sangat aneh, tidak seperti suster lainnya.


''Hei...., siapa kau'' teriak suster itu. Wajar ia berteriak karna dulu ia adalah seorang mudabbir pondok yang suka meneriaki santri lain jika ada yang mencurigakan. Dan sekarang ia menjadi perawat terpercaya di rumah sakit ini.


Dengan tangan gemetaran, hingga membuat jarum suntik itu terjatuh, belum sempat masuk ke dalam selang infus.


''Bukan, siapa-siapa. Maaf aku salah kamar rawat'' jawabnya hendak keluar. Namun dengan cekatan suster Ida alias suster paling terpercaya langsung menahan tangannya.


''Kau mencurigakan, jangan kabur!" teriak suster Ida.


"Lepaskan tanganku....!" berontak suster itu.


Terjadilah peristiwa saling tarik-menarik. Suster Ida tak menyerah, ia terus memegang tangan orang itu tapi pegangan tangan itu langsung lepas saat orang itu menginjak kakinya.


Orang itu kaget bukan kepalang, melihat Kevin dan Arka datang dan berdiri di ambang pintu sehingga menghalangi dirinya untuk kabur.


"Tuan tolong tangkap dia, dia orang jahat yang hendak meracuni nona Famira" teriak suster Ida sambil memegang kakinya.


Seketika mata Kevin terbelalak, mendengar penuturan suster Ida. Dengan cepat Kevin dan Arka menahan tangan orang itu yang hendak kabur.


"Mau kemana kau, hah! Sudah berani masuk kedalam kamar rawat istriku!" bentak Kevin.


"Lepaskan aku, lepaskan...!" berontak orang itu.


"Kau pikir bisa lepas dari kandang singa yang kau masuki, huh!" hardik Arka.


"Kau akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan mu ini" ucap Kevin sambil menjambak rambut orang itu.


Lalu datanglah semua para dokter dan suster. Mereka berbondong-bondong masuk kesana karna tadi mendengar suara keributan dari dalam.


"Ada apa ini? Kenapa terjadi keributan?" tanya dokter.

__ADS_1


"Maaf dokter, tadi saya menemukan perawat abal-abal ini masuk dan hendak menyuntikkan cairan aneh ke dalam selang infus nona Famira" jawab suster Ida.


"Mana cairan itu?" tanya dokter.


Dengan cepat suster Ida mencarinya dan memberikan kepada dokter itu untuk diperiksa.


"Ini dokter...., cairan itu" ucap suster Ida sambil menyerahkan suntikan itu.


Dengan penuh konsentrasi dokter itu memeriksa. Kemudian saat sudah menemukan titik terangnya, dokter langsung kaget. Ternyata cairan dalam suntikan itu adalah obat yang mematikan.


"Potasium..." ucap dokter itu.


"Apa itu potasium,dok?" tanya Kevin.


"Obat yang bisa membunuh dalam waktu hitungan menit" jawab dokter.


Muka Kevin langsung merah padam, amarahnya memuncak dan dengan cepat ia mencekik leher orang itu.


"Kau sudah berani macam-macam denganku, hah. Maka kau akan mendapat imbalan yang setimpal" ucap Kevin murka sambil menambah erat cekikan nya.


Setelah itu ia melepaskannya dan para polisi pun datang setelah pihak rumah sakit menelpon. Ruangan menjadi riuh berisik.


Kemudian semua sudah aman dan suster Ida sudah menyuntikkan cairan vitamin untuk Famira. Dan Kevin tak henti-hentinya berterimakasih pada suster Ida, jika tidak ada dirinya mungkin mimpi yang Kevin alami akan terjadi dalam dunia nyata.


Kevin memeluk tubuh Famira dengan erat dan menghujani kecupan manis di wajahnya.


Bersambung


.


.


.


Selamat untuk anda yang terkena prank dan sudah mengira jika Famira meninggal.


Aduh, author jahad banget sih.

__ADS_1


__ADS_2