
Happy reading 🤗
Begitu banyak beban yang ia pikul, lalu Kevin melihat masjid, dan memakirkan mobilnya disana. Keluar mobil dan menuju tempat wudhu, kebetualan sudah waktunya shalat dzuhur.
Kevin melepas sepatu yang ia kenakan dan menggulung baju sampai lengan dan celana sampai diatas mata kaki.
Kemudian, ia mengambil air wudhu sebagai syarat sahnya shalat. Setelah selesai, ia membaca doa setelah wudhu dan kemudian pergi kedalam masjid.
Adzan pun tak lama berkumandang mengingatkan manusia jika sudah waktunya melaksanakan shalat dzuhur bagi yang menjalankan.
Kevin dengan tenang mendengarkan suara adzan yang begitu merdu di telinganya. Ia pun langsung teringat jika ia belum mengadzani kedua bayinya sampai sekarang karna terhalang oleh kondisi kesehatan mereka.
Adzan pun selesai dan dilangsungkan dengan qomad. Kevin shalat tepat di belakang imam. Mengangkat takbir lalu shalat pun dimulai hingga sampai selesai.
Beberapa menit kemudian, shalat sudah tertunaikan lalu ia bersimpuh di hadapan Allah meminta ampun dan kesembuhan istrinya.
''Ya Allah, ampunilah dosaku dan juga sembuhkan lah istri hamba. Jangan ambil Famira dari hamba ya Allah, hamba belum siap untuk kehilangan yang ke empat kali ini ya Allah. Dari mama Sarah, orang tua angkat hamba serta papa kandung hamba ya Allah, jangan tambah lagi, hamba mohon pada-Mu ya Allah, hamba mohon'' ucap Kevin bersimpuh di hadapan Allah dengan berderai air mata yang membanjiri wajahnya.
Sang imam yang melihat Kevin pun langsung menghampirinya serta mengajak Kevin mengobrol.
''Assalamualaikum, wahai anak muda'' sapa imam itu.
''Waalaikumsalam, pak ustadz" jawab Kevin sembari menghapus air matanya yang mengalir.
''Ada apa, nak? Kenapa kamu terlihat sangat sedih?'' tanya ustadz itu.
__ADS_1
''Saya enggak apa-apa ustadz, saya hanya kepikiran dengan keadaan istri saya yang saat ini tengah membutuhkan suport agar ia bisa bertahan dan sembuh dari sakitnya'' jawab Kevin.
''Ya illahi, semoga Allah memberikan kamu ketabahan hati dan lapang dada untukmu nak. Saya doakan semoga istrimu bisa sembuh dan kalian bisa bersama lagi sampai akhir hayat'' ucap ustadz.
''Aminnn, makasih doanya pak ustadz. Saya sangat berterimakasih pada ustadz dan semoga istri saya bisa sembuh karna mendapat doa dari orang-orang yang shaleh dan shalihah'' kata Kevin sembari menampilkan seulas senyuman manis.
Lalu Kevin pamit keluar dan kembali ke rumah sakit untuk menemui istrinya yang sedang terbaring lemah di rumah sakit.
Jarak antara rumah sakit dan masjid itu tidak terlalu jauh, hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai.
Berjalan menuju ruang rawat istrinya sambil membawa kertas yang Famira tulis untuknya.
''Assalamualaikum.....'' ucap Kevin sembari membuka pintu.
''Waalaikumsalam....'' jawab Zahra dari dalam kamar rawat.
''Sama sekali tidak merepotkan diriku. Aku justru senang bisa merawat Famira" jawab Zahra jujur.
''Terimakasih Zahra, kau memang adik ipar yang baik hati, tak salah Arka menjadikan kau sebagai istrinya" puji Kevin karna Zahra begitu baik dan tulus pada istrinya.
''Kau juga beruntung bisa memiliki istri sepertinya yang kuat dan teguh'' balas Zahra memuji Kevin.
Kemudian Arka datang dan menghampiri mereka.
''Maafkan aku, yang sudah membuat kalian seperti ini. Yang harus menjaga Famira kala aku sedang tidak ada'' ucap Kevin.
__ADS_1
''Jangan seperti itu, lagian kita adalah saudara dan sudah sepantasnya kita saling menjaga'' jawab Arka.
''Itu benar, dan aku sangat setuju dengan mas Arka, kalau kita harus bisa saling menjaga dan membantu" timpal Zahra.
''Oh ya, apa yang kau dapat dari dokter Risa?'' tanya Arka.
''Hanya ini, dan aku belum mendapatkan pendonor yang pas untuk Famira'' jawab Kevin.
Menceritakan semua yang terjadi dan Kevin rasakan. Kemudian Kevin menyerahkan surat itu dan langsung dibaca oleh Arka dan Zahra.
''Masyaallah, nekad sekali Famira'' ucap Arka tiba-tiba.
''Aku sungguh, terharu dan simpati padanya. Jarang sekali ada wanita seperti ini'' timpal Zahra.
Mereka berdua sudah selesai membaca dan menyerahkan kembali surat itu pada Kevin. Dan mereka pamit pulang karna Arza sedari tadi rewel.
''Kev, kami pamit pulang dulu. Besok aku dan Zahra akan datang kemari lagi. Oh ya, maaf aku belum menemukan pendonor juga untuk Famira, tapi nanti akan aku usahakan, kau tenang saja'' ucap Arka.
''Baiklah...., akan aku tunggu dan terimakasi sudah mau membantuku" jawab Kevin.
Baik Arka maupun Zahra mereka hanya tersenyum menanggapi ucapan Kevin.
Bersambung
.
__ADS_1
.
.