
.....🌸🌸.....
"Sebelum nya saya minta maaf datang kesini dengan dadakan!" Jelas pak kyai
"Sebenarnya tidak dadakan karena saya sudah titip pesan ke nak Ameena ! Mungkin nak Meena lupa .. !?" imbuh pak kyai .
"Ma.af pak kyai saya yang lupa !?" Sahut Ameena dengan menunduk malu.
Pak kyai pun menanggapi ucapan Ameena dengan anggukan pelan..
"Iya.. tidak apa -apa nak.. ! ...
"Kedatangan kami kesini sesuai dengan perkataan saya kepada nak Ameena pada tempo hari perihal kedatangan saya yang ingin bersilahturahmi kerumah ibu Lisa - Dan sekaligus ada suatu niatan dari putra saya Hanan ibrahim yang ingin mengkhitbah nak Ameena untuk dijadikan istri nya ... !" Jelas pak kyai
Jantung gadis itu berdegup kencang terlihat dari tangan nya yang meremas ujung krudung dengan perasaan yang campur aduk - antara suatu rasa ingin balas budi kepada orang -orang baik didepan nya dengan menerima niatan baik sang pria .. atau kah memegang janji yang telah lama mengikat diri.
Tangan Leon nampak mengepal kuat saat telinga nya mendengar ungkapan sang kyai. Ingin rasa nya pria itu mengatakan TIDAK dan menolak akan niatan Hanan . Namun ia tak mampu ...
Lisa yang melihat Ameena hanya terdiam dalam bimbang mulai mendekati nya ...
"Nak.. pak kyai bertanya sama kamu ?" Suara berbisik Lisa.
Saat Ameena akan berbicara dengan sang ibu...
Suara adzan isha ' terdengar , walhasil pembicaraan itu pun tertunda sejenak ...
Pak kyai dan Hanan sholat dimasjid terdekat kawasan perumahan tempat tinggal Ameena..
Sedang kan Leon nampak mengejar Lisa sang mama yang saat ini tengah sibuk menyiap kan makan malam untuk menjamu keluarga pak kyai..
"Maa! " suara pria itu terdengar memaksa..
"Apa mau mu Lee..!? Tidak kah kamu bahagia bila adik mu menikah dan memiliki suami macam nak Hanan !?" Suara Lisa terdengar pelan agar tak terdengar Hanifa.
Tanpa disengaja Ameena yang akan kedapur mendengar percakapan kakak dan ibu ..
"Bukan kah mama tahu ! Leon mencintai Ameena ! Tidak kah mama merasakan apa yang Leon rasakan saat ini ?!" Sergah Leon dengan tatapan marah.
"Lee... dia adik mu !! Buang jauh rasa suka mu pada adik mu , jadilah kakak yang seperti dulu selalu menjaga adik nya dan menyayangi nya layak nya saudara !" Ucap Lisa dengan lembut .
"Jangan sampai kamu melakukan kekhilafan untuk kedua kali nya pada diri Ameena ! " ucapan Lisa terdengar oleh Ameena.
GLEDEKKKK !! Bak petir menyambar disiang hari.
Ameena lemas ketika pernyataan yang biasanya hanya mengabu kini nampak berwarna jelas...
Dengan membalikkan tubuh Ameena nampak melangkah kearah kamar...
Hanifa melihat Ameena yang nampak lesu , bagaimana tidak - pikiran gadis bercadar itu benar -benar dalam fase tersulit ....
__ADS_1
"Meen.. !" Suara Hanifa ..
"Ya mbak.... !" Sahut Ameena dengan tersenyum.
"Aku pernah berada diposisi mu dan aku pernah terjatuh dalam kebimbangan ! Hingga suatu arah mampu aku temukan dalam keyakinan diri .... !" Ucap Hanifa dengan mengarahkan tatapan ke atas ..
*
*
*
15 menit berlalu kini pak kyai dan Hanan telah kembali dari masjid ..dan duduk diruang tamu .... dan akhir nya suatu jawaban telah terucap dari bibir tua .. yaitu Ĺisa..
Â
*
*
Disebuah halaman Hanan tengah duduk .. Ameena dari arah dalam rumah menghampiri pria itu..
"Mas.. disuruh ibu masuk untuk makan bersama !?" Ujar Ameena yang berdiri dibelakang Hanan.
Hanan hanya diam ,
"Duduk lah Meena .. ada yang ingin mas kata kan...!"
Dengan pelan langkah gadis itu mengarah pada bangku panjang..
Kini kedua nya nampak duduk dibangku yang sama dengan sebuah jarak ketaatan akan kemahraman .
"Ma.af kan mas Hanan .. bila mas sudah lancang meminta mu pada ibu mu ..
