True Love

True Love
EPOSODE 37


__ADS_3

.....🌸🌸.....


Masih dikediaman Armand..


Ketty mengusap air mata kebahagiaan dari pipi Ameena , lalu tangan Ameena menyentuh tangan Ketty seraya menurun kan nya...


Ameena menatap netra wanita dewasa dihadapan nya saat ini dengan begitu banyak pertanyaan dalam benak nya..


" Apa kakak tahu ... disaat aku berada pada titik pengharapan ku yang tak kuraih akan sesuatu pada sesama, dan akan selalu aku eluh eluh kan dalam tiap doa dan sujud ku , Dan Allah belum memberi jawaban akan pengharapan ku itu ! " Ameena cukup terhenti dan tersenyum dengan wajah memucat kearah Ketty.


"Disitu aku bertanya ?...kenapa Allah tak memberikan apa yang aku minta ! Namun disaat aku mulai lupa akan harapan ku , Allah memberikan nya tanpa aku meminta nya dan aku sangka ...!


" Disaat ini aku tersadar ... Allah bukan nya tak memberikan apa yang kita minta ! melain kan Allah memberikan apa yang terbaik untuk kita- sebagai hamba nya !!?"


Sejenak Ketty terdiam dalam tatapan tak percaya akan pernyataan Ameena..


Ketty sungguh merasa kagum akan kedewasaan seorang Ameena yang dimasa dulu adalah gadis kecil bertubuh gemuk dan ceroboh..


" kamu sudah tumbuh lebih dewasa Meena ... !? Kakak sungguh tak menyangka kamu akan bisa tumbuh sedewasa ini dengan pemikiran bijak mu ..! " jelas Ketty dengan memeluk tubuh Ameena sekali lagi, dengan perlahan Ketty menarik tubuh langsing nya lalu berkata kembali..


" Aku sangat bersyukur Allah telah mempertemukan kita tadi malam.. dan aku bisa melihat bekas luka operasi itu pada tubuh mu...dan pada akhirnya aku bisa tahu kalau itu kamu Ameena yang selama ini aku cari... !?" jelas Ketty dengan sendu menatap netra Ameena yang juga berkaca.


Saat Ameena mengusap wajah mulus ketty .. Ameena cukup terkejut mendengar dering ponsel milik nya ...


Ameena menatap layar pada benda hitam ditangan nya saat ini .. " IBU !!" gumam gadis itu -


Dari arah depan -Ketty melihat raut wajah pucat Ameena dengan tanya?..


" Assalamualaikum Ibu !?" Suara Ameenà.


Bukan nya suara Lisa sang ibu yang terdengar ditelinga gadis muda ! Melain kan suara pria dewasa terdengar marah kepada nya.


" KAMU dimana ?!!!" Suara bentakan terdengar.


Mata Ameena membulat saat mendengar suara pria dewasa itu , terdengar suara tangis seorang wanita yang ia hormati dari dalam ponsel.


" Kakak jangan khawatir , Aku akan segera pulang !" Jawab Ameena dengan berusaha tenang.


" KATAKAN dimana kamu sekarang !?" Ketty sayup- sayup mendengar suara seorang pria sedang membentak emosi kepada gadis muda bernama Ameena.


Ameena menelan saliva nya dengan menatap Ketty yang sedari tadi menatap nya cemas.


" Aku juga tidak tahu kak, a-ak!?" TUT - tut ..!!? Ameena belum selesai akan ucapan nya ,Suara pria dewasa yang bernama Leon telah mematikan ponsel milik sang ibu.


Dengan panik Ameena mulai bersiap untuk segera pergi, tapi Ketty dengan perasaan tak tenang menarik lengan Ameena.


" Apa yang terjadi Meen ...? " tanya Ketty khawatir yang melihat wajah gadis muda itu makin memucat.


Dengan tatapan bingung - tak tahu harus menjawab apa ...


Ameena hanya tersenyum kecil menjawab pertanya an Ketty - sembari menganti kerudung ketty dengan kerudung besar nya..


