
.....🌸🌸.....
Â
Flas back on ..
Disisi lain ...setelah kepergian Leon ...
Dideras nya hujan seorang Abrisam tengah bertamu ..
"Apa kabar Lisa... lama kita tidak bertemu.. !?" Ucap basa basi Sam.
"Alhamdulillah -Baik !" jawab Lisa dengan memangku Zakia..
"Aku kesini ingin menanyakan tentang gadis kecil yang telah kamu dan Jimin adopsi 12 tahun yang lalu .. !" ucap Sam dengan menatap tanya pada anak kecil yang ada pada pangkuan Lisa.
Sontak pandangan yang tadi nya agak menunduk kini mengarah tajam pada sosok pria matang ..
Sebuah buku catatan kehamilan dan buku nikah telah Abrisam letakkan diatas meja..
"Apa ini Sam ?" tanya Lisa dengan melihat buku -buku tersebut.
"Buka lah , agar kamu bisa tahu isi dari buku -buku tersebut .."
Dengan perlahan tangan Lisa terarah dan meraih kedua buku tersebut lalu membaca nya .. tak lama kedua buku ia tutup kembali dan mengembalikan nya diatas meja ruang tamu , setelah itu Lisa nampak termanggu dalam pikiran tak percaya nya...
Dengan suara bergetar wanita itu mencoba berkata ..
"In syaa Allah akan saya sampaikan pesan ini kepada Ameena !" Ucap wanita paruh baya itu dengan tatapan mematung dengan posisi terduduk
Flas back Off..
Â
🖤🖤
Disuatu fajar yang tenang .. langit pun belum menampakkan sinar nya ..
Didalam kamar sederhana Ameena tengah mengaji bersama putri kecil nya ...
Jari- jari mungil Zakia terlihat meraba aksara dalam sebuah kitab.
Dengan perlahan Ameena mengarahkan sang putri dalam mengeja dan mengenal huruf hijaiyah agar Zakia tak hanya fasih dalam lafadz tapi juga mengenal tiap bentuk nya.
Sebuah notifikasi masuk dan menghentikan aktifitas Ameena... dengan mengarahkan pengelihatan nya pada ponsel yang menyala ..
"Kia terus kan ya nak.. ! " ucap Ameena dan meraih ponsel milik nya...
Dengan duduk diatas kasur Ameena membuka isi notifikasi dari seorang Ketty..
Satu ketukan pada layar datar , sebuah pesan telah terbuka...
"Asslamualaikum Ameena.. ! Maaf Meen bisa kah kita bertemu ! ada yang mau aku omongin sama kamu !?" bunyi chat dari Ketty.
Ameena terlihat membalas isi chat tersebut..
"Wa'alaikum salam kak.. . ! In syaa Allah bisa kak.. jam makan siang kita bertemu " Balas Ameena.
*
*
Matahari terlihat meninggi dengan sinaran yang selalu dinanti.. Seorang Ameena keluar dari kamar dan menghampiri ibu yang terlihat termenung..
Hati seorang anak yang melihat raut wajah sang ibu menjadi terpatik untuk bertanya..
"Ibu.. ! "Suara Ameena terdengar lembut , dengan pelan Ameena meraih telapak tangan sang ibu.
Mata tua Lisa terlihat menggenang , dengan menatap wajah Ameena yang tertutup cadar.
"Apa Meena ada khilaf ibu.. atau kah perkataan Ameena ada yang menyinggung tanpa Ameena sadari ! " ucap Ameena dengan tatapan tanya.
Sebuah senyuman getir dari ibu..
"Tidak nak.. Kamu adalah putri ibu yang shaleha - tak kan ada rasa atau ungkapan yang bisa ibu gambarkan kecuali rasa syukur ibu kepada sang pencipta " ujar Lisa dengan terseñyum kecil.
__ADS_1
Lisa melihat arah jam dinding..
"Pergilah kekantor - biar Zakia bersama ibu .. !"pungkas Lisa
Ameena terlihat meng anggukkan kepala atas ucapan ibu.