"Mas tahu dalam hati mu masih ada janji yang masih kamu jaga . Tapi mas juga tidak bisa menghalangi rasa yang ada pada diri mas kepada diri mu mas sudah berusaha memalingkan perasaan ini pada tiap dzikir dan ucapan istighfar -tapi rasa yang mas rasakan pada mu bukan nya mengikis tapi makin menggunung dan kokoh yang semakin lama semakin meninggi mas takut akan khilaf seorang pria yang terlalu mencintai seorang wanita hingga setan datang menggoda kita dan membawa- bawa wajah orang yang kita cintai dalam mimpi dan khayalan kita yang tanpa ada batasan .
"Maka dari itu mas memberanikan diri datang dan meminta abi mengkhitbah mu ..
Hanan hanya berani melihat Ameena yang terdiam dari bayangan diri gadis muda itu yang ada pada rerumputan .. yang tersiram oleh cahaya rembulan malam ..
"'Mass... " suara Ameena terdengar lembut.
"Saya pun hanya bisa berpasrah pada sang maha baik atas diri ini mas , saya hanya mampu berusaha tanpa tahu harus kemana meminta pertanggung jawaban atas ucapan janji itu.
"Dia yang telah terlebih dulu meminta diri ini, melalui sebuah al-qur 'an yang diberikan beberapa tahun yang lalu sebagai saksi atas ucapan nya.
"Saya takut mas akan dosa ! bila saya lalai dalam amanah !"
"Andai saya tahu kemana harus meminta kejelasan dan pertanggung jawaban dari janji itu , mungkin langkah saya tak akan seberat ini mas..!" Jelas Ameena dengan tersenyum kecil dari balik cadar .
__ADS_1
"Minta lah ditiap istiqhoroh mu -panjat kan semua kegundaan mu , minta lah petunjuk untuk keyakinan mu . Agar hati mu tak bertumpu pada rasa ragu .. "? nasehat Hanan ...
" Mas akan menunggu jawaban mu .. !" imbuh nya.
*
*
*
"Mungkin apa yang jadi jawaban ibu malam ini itu adalah keputusan Ameena untuk mu mas.. " Sahut Ameena
"Saya tidak ingin membuat mas Hanan atau pak kyai menunggu , karena saya tahu rasa nya menunggu itu sangatlah melelah kan.
"Biar lah Tuhan yang menghakimi saya akan sebuah lalai ini ... " ucap gadis itu.
"Tapi mas .... ada suatu yang musti mas ketahui saya sekarang tidak lah sendri saya yang sekarang memiliki tanggung jawab atas seorang anak yang memiliki keistimewaan pada diri nya yang in sya Allah akan saya besar kan dan rawat seperti janji saya pada mendiang ibu anak itu ! " Ameena nampak mengambil nafas dalam
"Apakah mas tidak keberatan akan keberadaan Zakia sebagai putri angkat saya ?!" Suara Ameena terdengar yakin
"Saat ini bukan lah masalah janji atau kah apa nama nya ! Saya sudah cukup lama menunggu nya dalam suatu ketidak pastian - dan kini ada suatu yang lebih penting dari urusan janji dalam hati .. ! Ada masa depan yang sedang menanti untuk ku jihat kan demi kebahagiaan dan keberhasilan seoarang anak kecil didunia dan akhirat -Ammiin.
"In syaa Allah mas tidak akan keberatan ! Karena hanya sebatas merawat dan membesarkan tidak untuk mengubah nasab dari anak itu... !" Jelas Hanan dengan tetap menjaga pandangan nya.
"In syaa Allah mas .. dan Terima kasih sudah mengingatkan Meena akan hal itu .. . .. !
"Apa jawaban mu ! menerima khitbah mas Hanan -Meena.?" Tanya memastikan Hanan pada Ameena.
Dengan pelan Ameena menggangguk..
Hanan nampak tersenyum syukur atas jawaban itu...
Kini rombongan pak kyai telah meninggal kan kediaman Ameena lebih tepat nya kediaman Leon . Dengan membawa kelegaan khitbah yang telah diterima .
Â
Semalaman Ameena terjaga .. teringat akan ucapan Hanand..
Hingga kedua telapak tangan kembali ia tadah kan meminta dan mengadu kepada sebenar -benar nya tempat mengadu
"Diri ini kecil Tuhann -Diri ini ringkih dalam khilaf - " suara Ameena terdengar bergetar dalam doa ..
"Ampuni khilaf dan salah ini Tuhan...
Sebuah air mata lolos begitu saja dari pelupuk mata gadis muda ..
"...?
.....🌸🌸.....
__ADS_1