True Love

True Love
EPOSODE 84 MERABA DALAM RASA .


__ADS_3

.....🌸🌸.....


Masih di tema yang sama...


"Mbak Zizah ... mungkin saya akan jarang pulang keMalang.. saya titip ZAKIA !?"


Saya menatap bingung kearah mbak Tari .. namun mbak Tari hanya tersenyum dan berkata kembali..


"ZAKIA PUTRI AMEENA .. itu nama putri kecil saya- Mbak Zizah !!" Jelas mbak Tari dengan senyuman .


Dipoin ini Ameena seolah berpikir keras .. memutar ingatan nya akan pertemuanya bersama Tari beberapa tahun yang lalu.. namun Meena hanya mampu meraba dalam rasa tanpa mampu berkata.


"Yang saya tahu seiring tumbuh besar nya Kia mbak Tari makin berubah semakin baik ..


" Mbak Tari beberapa kali membawa Zakia kecil berkonsultasi kepada dokter spesilalis anak dan mata ..menurut penuturan dokter Zakia dapat meilhat setelah mendapatkan pendonor mata yang tepat .. Tapi semua itu tidak lah murah... !? " Jelas Azizah terdengar lirih.


*


*


*


"Kalau boleh tahu dimana rumah pria itu mbak .. saya akan bicara baik- baik.. ?" Ucap Meena menimpali.


Azizah menggeleng seraya tertawa miris..


"Percuma mbak Ameena kesana..


Saya dan mbak Tari pernah sekali kesana membawa Kia sewaktu masih bayi tapi tak ia anggap- apa lagi ibu dari pria duda itu wanita tua yang memiliki tutur kata yang kejam ditiap ucapan nya -wanita tua itu mengusir kami ber tiga bagaikan seorang pengemis.. alih - alih mereka menaruh rasa iba akan keadaan Zakia .. mereka malah memberi sumpah dan ucapan yang amat merendahkan.


"Sejak itu mbak Tari bertekat tidak akan pernah meminta bantuan apapun untuk Zakia dari pria kaya itu.


"Dan mbak Taŕi pun kembali melakukan pekerjaan terlarang nya itu untuk menafkahi Meena dan meng Gaji saya...


"Saya tidak menutup mata atas pekerjaan mbak Tari - saya sudah mencoba mengingatkan nya .. untuk tidak bekerja seperti itu , tapi mbak Tari berkilah cara itu lah yang paling cepat mendatang kan uang untuk biaya operasi Zakia tanpa harus mengiba pada pria yang semesti nya ikut bertanggung jawab atas keadaan Zakia kecil...


"Mbak Tari yang masih muda dan cantik menjadikan hal itu sebagai modal untuk mendapat kan uang yang instant..


"Mbak Tari berangkat ke ibu kota ..untuk bekerja disana tanpa ada warga yang tahu apa pekerjaan mbak Tari sebenar nya..


"Mbak Tari tiap bulan mengtransfer uang dengan jumlah yang tak sedikit untuk keperluan Zakia dan saya di sini .. . Seiring waktu berganti Zakia tumbuh besar bersama saya terkadang saya cukup kerepotan dikala menjawab semua pertanyaan bocah pintar itu tentang mbak Tari yang jarang pulang .


*


*


Meena cukup termanggu akan cerita ibu Azizah tentang Tari semasa hidup..


Tiba - tiba pikiran Ameena serasa tergelitik akan alasan Tari menjadikan Ameena sebagai bunda dari putri semata wayang nya..

__ADS_1


" Apa ibu tahu alasan Tari kenapa menuliskan nama saya pada akte kelahiran Zakia ?" Tanya Ameena.


Wanita itu tersenyum dengan menggeleng ..


"Saya tidak tahu mbak.. karena mbak Tari amat lah pemendam orang nya .. tak semua yang ia rasakan akan ia bagi ...


"Tapi kini saya tahu kenapa mbak Tari memilih anda sebagai ibu dari Zakia !?" Ucapan Azizah membuat Hanifa mengangkat satu alis nya .


"Maksud mbak Azizah apa ?" Suara wanita muda bercadar itu terdengar tegas.


Azizah hanya tersenyum akan ucapan Hanifa... seolah menggantung kan ucapan tanya wanita bercadar itu .


 


*


*


Suatu pertanyaan begitu menyarang pada benak Ameena... dengan pelan gadis itu mulai bertanya...


"Apa kah Tari bercadar dan apa kah tari memakai pakaian tertutup?.... karena setahu saya Tari orang nya sangat suka memakai pakaian yang terbuka . ...