" Aku pinjam dulu pakaian nya ya kak, nanti setelah aku cuci akan aku kembalikan! " ujar Ameena dengan buru- buru mencari pintu untuk keluar - akan tetapi rumah mewah Ketty sangat lah luas - alhasil Ameena cukup kebingungan.


Ketty tersenyum melihat kepanikan gadis muda yang berjalan kesatu arah seolah tahu dimana pintu keluar rumah megah itu.


Namun benar saja! sesaat berikut nya Ameena kembali menghampiri Ketty..


"Kak ! Pintu keluar nya dimana? "... tanya Ameena dengan wajah kebingungan.


" Lain kali tanya dulu ! " suara Ketty dengan tersenyum kearah Ameena.


" Emang kamu tahu dimana pintu keluarnya ? Apa lagi dirumah sebesar ini ?!" Sambung Ketty dengan menggeleng kepala karena heran ternyata Ameena belum bisa sembuh dari kecerobohannya...


*


*


Dari luar terlihat mobil Leon ..pria dewasa itu melihat kembali gps nya ..


" Ini benar lokasi nya.. tapi ngapain Meena berada dikediaman keluarga Armand !? " batin Leon dengan mengerut kan dahi.


Pria itu turun dari mobil mewah nya yang berwarna putih ..


" Permisi pak !! saya ingin bertemu dengan pak Armand ?" Ucap Leon .


" Ma.af apa anda sudah ada janji?!" tanya securty..


" CK.. Dasar orang kaya .. ! " batin Leon .


" Saya Leon ! Saya kesini ingin menjemput adik saya !?" Jelas Leon kemudian.


*


*


Terdengar dering telpon dari pos securty ,beberapa menit berikut nya pria dewasa itu dipersilahkan masuk , dengan langkah lebar Leon menjemput Ameena .


Dari dalam rumah - Leon melihat Ameena dan seorang wanita yang lebih tua dari adik nya itu keluar ..


" Ma.af saya kesini ingin menjemput adik saya..!?" ucap Leon dengan nada angkuh.


Ketty terpaku mendengar pernyataan pria dewasa didepan nya ! .. " adik !! berarti pria ini adalah kakak angkat nya Ameena ..?" Batin Ketty bertanya.


" AYO KITA PULANG! " ucap Leon dengan menarik paksa lengan Ameena yang terbalut kain gamis , tanpa melihat keadaan Ameena terlebih dulu .


" Hey !! tolong jangan kasar pada nya !?" Sergah Ketty kepada Leon.


Namun Leon tak menanggapi ucapan Ketty ,


" Kak.. aku bisa jelas kan jangan marah dulu !" sanggah Ameena dengan suara bergetar.


Langkah Leon tertahan lalu dengan pelan tubuh pria dewasa itu menghadap pada Ameena.

__ADS_1


Tangan Leon terlihat keatas dan akan mendarat pada pipi cabi Meena ,


PLAKKK..!!! sebuah tanparan telah mendarat pada pipi Ameena .


Ameena tertunduk , gadis itu pun tak membalas atau pun menghindar dari serangan Leon.


" SUDAH PERNAH AKU PERINGATKAN jangan buat mama menangis atau bersedih !?" Suara Leon terdengar mengancam dan Mata yang membulat .. seolah ingin membunuh Ameena.


Ameena mengangguk patuh , kemudian Ameena beralih menatap sendu kearah ketty.


"Assalamualaikum kak Etty.... !? Terima kasih.. " ucap Ameena dengan tersenyum getir .


Ketty menatap kepergian Ameena yang sedang terlihat terpaksa ..


"Apa kah kamu bahagia Ameena ? kenapa pria dewasa yang kamu panggil kakak -begitu kasar perlakuanya terhadap mu ?!" ..


Sesampainya di rumah -


Bruggg...


Lisa terkejut melihat sang putri tersungkur di kaki nya..


" Leon apa yang kamu lakukan pada adik mu .? " Tanya Lisa marah .


