
.....🌸🌸.....
" Oya.. ! "
PLAAAK.. tangan remaja itu telah mendarat dipipi Meena yang kanan .. kemudian tangan yang sama terlihat mengayun kembali dan akan menampar pipi sebelah kiri Ameena.
Meena telah memejamkam Mata.." AH BONYOK DAH.... !!?" batin Ameena.
DUG .. tangan seseorang telah menahan lengan remaja itu dengan kuat sampai terlihat bekas memerah dilengan remaja C.
" Apa yang kalian lakukan? 1 lawan 3 !" Suara pemuda tampan.. ketiga remaja cewek kini terpesona akan wajah tampan dihadapanya.
Dengan kasar Leon melepas lengan remaja itu."PERGI !" Bentak Leon.
Dibawah sinaran matahari yang terik , nampak bayang seorang pangeran bak GATOT KACA nan gagah perkasa , tengah menahan tangan cewek sok kuasa .
Ameena mengarah kan pandangan nya , pada tubuh pemuda berkulit putih nan tinggi , dan Ameena hanya mampu menatap nya dari posisi nya saat ini.. sesaat kemudian ...
"Astagfirullah haladzim .. EMBER KU !!" Meena terlihat berlari kecil kearah bibir sungai...
Sesampainy dibibir sungai...
" DASAR menyebal kan !!" Gerutu Meena dengan mencoba meraih ember yang dibuang kesungai, beruntungnya ember itu tersangkut dipohon yang tumbang dan tak ikut terhanyut oleh arus .
Meena mencoba semakin mendekat dengan menginjak semak- semak yang ada dibibir sungai , untuk menjangkau benda yang tersangkut.
Tak lama - pada suatu usaha...
" DAPAT !" Ucap bangga gadis kecil , tanpa menggeser tubuh subur nya , secara sepontan Meena melompat -lompat di atas semak- semak , LALU...
" AAAKKKKKK...
" SSSRAACCCK BYURRRR... " Ameena tercebur.
PPPEETZZZ... HAHAHAHHAA....
" YAHHH jatuh si gendut.. !!" Seloroh Leon dengan terpingkal - pingkal melihat Ameena.
Jimin menggelengkan kepala ,melihat kecerobohan gadis kecil itu, lalu tanpa disengaja Jimin memutar mata kearah Lisa yang seolah tersihir oleh sosok Ameena .
Meena mengarahkan mata kesal nya pada Leon.
" Bukan nya nolongin malah diketawain, dasar orang kaya !?" Omel Meena dengan mencoba berjalan kearah pinggir sungai.
" SRAC -BYUR -SRAC- BYUR -BYUR "
terdengar langkah Meena dengan gamis bawah nya yang basah seolah menyapu air yang mengalir.
Saat Meena fokus mencincing gamis nya yang basah agar tak susah dalam melangkah , tiba -tiba sebuah tangan terulur kearah nya, Meena langsung mendongakkan kepala , lalu menatap pemuda dihadapan nya .
" HAHH.. apa ini !? Apa dia mau menolong Ku ?! " batin Meena.
__ADS_1
" Enggak usah kak, nanti tangan dan pakaian kakak yang bagus dan wangi itu kotor karena menolong ku !?" Tolak Meena dengan terus terang.
" HEH .. jangan GR kamu ! Ini demi mama ku !?" Sahut LEON . Mata Meena melihat kearah wanita yang sedari tadi memperhati kan nya.
Meena mengulurkan sebuah ranting kearah Leon, Leon terdiam melihat ranting yang disodorkan Ameena.
" Untuk apa ini ?!" Tanya heran Leon kepada Meena.
" Kata nya mau menolong ku ! Jadi nggak Siih !?" Jawab Meena dengan ketus.
" Lalu ranting ini?" Tanya Leon lagi sembari menunjuk ranting.
" DASAR .. orang kota , begini aja nggak tau !?" Gumam Meena meremehkan.
Namun telinga pemuda itu dapat mendengarkan dengan jelas apa yang Ameena gumam kan..
" Apa kamu bilang !?" Sergah Leon.
" Tidak ! Lupa kan !" Lanjut Meena , yang akan bersiap -siap..
Meena melihat Leon yang hanya menatapnya saja dengan ranting yang berada di tangan nya. tak lama Meena mulai geram..
"WOII KAK ! Arah kan ranting itu ke arah ku!? " suara Meena terdengar mulai menggigil , dengan nada jutek.
"BEGINI !?" Sambung Leon. Dengan mengarahkan ranting yang berada ditangan nya kearah Ameena.