Azizah sekali lagi tersenyum..


"Awal nya saya berpikir kalau mbak Tari telah mendapat kan hidayah dari sang maha kuasa.. tapi sayang nya saya SALAH ... mbak Tari bertutur bahwa ia berpakain seperti itu diwaktu pulang kerumah ..


"Seperti nya mbak Tari telah menyiap kan segala sesuatu nya untuk anda dan Zakia !" ..ungkap Azizah .


"Mbak Tari sengaja memasang foto mbak Ameena pada dinding ruang tamu ..." Hanifa menatap arah tunjuk Azizah


. ..


" Pantas saja sedari tadi dia melihat Ameena sebegitu nya .. !?" Batin Hanifa.


"Seperti nya mbak Tari ingin membuat warga sekitar kompleks ini mengetahui bahwa ibu dari Zakia adalah anda !.." Jelas Azizah.


Sebuah cerita yang lumayan panjang tentang seorang Tari semasa hidup nya telah ia dengar dengan seksama dari Azizah -


Akan tetapi hati seorang Ameena belum lah mendapat kan titik ketenangan batin .. sebelum ia bisa berkata dan menjelaskan kepada Zakia dengan sebenar nya ...


"Tapi maaf kan saya mbak Azizah.. saya tidak bisa berdiri diatas kebohongan ... dan melangkah dijalur kepura -puraan - sejak dulu saya lebih baik diam dari pada saya harus bekata bohong selama diam itu tak membuah kan suatu kekeliruan dikemudiaan hari !?" Lanjut Ameena.


"Jadi maksud mbak Meena apa !?" Ucap tanya Azizah.. dengan jantung yang mulai berdebar.


Hanan dan Hanifa juga ikut tersentak akan pemikiran Ameena..


*


*

__ADS_1


*


Kini Ameena melangkah dengan yakin menuju kamar Zakia ..


Ameena nampak berdiri diambang pintu kamar Zakia kecil yang terlihat bermain seorang diri ...


"Assalamualailkum ..!" Suara Meena menyapa Zakia.


Bocah 5 tahun itu mengarahkan pendengaran nya pada sumber suara berasal...


"Wa'alaikum salam.. !" Jawab nya.. dengan mengarahkan tatapan dan senyuman kearah Ameena yang melangkah.


"Wahhh... mainan nya banyak banget Kia!?"ucap Ameena dengan menatap kearah bocah cantik yang nampak menunduk..


"Iya bunda.. "suara serak Kia kecil..


Ameena yang mendengar serak nya suara Zakia kecil meraih pundak anak tersebut...


"Kamu menangis?" Ucap panik Ameena yang melihat deraian air mata bocah malang tersebut.


Meena sudah menyiap kan beribu ribu tetapan hati akan menerima semua penolakan dan sesuatu yang buruk dari Zakia...


"Apa Kia sayang sama bunda ? "


Bocah cantik itu mengangguk...


"Andai bunda pergi dan tidak bisa ketemu Kia lagi ! Apa Kia akan sedih ?" Tanya Ameena dengan berhati - hati...


"Kan bunda pelgi cali uang buat Kia !?" Jelas Kia kecil..


Ameena tersenyum getir atas jawaban bocah pintar itu.


Tanpa disangka .. bocah cantik itu memeluk tubuh langsing Ameena secara tiba -tiba...


"Jangan kelja jauh lagi ya bunda.. bial saja Kia tidak bisa melihat asal kan Kia bisa dekat sama bunda - Kia tidak mau bunda sakit lagi... Kia sangat senang bisa peluk bunda sepelti ini .. !?" Suara isi hati bocah kecil itu .


Ameena menatap kearah tiga orang dewasa yang berdiri dilluar kamar , Aźizah pergi seolah tak sanggup melihat dan mendengar ucapan jujur gadis kecil itu.


Begitu pun Hanifa ia memeluk sang kakak ..


Ameena menghirup napas dalam -dalam dengan mengarahkan wajah nya keatas berusaha menahan air mata yang akan menetes tak berdaya...


"Haaaahh.." suara helaan nafas Ameena.


" Kata ibu Zizah .. bunda sedang sakit makanya bunda tidak bisa pulang menemui Kia !? Dan kata ibu juga ... Zakia nanti diLawat sama teman nya bunda ! " jelas bocah cantik dengan mata yang membasah .


Ameena membisu tak tahu harus memulai menjelaskan nya dari mana . Dari arah luar kamar Azizah -Hanifa dan Hanan menatap cemas .


.....🌸🌸.....

__ADS_1


__ADS_2