*
*
*
Dipagi yang sama...
Tomy terlihat syok akan dua pesan yang ia baca..
"Ternyata papa selama ini menguntit dan mengawasi Ameena..! apa yang dimaksud papa wanita yang sama adalah Ameena ?!" Suara Tomy mencoba menerka.
"CKKKK.. tidak mungkin !?" Ucap tak percaya Tomy..dengan menggelengkan kepala disertai tawa yang aneh.
" Dan apa ini ?" Suara Tomy tercekat
Saat ponsel hitam milik nya berdering ...dan ternyata yang menghubungi nya adalah Tuan Surya ...
Pikiran Tomy telah mengarah pada suatu topik yang akan dibahas pria tua itu ..
" Hallo kek... ! " suara Tomy terdengar datar menyapa...
"Datang dan temui aku.. !" suara perintah Surya terdengar melalui saluran telefon.
*
*
Â
Tanpa terasa jam makan siang telah tiba..
Tatapan mata seorang Ketty Armand sedang terarah pada tiap sisi tempat makan sederhana tak lama yang ia cari telah menanti disuatu sudut tempat tersebut..
"Assalamualaikum Meena " ucap Ketty dengan meletak kan tas jinjing milik nya diatas meja .
Sejenak Ketty tersenyum akan penampilan baru Ameena.
"Wa'alaikum salam Kak.. !" sahut Ameena dengan tersenyum.
"Sudah pesan makanan atau minuman ..?"tanya Ketty dengan terus memperhatikan Ameena.
Meena mengangguk .
Minuman dan makanan yang dipesan telah tersaji diatas meja.. tak lama Ameena teringat akan Al-qur'an milik nya...
"Ma.af kak.. apa kak Ety masih menyimpan Al-qur'an milik Meena ?" Tanya gadis bercadar itu dengan pelan.
Ketty yang tadi nya akan menyesap minuman perlahan ia urungkan ..
Dengan bersandar pada sandaran kursi Ketty mulai berkata..
"Bukan kah sudah kakak titip kan pada pria yang selama ini kamu tunggu !" ucap Ketty dengan terkesiap..
Meena mengerjab kan mata seperti sedang berpikir..
"Pria siapa yang kakak maksud ? " tanya Ameena dengan ragu.
"Bukan kah Tomy pria yang ada dalam secarik kertas itu Meena? selembar kertas yang kamu selip kan dibalik mushaf Al-qur-an milik mu ??.. " suara Ketty terdengar berhati -hati.
Tangan Meena terjatuh lemah .. Meena menunduk lama diatas meja..
Segala pernyataan Ketty akan pria yang ia tulis itu ternyata Tomy yang selama ini ia panggil paman...
Tak lama bahu gadis bercadar itu bergetar..
Isakan mulai terdengar lirih ..
Setelah lama menuang rasa haru yang telah menggebu pada qolbu - Ameena terlihat merapikan kerudung dan niqob yang ia kenakan..
__ADS_1
Ketty mengarah kan sebuah tissu..
"Apakah tangisan ini dari rasa bahagia mu Meena atau kah ada rasa yang lain ?? !'" Tebak Ketty dengan mengerutkan dahi menunggu jawaban dari Ameena.
Ameena menggeleng pelan..
"Ameena telah gagal kak ! Meena tak mampu menjaga janji itu ! Dimana baru tiga hari yang lalu Ameena telah menerima khitbah dari mas Hanan.. dan melepas kan janji dari ...-- ! " Ameena sengaja tak melanjutkan ucapan nya karena suara sentakan Ketty.
"Mas Hanan ibrahimmm ???" Ucap mengulang Ketty dengan terkejut.
Ameena nampak tersenyum kecil akan suara mengulang Ketty dan expresi wanita dewasa itu .
Tak lama Ameena berkata..kembali
"Kukira milik ku masih berada dikakak!? ternyata ... !?" suara Ameena terdengar sedih..
