True Love

True Love
Ikan


__ADS_3

Sesampainya di pedesaan, Tania keluar dari mobil dan berteriak sekencang-kencangnya. Melegakan hati yang begitu senang berkunjung di sana. Suaminya dibuat kaget oleh tingkahnya, tiba-tiba menjerit.


"Bisakah mulutmu itu diam? Sakit telingaku mendengarnya" Ucap Rasya sembari menghampiri Tania.


"Tidak bisa! Ini sudah bawaan dari lahir. Jika kau tidak suka maka terserah saja" Jawab Tania enteng, lalu ia berlari ke arah danau dengan merentangkan kedua tangannya kesamping.


Rasya pun hanya menghela napasnya, dan membiarkan Tania melakukan apa yang dia inginkan, asal tidak berbahaya saja. Seulas senyuman mengembangkan, kala melihat kebahagiaan dan keceriaan dari wajah istrinya.


Hanya butuh waktu saja ini akan berubah menjadi sesuatu yang sudah sepantasnya terjadi. Tak terasa sudah hampir satu bulan mereka menikah, belum ada yang terjadi pada mereka, selain bertengkar hal konyol.


Ia menggelar tikar, dan menaruh makanan dan minuman diatasnya, sedangkan istrinya asyik bermain air dipinggir danau. Tempat yang mereka kunjungi adalah danau dan barulah nanti ke tempat yang lain. Pohon rindang membuat udara semakin sejuk, nyaman mata memandang.


Meski matahari semakin naik ke atas permukaan langit, tak membuat udara disana menjadi panas. Beda dengan diperkotaan yang panas dan penuh polusi udara.


"Tania kemarilah, ayo makan dulu. Sedari tadi kau belum sarapan!" Ajak Rasya dengan melambaikan tangannya. Kek berasa menjadi seorang ayah yang manggil anaknya buat makan.


"Sebentar lagi, aku akan kesana...." Jawab Tania berteriak karena jaraknya jauh.


"Ya Tuhan, susah sekali Tania diajak makan. Harus aku jewer kayaknya biar nurut" Gumam Rasya lalu ia beranjak dari duduknya menghampiri Tania.


Sesampainya disana, Tania terlihat begitu fokus memandang arah air. Menatap ikan atau bayangan?


"Kau sedang apa, hah?" Tanya Rasya dan mengagetkan istrinya.


"Haaah...., Ya Tuhan Rasya kau mengagetkanku saja" Jawab Tania sambil menggerutu.


"Kau sedang apa....?" Sekali lagi bertanya.

__ADS_1


"Aku sedang......" Ucapnya terpotong saat melihat air danau.


"Sedang....apa?"


"Tuh kan hilang. Ini semua karna dirimu!"


"Lho kok jadi aku yang salah sih?"


"Iya kau salah, jika saja tadi tidak mengagetkanku maka ikan tadi tidak lari".


"Berenang Tania bukan lari. Memang ikan punya kaki?".


"Terserah dan sekarang aku kehilangan ikan itu...." Raut wajahnya mendadak sedih.


Rasya pun jadi lemah dan mendadak marahnya hilang serta niatan untuk menjewer telinga Tania pun sirna.


"Tidak semuanya! Bukan itu yang aku mau" Jawab Tania kesal.


"Lalu ikan apa yang kau mau, apa hiu atau paus?" Nyeleneh sekali Rasya bertanya.


"Bukaaannnn....!" Sahutnya lagi dengan menepuk jidat.


"Terus apaan?" Sudah tidak sabar bertanya.


"Ikan kecil yang indah" Jawab Tania keras.


"Kecil dan indah? Ikan seluang maksudmu?"

__ADS_1


"Betta fish! Ikan itu yang aku mau" Jawab Tania.


Lalu Rasya pun langsung lemas badannya, sudah capek menyebutkan satu persatu nama ikan dan ternyata tidak ada yang benar.


"Oke nanti kita beli di tempat pertambakan ikan. Mungkin disana ada...." Usulnya supaya Tania tidak merajuk lagi.


"Di mana ada tambak ikan? Apa memangnya ada yang jual ikan seperti itu?" Tanya Tania butuh kepastian supaya tidak berkhayal tinggi.


"Entahlah nanti akan aku carikan ikan untukmu" Jawab Rasya, dia juga bingung kenapa mulutnya berkata seperti itu.


"Okeee, akan aku tunggu ikannya"


Mampus kamu Rasya segala bilang mau cariin ikan Betta fish dan padahal dirinya sendiri kurang yakin untuk mencari ikan kecil itu.


Lalu Rasya pun langsung mengajak Tania untuk makan makanan yang di bawa dari rumah mereka. Di sana sangat sepi, tidak ada orang lain selain mereka berdua. Semilir angin kencang menerpa wajah Tania dan membuat rambutnya berterbangan kesana-kemari. Rasya pun membalikkan badan istrinya menghadap wajahnya, wajah cantik nan imut membuat Rasya bahagia. Lalu satu tangannya menyelipkan rambut Tania di daun telinganya.


Istrinya dibuat diam seketika, tatapan matanya tidak berpindah tetap memandang wajah suaminya yang tampan dan galak.


Bersambung


.


.


.


Please klik like dan komentar serta vote nya juga ya, biar aku tambah semangat nulisnya. Pan kali banyak yg like, komentar dan vote pasti membuat mood aku tambah dan halu ku juga semakin tinggi. Mau buat cerita semesra mungkin.

__ADS_1


__ADS_2