Pria dewasa itu hanya memberi tatapan marah kearah Ameena - lalu melangkah begitu saja keatas..meninggal kan sang ibu yang marah dan Ameena yang sesegukan.


Lisa bisa melihat bekas tamparan pada pipi Ameena ..


Walau gadis itu mencoba menutupi nya dengan bagian hijab besar nya.


" Bik .. tolong ambil kan kompres an !" Pinta Lisa kepada bibik.


Lalu Lisa menatap kembali pada wajah Ameena..


" kamu dari mana nak ?" Tanya lembut Lisa dengan merapikan jilbab gadis muda itu.


Wajah Ameena yang tadi nya menunduk kini menengadah pada wajah sang ibu.


"Semalam hujan Ibu , Meena menginap dirumah teman !?" Jawab Ameena walau tak semua nya iya cerita kan .


"Ma.af tidak memberi kabar terlebih dulu kepada ibu !?" sambung gadis muda itu dengan menunduk sesal.


" Kamu perempuan nak , ibu mengkhawatir kan mu ?!" Jelas Lisa dengan menerima kopres dari bibik.


" Terima kasih bik.. !?" Ucap Lisa


Ameena mengangguk seraya menangis dipelukan ibu yang telah mengangkat nya anak beberapa tahun lalu..


" Maaf kan Meena ibu , sekali lagi maaf kan Meena .. !" Leon yang berada di lantai atas mampu mendengar dan melihat betapa menyesal nya Ameena.


*


*


*


Siang ini Ameena melakukan tugas harian nya .. mengantarkan pesanan kue tuan Abrisam. Sesampai nya Ameena di perkantoran itu .


Nampak mata kesal mengarah pada gadis muda berjilbab besar.


*


*


Kini Ameena sedang berdiri..


" Ini pembayaran yang kemaren dan sekarang ya mbak ..!!" ucap salah satu admin perkantoran yang bergerak dalam bidang pertambangan minyak tersebut.


" Terima kasih kak ... ! " Jawab gadis itu dengan tersenyum kecil karena rasa sakit pada pipi nya masih terasa.. ketika tertarik.


Ameena berdiri sedang merogoh saku untuk mencari kunci motor ..


Tiba -tiba tubuh Ameena dari arah belakang dengan sengaja di senggol seseorang..


TRCIKKK ..suara kunci motor terjatuh..


" Maaf " satu kata keluar dari bibir Tomy dengan senyuman menawan dibibir merah nya.


Tomy memang sengaja ingin berdekatan dengan gadis berjilbab besar yang tempo hari ia selamat kan - dalam hati pria don juan itu merasa nyaman jika berdekatan dengan Ameena.


" Ma.af tuan bisa agak geser , ini tempat umum .. takut jatuh fitnah !!" Ujar Meena dengan ketus kearah Tomy yang sedari tadi mendekati nya.


"Berarti kamu mencari tempat yang lebih pribadi agar tak jatuh Fitnah ..!!?" ucap Tomy dengan nada candaan .. dari arah belakang Tomy - Leon keluar dari dalam Lift bersama rekan bisnis nya..


Pria dewasa itu menatap tak suka pada Tomy dan adik angkat nya yang nampak makin akrab dan hal itu dilihat juga oleh Arta yang sedari tadi memperhatikan Ameena.


Meena mengeryitkan dahi nya menatap heran pada Tomy..


" Ma.af saya harus pergi!!" ucap Meena dengan meraih kunci motor yang terjatuh..


Namun ! Lagi - lagi ada seorang wanita terlihat berlari dan tak sengaja menenggor tubuh Ameena... alhasil gadis berjilbab besar itu oleng dan......


" EHHHH - " pekik Meena yang akan terjatuh.


Akan tetapi Tomy dengan sigap menahan tubuh Ameena yang tak lagi gemuk .


Mata gadis berjilbab dan Tomy beradu beberapa detik..


" Astaghfirullahhal adzim.. " pekik Ameena.


Dengan cepat membenarkan posisi nya ..