"AWAS ! Pegang yang kuat dan jangan sampai dilepas !!" Sahut Ameena.
" BISMILLAH " .. satu kata yang selalu ia serukan .
" EEIIHHH.. CEP-PAT T -NÀa-IK -NÝA!" Suara Leon terdengar terputus -putus dan selalu ada penekanan dalam tiap kata.
*
*
Tanpa sengaja tangan kotor Ameena menyentuh lengan Leon yang tertutup jumper lengan panjang yang ia kenakan.
" HAH-HAH-.. ALHAMDULILLAH akhir nya bisa mendarat dengan sempurna !" Seloroh Ameena dengan nafas naik turun.
Mata Leon membulat kearah jumper yang kotor akibat ulah Ameena..
" Mendarat -mendarat ! kamu kira ini landasan udara ??" sungut Leon .
Meena hanya menatap sesaat , lalu memalingkan pandangan ..
Seperkian detik berikut nya...
" Saya ucapkan terima kasih IBU !?" Ucap tulus Ameena , yang kini berada di hadapan wanita dewasa bernama Lisa , dengan menenteng sebuah ember dan kayu kecil dengan ukuran -+1 meter.
Dengan menunduk ,Ameena sedikit menggerakkan mata kearah pria bernama Jimin
__ADS_1
" BAPAK .. !? Meena ucap kan terima kasih sudah menolong Meena dari para PRENDIES ..!?" Ucap gadis kecil berkrudung besar dengan sopan.
Jimin dan Lisa mengerutkan kedua alis nya , mendengar istilah ajaib dari gadis tersebut..
Jimin menatap kearah sang istri yang sedari tadi berdiri, dan tak mengedip kan mata pada sosok gemuk dengan balutan gamis syar'i berwarna hitam.
" Maaa .. duduk lah ! Mama.. ka-n ... " ucapan Leon tertahan akibat suara Lisa ..
" Ameena !?" suara Lisa dengan memegang pipi gembul gadis berkrudung besar.
Ameena mengerak kan mata kekanan -kekiri ,akan sikap Lisa .
" I-I-IYA Bu... Saya nama nya Ameena.!?" Jawab nya dengan nada yang mulai meragu dan ada rasa khawatir.
" EMMMMHHH... ibu ini kenapa Ya.. ? Kenapa tahu nama ku ? Terus kenapa memegang pipi ku ! Aku kan jadi malu dan juga takut , Bagaimana kalau aku diculik , !?" Batin Ameena dengan segala pemikiran aneh nya.
" Biar ibu antar pulang ya ? " tawar Lisa.
Ameena terdiam , lalu menggeleng kan kepala sembari tersenyum..
**
Dipenginapan yang nyaman dan asri , terlihat seorang pemuda yang akan pergi..
" Kamu hati - hati dijalan , jangan ngebut !?" nasehat seorang mama pada anak bujang nya.
" Kamu yakin kembali malam ini ? !" sambung Jimin dari arah belakang.
" Leon harus menyiap kan materi kuliah awal ajaran baru ! jadi Leon tidak bisa menemani Papa dan mama lebih lama !?" ucap pemuda berkulit putih dengan mengemasi barang milik nya.
**
Hari berikut nya ...
Didepan sebuah pintu pagar panti .. berhenti sebuah mobil berwarna hitam bertuliskan YAMANA.
Sepasang sepatu fantofel melangkah dan menginjak becek nya jalanan karena bekas tepaan air hujan semalam.
"PERMISI" suara pria dewasa menggema didepan pagar , dapat dilihat aktifitas panti dipagi hari - dari luar pagar, karena jendela dapur telah terbuka.
Dari arah dalam panti , seorang gadis kecil yang sedang bersin- bersin membuka kan pagar untuk pria dewasa bernama Jimin , Jimin mengerutkan dahi kearah sang anak.
" Assalamualaikum .. bapak sedang mencari siapa ? " tanya gadis itu dengan mengelap hidung nya yang memerah .
Sejenak Jimin membatin.. " bukan kah ini gadis kecil berjilbab besar kemarin??"
" Kamu tinggal disini nak ? " tanya Jimin kepada Ameena , yang sedang sibuk mengelap ingus nya.
Ameena mendongak kan tatapan nya kearah Jimin ..
" Bapak ?!" Pekik Ameena .
__ADS_1
Jimin tersenyum kembali pada Ameena . Dari arah belakang tubuh Jimin , Ameena melihat sosok wanita yang begitu cantik turun dari mobil..
.....🌸🌸.....