True Love

True Love
Hak


__ADS_3

Sudah satu minggu ini Tania sibuk, entah apa yang ia sibukkan sehingga tidak ada waktu untuk banyak ngobrol dengan suaminya. Rasya merasa terabaikan olehnya, baru kali ini dia merasa aneh dengan sikap istrinya.


"Kamu kok dari tadi sibuk terus, apakah tidak ada waktu luang untukku?" Tanya Rasya sambil menggosok rambut dengan handuk kecil dan masih pakai handuk yang melilit di pinggangnya.


"Jangan ganggu aku dulu, aku lagi sibuk" Jawab Tania sambil menoleh sekilas ke arah samping.


"Sibuk? Apakah aku memintamu untuk sibuk sendiri tidak dengan suaminya?" Tanya Rasya sambil berjalan memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Jangan manja, mas. Aku hanya ada kegiatan kecil saja dan itu harus aku yang buat"


"Katakan padaku, nanti akan aku bantu kamu!"


"Tidak mau, ini sangat rahasia. Hanya aku saja yang tau!"


"Ya Tuhan, baru kali ini kamu main rahasia-rahasiaan denganku"


"Bodo amat, udah sana minggir dulu!"


Rasya hanya bisa mengalah dan melepas pelukannya. Membiarkan istrinya pergi, rasa tidak rela pun timbul. Istrinya punya rahasia dan suami tidak boleh tau.


Malam harinya, Tania masih sibuk di dapur dan pembantu rumah di biarkan untuk tidur lebih awal. Ini sudah jam 9 malam, Tania belum juga masuk ke dalam kamar. Tadi dia izin untuk pergi ke dapur untuk ambil air minum, tapi sampai sekarang dia belum juga kembali. Ngapain dia lama-lama di dapur?


Rasya tidak bisa tidur, dia beranjak dan pergi untuk membuka handle pintu. Tiba-tiba lampu jadi padam, membuat pria ini meraba dinding untuk mencari sakelar lampu.


Ketika sudah ketemu, ia pun segera menekannya sehingga ruangan kembali terang. Alangkah terkejutnya ia melihat sang istri berdiri tepat di hadapannya dengan membawa kue ultah. Ini hari apa?


Ya Allah, aku lupa jika hari ini adalah hari ulang tahunku sendiri. Istriku saja ingat, sedangkan aku tidak, sungguh istri yang perhatian.


"Selamat ulang tahun, aku ucapkan. Selamat panjang umur aku kan doakan" Nyanyi untuk suami dengan bahasa sendiri.

__ADS_1


"Happy birthday my husband" Ucap Tania seraya tersenyum tipis pada suaminya.


"Thank you, it's so amazing. Aku sendiri bahkan tidak ingat, terimakasih istriku sayang" Jawab Rasya sambil mengelus rambut istrinya.


"Masama, sekarang kamu tiup lilinnya" Sahut Tania, dan Rasya pun segera meniupnya.


Harapan di hari ulang tahunnya adalah semoga keluarganya sakinah, mawadah dan warohmah. Aminnnn.


Pantesan Tania minta pembantu tidur di kamar lebih dulu agar suasana bisa romantis bersama suami.


Tania berdiri di samping pintu dan dua jugalah yang mematikan sakelar lampu agar Rasya keluar.


"Ayo di potong kuenya"


"Bawa saja masuk, kita akan memakannya di dalam"


Setelah pintu kamar tertutup rapat, Tania sudah duduk di sofa kamar dengan memangku kue itu. Rasya datang menghampirinya lalu ikutan duduk.


Pisau kecil ia berikan untuk suaminya, Rasya memotong kue dengan ukuran yang lumayan besar. Katanya dia sayang istri jadi gak pelit kalau mau motongnya.


"Ini terlalu besar, mas" Ucap Tania melihat kue itu.


"Kita bagi dua aja biar gak kebesaran" Jawab Rasya, dengan nada lembut. Tania pun langsung mengangguk dan tersenyum.


Makan kue hanya untuk syarat saja, dan sisanya di letakan di atas meja dengan tutupan kertas bersih.


"Di hari ulang tahunku, bolehkah aku meminta hak ku sekarang juga sebagai suami?"


"Hak apa mas?"

__ADS_1


"Hak...., batin"


"Maksudnya, apa aku gak paham?"


"Produksi anak, apakah sudah boleh?"


Tania segera mengaggukkan kepala, dia sudah siap jika mahkotanya di ambil oleh Rasya sebagai suaminya saat ini dan selamanya.


Dengan cepat Rasya menggendong tubuh Tania dan membawanya ke atas ranjang. Masa inilah yang biasanya terjadi saat pengantin baru menikah, namun Rasya dan Tania baru sekarang melakukannya setelah dua bulan menikah. Tidak perlu ke London untuk bisa honeymoon.


Gerakan perlahan tapi pasti membuat pertahanan bisa di hancurkan. Dan ini adalah malam panjang bagi mereka berdua sampai menjelang pagi.


Pagi harinya, Rasya lebih dulu bangun. Suasana hatinya sangat senang, sudah bisa memerawani seorang wanita yang sudah menjadi istrinya.


Tania di biarkan tertidur, dia pasti lelah setelah tadi malam, jadi tidak tega untuk membangunkan istrinya. Semoga cepat tumbuh benih yang ia tanam dan menjadi bibit unggul nantinya.


Bersambung


.


.


.


Jika kurang puas dengan penjabaran dari Author mengenai masalah MP untuk Rasya dan Tania, mohon maaf ya. Sebab aku gak mau teramat vulgar buatnya, nanti bisa kena marah adminnya. Cukup nikmati cerita, sebab keromantisan nya hanya sebagai pemanis saja.


Crazy up tidak jadi, sebab kemarin hanya 8 komentar, dan bikin author gak mikir sampai part isi gila. Dadah sayang, jika kurang puas, silah keun komentar, biar Author jabarin lebih banyak lagi.


Kisah segera berakhir dan akan manis semanis madu, gula, coklat dan juga seindah cinta. Tunggu yah kehadiran si kecil diantara mereka berdua. Entah itu pangeran atau putri pastinya akan keluar bibit unggul.

__ADS_1


__ADS_2