Ameena tanpa sengaja melihat sang kakak berada tak jauh dari posisi nya saat ini bersama Tomy - dengan terburu - buru Ameena akan berlalu menjauh ...

__ADS_1


" Terima kasih , Assalamualaikum... !!" ucap Ameena .


*


*


kini Ameena menjadi sosok yang lebih pendiam, setelah kejadian dimana Leon menjemputnya dari rumah Ketty ..


"Aku tidak pernah meminta mu untuk selalu bersama kami , dan aku pun memutuskan untuk mencoba menerima mu menjadi saudari ku, tapi aku pernah berkata pada mu ... ini semua aku lakuakan demi mama ku! Jadi ... jika kamu tak mampu membuat mama ku tersenyum setidak nya jangan membuat nya bersedih !?" Ucapan Leon sungguh mengakar pada otak dan jiwa Ameena ..


*


*


Jam dinding terdengar berdenting... jarum jam terasa menggeser ke arah angka 3 dini hari..


Ameena nampak mencoba membuka mata kantuk nya...


Gadis muda itu mulai meraih hijab besar nya dan melangkah keluar kamar menuju dapur.


*


*


Ameena sengaja bangun terlebih dulu , gadis berjilbab yang masih mengenakan piama lengan panjangnya kini nampak sibuk menyiapkan menu sederhana nya untuk ibu - bibik dan diri nya , setelah dirasa siap semua hidangan diatas meja makan .. Ameena bergegas melangkah kearah kamar sang ibu yang kamar nya berada tepat disamping kamar Ameena.


*


*


*


TOK- TOK..


" Assalamualaikum ibu !" ucap Meena dengan mengetuk pintu kamar .


Tapi Lisa belum juga nampak terbangun..


Lalu Ameena mencoba memanggil wanita paruh baya itu sekali lagi .


" Ibu ... sahur ... bu... !!?" Suara pelan Ameena membangunkan Lisa.


Tak beberapa lama pintu pun terbuka..


Meena tersenyum menyapa sang ibu..


" Meena bangunin bibik dulu ya bu' ... !!?" Ujar Ameena dengan membalik kan tubuh kearah kamar bik Ika.


*


*


Beberapa saat kemudian ..


Ketiga wanita lain generasi kini nampak duduk dikursi makan menikmati hidangan sederhana yang dimasak Ameena untuk sahur .


*


*


Saat ini Leon tak pulang kerumah karena ada suatu urusan mendesak diluar kota..


*


*


Sesaat kemudian..


Adzan subuh pun terdengar..


Terlihat gadis muda sedang melaksanakan kewajibannya didalam kamar ..


" Assalamualaikum warahmatullah.... " ucap kanan kiri Ameena setelah menunaikan sholat fardhu nya.


Gadis muda yang masih mengenakan mukena atasan meraih dan membuka sebuah Al- qur'an yang selalu ia bawa jika berada diluar rumah .


Semerdu mungkin lantunan ayat demi ayat suci Al- qur' an ia muroja'ah.


Sedang kan Lisa dan bik Ika melaksanakan sholat subuh di sebuah masjid - kedua wanita itu pamit kepada Meena akan mendengarkan kultum selepas sholat nanti.


*


*


Pagi pun berganti siang...


Ameena yang baru pulang dari mengantar kan pesanan kue ..


" Assalamualaikum ibu - bibik !? " ucap salam Meena dan meraih punggung tangan Lisa.


" Wa' alaikum salam .. " jawab Lisa.


Gadis itu mengerak kan pengelihatan nya mencari sosok nenek yang selama ini selalu ia sayangi.


"Kamu cari bik Ika ?" Tanya Lisa dengan pelan.


Meena mengangguk..


"Bibik sedang pergi ke Malang untuk suatu urusan !!" Jelas Lisa dengan tangan yang terlihat sibuk.


" Kapan balik kesini lagi bu' ?" Tanya Meena..


" Bibik bilang secepat nya nak!?" Lanjut Lisa.

__ADS_1


Dan Ameena pun mengangguk kembali ...


.....🌸🌸.....


__ADS_2