
Happy reading 🤗
1 month after
Sudah satu bulan lamanya pernikahan, tapi belum ada yang mengungkapkan perasaan cinta, hanya bumbu-bumbunya saja yang masuk. Kini saatnya Rasya kembali menjadi dokter bedah di rumah sakitnya.
Sudah berulangkali Tania belajar memasak tapi hasilnya masih sama, sering keasinan dan hambar. Lidah Rasya sudah kebal dengan hal itu, biarkan saja nanti kalau ada waktu lagi akan di panggilkan tukang masak yang bisa mengajari istrinya.
"Nia, aku berangkat dulu, kau jangan kemana-mana dan jika ingin pergi ke rumah ayah atau papa beritahu aku!" Celoteh Rasya sebelum meninggalkan rumah.
"Iya, nanti aku akan kabari dirimu jika aku ingin pergi" Jawab Tania.
"Bagus, aku pergi dulu...." Ujar Rasya sambil melambaikan tangannya.
"Hati-hati..." Balas Tania dengan lambaian tangan juga.
Rasya sudah masuk ke dalam mobilnya, mengendarai dengan kecepatan sedang, membelah jalanan yang sebentar lagi akan di padati oleh banyaknya kendaraan.
Hanya tiga puluh menit, Rasya sampai di rumah sakit, koridor pintu sudah di buka, para suster sudah membukanya dan juga para pasien yang selesai operasi pun sudah berada di taman rumah sakit.
"Dokter Rasya....." Ucap salah satu rekan dokter.
"Iya dokter Alisa....." Balas Rasya sambil tersenyum.
"Wah, kapan anda mulai bekerja lagi disini?" Tanya dokter Alisa dokter gigi.
"Baru hari ini dok, dan saya akan mulai lagi menjadi dokter bedah disini" Jawab Rasya dengan memasukan tangannya ke dalam saku jas putih.
"Lalu bagaimana dengan istri anda pak?" Tanya Alisa (Dokter paling cerewet teman plek Rasya sejak kecil).
"Dia baik dan cantik...." Jawab Rasya sambil tersenyum, membayangkan wajah Tania ketika tidur.
__ADS_1
"Wah wah wah, ternyata dokter galak plus cold bisa meleleh juga ya...." Sindir dokter Alisa dengan menepuk pelan lengan Rasya.
"Diamlah...! Ini di rumah sakit. Dan anda juga dokter Alisa, dokter paling cerewet yang sudah bahagia atas kelahiran anak ketiga" Balas Rasya.
"Tentu saja bahagia, dia adalah anak yang paling kami tunggu-tunggu kelahirannya. Kapan anda akan menyusul dokter Rasya?"
"Doakan saja....." Balas Rasya dengan menunduk.
"Weh weh weh, keknya ada yang belum terbuka sama pasangan satu sama lain, neh" Ujar dokter Alisa.
Rasya hanya acuh dan mengendikkan bahunya, berjalan meninggalkan dokter Alisa dan masuk ke dalam ruangannya sendiri. Duduk di kursi kebesarannya, menengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruangan dan tangannya bersedekap di depan dadanya.
"Kapan anda akan menyusul dokter Rasya?"
Perkataan dokter Alisa selalu terngiang-ngiang di otaknya, kok baru kepikiran ya, selama ini mereka berdua saling diam dan acuh. Lalu kapan cinta akan bersatu?
"Permisi dokter, apa saya boleh masuk....?" Tanya seseorang dari luar ruangan dan membuyarkan lamunan Rasya.
"Masuk...." Suara dingin dan datar jawaban untuk seseorang dari luar.
"Maaf dokter, saya mau memberitahu anda jika nanti jam 9 pagi ada jadwal anda untuk melakukan operasi" Ujar suster itu dengan sesopan mungkin.
"Heem, baiklah terimakasih sudah memberitahuku" Jawab Rasya datar.
"Sama-sama dokter, kalau begitu saya keluar" Pamit suster itu dan mendapat izin dari Rasya dengan kibasan tangan.
Sedangkan di rumah, Tania masih rebahan di sofa, bingung mau melakukan apa. Rasya tak mengijinkan dirinya untuk keluar rumah selain ke tempat ayah dan papa.
''Aha aku akan ke rumah sakit dan membawa sesuatu untuk Rasya makan" Ucapnya ketika menemukan ide brilian.
"Sssst, tapi kan aku tidak suka bau rumah sakit? Oh ya kan bisa pake masker kesehatan untuk masuk ke dalam sana" Ngomong sendiri jawab sendiri, kek orang aneh yak.
__ADS_1
Tania akan ke rumah sakit jam 12 siang, dan akan membawakan satu rantang berisi makanan. Entah ada angin darimana yang membuat Tania ingin membawa makanan untuk suami galaknya.
Singkat cerita
Jam 12 Rasya baru selesai dan keluar dari ruang UGD, wajah lelah dan tegang setelah operasi. Ia membasuh tangan dan wajahnya di dalam kamar mandi, dan kembali ke dalam ruangannya setelah selesai. Ia masih memakai masker kesehatan warna putih.
Dia bingung, kok ruangannya tidak tertutup rapat? Kan tadi gak kayak itu. Dah lah capek, lebih baik masuk aja dan lihat ada apa didalam sana.
Celingukan mencari sesuatu, kok sepi lalu siapa yang membuka ruangan ini? Acuh saja lah.
Duduk di samping jendela dan melepas satu kaitan tali masker. Lelahnya hari ini dan wajahnya di hiasi senyuman singkat lalu datar kembali saat melihat kedatangan seseorang yang membuatnya jengkel dan rindu berat.
My wife my everything.
Tania datang sambil membawa dua kemasan teh kotak, dan masuk ke dalam ruangan Rasya.
"Sejak kapan kau datang....?" Tanya Rasya pada Tania.
"Sekitar 10 menit yang lalu dan aku tadi keluar untuk membeli minuman ini" Jawab Tania dengan menedengkan plastik putih.
"Jadi kau yang membuka ruangan ku?" Tanya Rasya lagi.
"Iyaaa...., aku yang membukanya" Jawab Tania.
Rasya pun langsung mangut-mangut dan menerima teh yang Tania berikan padanya. Menyeruputnya dengan pelan, tenggorokan terasa basah kembali setelah di guyur teh kotak.
Bersambung
.
__ADS_1
.
.