
Happy reading 🤗
Dalam kamar, Kevin perlahan membaringkan tubuh Famira. Ia mengambil vitamin untuk istrinya.
Bik Sarmi pun langsung masuk kedalam kamar setelah Kevin mengizinkan beliau masuk. Bik Sarmi memandang wajah Famira dengan iba. Kini Famira lebih pucat, kurus dan jarang bicara.
Seakan tau apa yang dipikirkan oleh bik Sarmi, lalu Famira menegurnya dengan lembut.
"Famira enggak papa kok bik. Jadi, enggak usah khawatir" ucap Famira
"Saya enggak tega non. Liat non Famira seperti ini" jawab bik Sarmi
"Famira kan lagi hamil bik. Jadi wajar kalo Famira jadi sering lemes dan pucat" ujar Famira sambil tersenyum
Bik Sarmi hanya tersenyum dan mengangguk. Lalu ia pamit keluar kamar. Kevin sudah mengambil alih nampan yang bik Sarmi bawa. Ia berjalan menuju ranjang.
"Ayo, makan dulu" ajak Kevin sambil mendudukkan Famira dan menyandarkan bantal dipunggung nya.
"Baiklah....., kau juga harus makan" ucap Famira dan diangguki oleh Kevin
Kevin menyuapi Famira, entah kenapa saat Kevin menyuapinya nafsu makan Famira bertambah dan dengan senang hati ia menerima setiap suapan yang Kevin beri.
"Sepertinya, istriku dan anakku akan makan jika aku yang menyuapi. Lihatlah betapa lahapnya dirimu saat makan" ucap Kevin
__ADS_1
"Itu benar....., aku merasa semangat saat kamu menyuapiku" jawab Famira sambil tersenyum
"Kalau begitu, ayo makan yang banyak. Dan untuk anak papa, kamu jangan nakal ya nak" ujar Kevin mengelus perut Famira
Bahagia rasanya saat seperti ini, Famira mempunyai seseorang yang dengan tulus mencintainya.
Sudah lama Kevin menunggu saat-saat seperti ini, dia dulu iri saat melihat Arka dan Zahra bermesraan saat Zahra hamil.
Nah, dari situ Kevin ingin melakukannya juga bersama Famira. Bahkan dia ingin lebih romantis daripada mereka berdua.
"Sudah habis...., sekarang saatnya kamu minum vitamin sayang" ucap Kevin
"Alhamdulillah, aku kenyang. Iya aku akan minum vitamin itu" sahut Famira
Famira sudah minum vitamin, saatnya Kevin untuk memakan sarapan nya, yang hampir dingin. Tak apa Kevin bisa terima asalkan istri dan anaknya tidak kelaparan.
"Kau ini, intens sekali menatap wajahku" ucap Kevin
"Karna aku sangat suka. Entah kenapa aku ingin sekali terus menatap wajah kamu" jawab Famira
"Yayaya, demi my wife. Apapun boleh, asalkan kamu bahagia" sahut Kevin
Kemudian ia melanjutkan makannya hingga habis tak tersisa. Lalu membawanya turun ke dapur untuk di cuci oleh bik Sarmi.
__ADS_1
Selain ingin mendapat perhatian lebih dari suami, Famira juga ingin terus-terusan memandangi wajah Kevin. Seakan takut kehilangan suaminya.
Kevin sudah selesai makan dan saatnya ia pergi ke kantor. Famira sangat sedih saat suaminya pergi ke kantor. Semenjak ia hamil, sifat manjanya langsung muncul dan sangat berlebihan hingga membuat Famira heran dengan dirinya sendiri.
Mengantar Kevin sampai didepan pintu rumah dengan langkah gontai, oh manja tolonglah menghilang sebentar hingga Kevin kembali lagi ke rumah.
"Aku mau berangkat kerja, jaga dirimu dan anak kita" pesan Kevin
"Iya...., kamu hati-hati di jalan, ingat nama Allah di setiap langkahmu, agar engkau selalu dalam perlindungan-Nya" ucap Famira
"Tentu saja...." jawabnya
"Aku berangkat, Assalamualaikum'' ucap Kevin
"Waalaikumsalam...." jawab Famira
Melambaikan tangannya sebelum masuk ke dalam mobil. Senyuman tulus yang Kevin berikan dan senyuman manis yang Famira balaskan.
Mobil sudah menjauh dan saatnya Famira kembali ke dalam kamarnya. Baru berjalan 5 langkah, ia sudah merasakan pusing dan hidungnya berdarah lagi. Dengan cepat Famira mengusapnya dan langsung berjalan menaiki anak tangga. Masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu kamar, agar tidak ada yang mengetahuinya.
Bersambung
.
__ADS_1
.
.