"Andai bisa Meena ambil kembali ... !?" Suara Ameena terdengar serak .. !
" Setelah dari sini ikut lah aku pulang untuk mengambil apa yang memang menjadi milik mu !?" Suara Ketty dengan mengusap air mata pada mata indah Ameena...
--
Disebuah rumah berlantai tiga ..
Tomy melangkah kan kaki tinggi nya masuk mencari sang pemilik rumah megà h tersebut..
Sesampai nya disebuah taman ..
"Siang Kek.." sapa Tomy..
Pria tua itu hanya menatap sesaat tanpa hendak menjawab sapaan yang terlontar dari bibir Tomy.
Tomy terdiam duduk disebuah kursi kayu yang mengkilat ..setelah lama pria dewasa itu menunduk akhir nya Tomy pun mengangkat kepala nya dan mulai bertanya..
"Kek.. Tomy langsung saja pada intinya. ! " ucap Serius Tomy namun pria tua berusia hampir 65 tahun itu hanya bergeming dengan membaca sebuah surat kabar ditangan.
"Kek ... bisa kah kakek mendengarkan Tomy sebentar !? Ada yang ingin Tomy tanya kan...
" Apa benar kakek datang keprusaahan Tomy ?!" Tanya Tomy dengan hati- hati walau jujur dalam hati Tomy ingin sekali menghujam perkataan yang kasar kepada pria tua itu.
"Apa kakek tahu siapa yang membocorkan rahasia data perusahaan Tomy..?". tanya Tomy deñgan lirikan mata sinis..
Surya pria tua itu hanya menampakan wajah tenang nya.. bagaikan air danau yang tenang namun berbahaya..
Dengan tetap mengarahkan mata pada surat kabar ...
"Aku hanya ingin katakan ! ketahui lah porsi mu nak dalam batas kewajaran mu sebagai anak angkat dikeluarga besar kami .. ... !?" Ucapan yang SINGKAT dan PADAT !! namun JAHAT diarti..
Tomy terdiam dalam ketidak berdayaan an nya..
" Saya Tahu kek .. !" Sahut Tomy dengan menunduk kan wajah .
"Jika kamu tahu ! Kamu tidak akan bermain -main dengan rencana perjodohan mu dengan putri keluarga Armand !?" Jelas Surya dengan menurunkan surat kabar dan beralih menatap Tomy.
" Perlu kamu tahu ! Bila perusahaan mu yang tidak ada apa -apa nya dengan perusahaan Armand itu digabung sudah bisa aku pastikan perusahaan kita akan makin besar .
Tomy yang mendèngar ucapan pria tua tertawa getir.....
"Miris ... Tak pernah ku sangka !? Pernikahan hanya sebagai alat untuk mendapatkan harta !? Semacam barter manusia dan harta !!" Suara Tomy seolah menyinggung tengkuk ketamakan seorang Surya.
Pria tua itu menajamkam mata seraya membulat kan mata tuanya kepada Tomy...
"Aku harap kamu tidak lupa dari mana asal mu nak ?! Dari mana kamu dipungut !!?" Suara kakek tua terdengar meremehkan pada Tomy.
Tomy menggelengkan kepala atas rasa tak percaya nya , kata - kata itu akhir nya keluar lagi dan LAGI...
"Bagaimana saya bisa lupa ! Kalau anda selalu mengingat kan nya tuan SURYA ?!" Jawab Tomy dengan nada yang berbeda..
pernyataan Tomy seolah menohok pikiran kakek tua ..
Tomy melangkah kan kaki dengan lebar keluar dari rumah seorang tua yang merasa hidup nya diabdikan untuk harta.
Disebuah pelataran yang luas Tomy berdiri dan membalikkan tubuh nya , menatap dan menyisir setiap sudut bagunan rumah megah tersebut..
"CKK.. harta sebanyak ini mau engkau apa kan tuan Surya .. ?" Gumam Tomy dengan kembali melangkah...
__ADS_1
.....🌸🌸.....