
.....๐ธ๐ธ.....
*
*
Kini terdapat bahan -bahan perkue an diatas meja , terlihat Meena dan Lisa sedang sibuk membuat pesanan takjil untuk berbuka puasa disuatu masjid , tanpa diduga dan disangka datang Arta dengan rasa dongkol nya terhadap Ameena akan kejadian dua hari yang lalu namun tak ia tampak kan .
*
*
*
"Assalamulaikum Maa.. !!?" Salam Arta terdengar ramah.
" Wa'alaikum salam Taa.. " Sahut Lisa dan Ameena bersamaan.
" Hai Meena.. !!?" Sapa Arta.
" Hai juga Taa.. !?" jawab Meena tak kalah ramah .
Arta meraih punggung tangan calon mama mertua nya itu.
Arta melihat begitu banyak bahan untuk membuat berbagai macam takjil...
" Wah lagi buat kue ya tante ?? Boleh tidak Arta bantu.?!" Tawar Arta.
Lisa menatap pada Ameena ! Lalu wanita paruh baya itu pun berkata..
" Jangan nak nanti tangan nya kotor...!" ucap Lisa menolak.
Tapi Arta terlihat memaksa ingin membantu.. dan akhir nya Lisa pun tak bisa menolak nya lagi..
*
*
__ADS_1
Ditengah - tengah kesibukan mereka bertiga membuat kue, Arta mencuri - curi pandang kearah gadis berjilbab besar yang kini tengah serius membantu sang ibu ..
*
*
Sekian waktu ... kue demi kue telah selesai.. sore pun menggantikan siang.
Ameena mendengar seruan adzan ashar , gadis muda itu kini berdiri dan akan berlalu hendak mengambil air wudhu ..
" Ibu.. Meena sholat dulu ! " ucap Meena -
" Iya nak ! Setelah kamu nanti ibu yang sholat..! Kita gantian saja sholat nya !" Jelas Lisa.
Ameena mengarahkan tatapan nya pada Arta yang sedari tadi hanya diam .
" Sholat yuk Taa!?" Ajak Meena ..
" Kamu duluan saja ! Nanti aku sholat sama tante ...!" Ujar Arta.
Saat Ameena sholat dan perhatian Lisa teralih kan.. Arta dengan sengaja mematikan api kompor pada oven ... tanpa setahu Lisa.
Ameena kini telah kembali dari sholat nya dan melanjut kan membantu sang ibu..
" Meena ! ... coba lihat kue nya nak !?" Pinta Lisa.
Ameena yang kini berdiri didepan oven , mengeryitkan dahi...
" Ibu .. kenapa kue nya masih mentah ..! !?" ucap heran Ameena.
Ameena melihat kearah Arta yang tersenyum menyeringai kearah nya dan berpura - pura tertunduk saat didepan Lisa..
Betapa geram nya hati Ameena saat melihat permainan Arta sore ini..
Setelah menyalakan kembali api kompor untuk oven , kini gadis muda itu duduk kembali ditempat nya..
AMEENA terlihat sedang menguleni adonan roti ..
__ADS_1
"Dasar mak bongki.. ! hiiiiiiiiih ingin rasanya aku uleni itu wajah yang pinter betul bersandiwara... !!!" Batin Ameena dengan memukul- mukul adonan sebagai pengalihan pelampiasan akan rasa geram nya , dengan menatap wanita muda yang duduk dengan rasa berdosa.
" HAAAH .. padahal ini yang terakhir.. kalau begini kita harus buat ulang Meena !!" nampak wajah lelah dari diri wanita paruh baya itu.
*
*
"Tante istirahat saja - biar Arta dan Ameena yang menyelesaikan..!" Ujar Arta dengan tatapan peduli kepada Lisa.
Lisa menatap syukur kearah Arta...
" Alhamdulillah terima kasih nak ..!?" Jawab Lisa.
" Meen .. ibu tinggal masuk dulu ya nak...! Sekalian ibu mau sholat !?" Sambung Lisa.
" Iya Ibu.. !" jawab Ameena.
*
*
Terlihat Ameena dan Arta yang ada diruang tengah sedang menyelesaikan pesanan..
Bibir calon istri Leon itu nampak melengkung ...
" Bukan kah aku sudah pernah bilang , tergantung sikap mu!? " ucap dadakan Arta dengan mata kearah pada Ameena.
Meena menatap tajam kepada Arta ..
Brakk... Meena sedikit menggebrak meja..
"Apa sebenarnya maksud mu .. ?" sergah Ameena dengan membalikkan tubuh kearah oven .
" Mengapa sikap mu tak sejalan dengan hijab mu .. !" Ujar Ameena dengan mengeluarkan kue -kue yang telah matang.
Arta yang duduk dibelakang Meena mendadak berdiri...
__ADS_1
Arta dengan sengaja menarik loyang yang baru keluar dari oven.
.....๐ธ๐ธ.....