
Happy reading ๐ค
Sesuai janji Rasya lagi, akhirnya mereka pun berputar-putar mencari penjual ikan hias. Sudah hampir tiga jam mencari tapi belum ketemu. Wajah Tania sudah cemberut, kusut dan jelek sekali jika sedang marah.
Ayo Rasya kini peranmu menjadi ibu untuk Tania, bujuk lah dia supaya tidak merajuk. Butuh kesabaran ekstra ya menghadapi Tania, sudah sembuh dari sakit malah sekarang menjadi tambah kekanak-kanakan. Tapi Rasya suka, ketimbang seperti wanita genit.
Mereka sempat singgah dulu di kedai untuk membeli minum air kelapa muda. Seger kayaknya kalo minum air kelapa muda pas panas-panas. Sembari menunggu, Rasya membuka ponselnya, sedang mengirim pesan, Tania tidak curiga ataupun bertanya, dia masih kesal karena Rasya tadi.
"Aku sudah dapat dimana tempat orang jualan ikan Betta fish" Ujar Rasya seraya menaruh ponselnya di saku bajunya dan seketika membuat wajah Tania sumringah.
"Dimana....?" Tanya Tania sambil memegang lengan suaminya.
"Pinggiran pantai, ada orang yang menjual ikan seperti yang kau inginkan" Jawab Rasya.
"Ayo kita kesana...." Rengek Tania seraya mengguncangkan bahu sang suami.
"Oke oke, kita akan kesana, tapi bereskan dulu ini semua".
"Siap pak dokter....."
๐๐๐๐
Di pantai
Wah ternyata disana banyak orang, karena sudah sore. Apa yang dikatakan oleh teman Rasya saat berchatingan di ponsel ternyata benar. Banyak sekali aneka macam jenis ikan kecil yang di jual.
Rasya pun segera memakirkan mobilnya dan turun. Berjalan bergandengan mesra seperti anak ABG lagi pacaran. Tania sibuk mengedarkan pandangannya mencari penjual ikan. Jika Tania menarik ke arah kiri maka Rasya pun mengikuti saja dan begitu seterusnya sampai lelah sendiri.
"Ketemu....! Di sana Rasya orang yang jual" Tunjuk Tania ke arah tukang penjual ikan.
Rasya pun langsung mengangguk dan tersenyum, baiklah kita akan kesana dan memborong semua ikan hias.
Penjual ikan yang sedang melamun pun langsung tersadar dan melihat pelanggan baru, cantik dan tampan. Sungguh pasangan yang serasi dan romantis.
"Berapa semua harga ikannya pak?" Tanya Rasya to the point dan wajah datarnya.
__ADS_1
"Se.. semuanya?" Tanya pak penjual tak percaya.
"Iya pak, kami akan memborong semua ikan Betta fish ini" Jawab Tania sopan sambil tersenyum tipis.
"Gak usah senyum-senyum...."Bisik Rasya sambil menekan setiap kata.
"Kau ini kenapa sih, orang bertanya ya harus di jawab dengan sopan" Sahut Tania tak mengerti dengan sikap suaminya itu yang tiba-tiba aneh.
"Aku tidak suka kau tersenyum padanya, Tania!" Jawab Rasya.
Ya Tuhan, Rasya kau ini kenapa sih. Penjual ikan itu umurnya sudah 50 tahun, mana mungkin Tania akan naksir pada bapak itu.
Sang penjual ikan pun langsung tersenyum geli, ia paham pasti Rasya sedang cemburu jika istrinya tersenyum pada pria lain meski umurnya sudah tua.
"Iya mba, jangan tersenyum sama saya. Nanti suaminya cemburu...."
"Cemburu pak? Masa sih pak?"
"Tanyakan saja pada suaminya mba sendiri"
"Apa kau cemburu pada bapak-bapak ini, Rasya?" Tanya Tania sambil menatap lekat wajah suaminya.
"Euuu.....Tidak aku tidak cemburu. Asal saja bapak itu bicara. Aku tidak cemburu, untuk apa aku cemburu pada kalian berdua" Dalihnya agar tidak ketahuan berbohong.
"Oh...., aku kira cemburu. Bagus deh kalo kamu gak cemburu"
"Sudah cepat jawab berapa harga ikannya pak. Aku sudah tidak betah disini bau amis"
"Harganya 300 ribu....." Jawab pak penjual, lalu dengan cepat Rasya mengambil uang dari dompetnya, mengambil tiga lembar uang seratusan dan diberikan pada penjual ikan itu.
Sedangkan Tania yang menerima ikan-ikan tersebut dengan wajah berseri-seri.
"Sini biar aku saja yang membawanya" Ujar Rasya dan diangguki oleh Tania.
Hari pun mulai gelap, Rasya dan Tania pun singgah ke tempat biasa Tania memberikan santunan. Ternyata sebuah panti asuhan yang ramai anak kecil.
__ADS_1
"Assalamualaikum...." Ucap Tania sambil mengetuk pintu.
"Waalaikumsalam...." Jawab seseorang dari dalam.
Ketika pintu terbuka, Tania pun segera memeluk tubuh wanita tua yang menjadi ibu panti. Rasa rindu padanya, karena sudah menjadi kebiasaan Tania saat dirinya tidak punya seorang ibu.
"Ya Allah Tania, kamu sudah besar nak, apa kabar dengan ayah dan kakakmu?" Tanya ibu panti sambil berdecak kagum melihat Tania datang.
"Sehat, Alhamdulillah. Kalo ibu dan anak-anak bagaimana?" Tanya Tania.
"Alhamdulillah sehat juga" Jawabnya, lalu ia memandang wajah pria di belakang Tania. Heran, siapakah dia yang bersama Tania?
"Nak, itu siapa yang bersamamu?" Tanya ibu.
"Dia Rasya buk, suami Tania" Jawab Tania seraya melempar senyuman saat memperkenalkan Rasya pada ibu panti.
"Tania sudah menikah? Kenapa tidak mengabari ibu nak?"
"Hehehe, maaf buk kemarin dadakan nikahnya. Lagian kan waktu itu ibu lagi sakit jadi gak bisa undang ibu untuk datang ke rumah".
"Oh begitu, tapi selamat untuk kalian berdua. Semoga langgeng pernikahan kalian sampai tua nanti"
"Aminnn....." Jawab Tania dan Rasya bersamaan.
"Ya sudah ayo masuk nak, ini udah maghrib"
Lalu mereka pun masuk kedalam, banyak sekali foto yang terpampang di dinding, semua anak-anak panti yang ada disini. Ternyata Tania suka anak kecil, berbagi makanan dan bercerita dongeng untuk mereka.
Gimana kalo nanti Tania hamil anaknya? Hem pasti bakalan tambah seru di rumah kalo ada anak sebagai pelengkap keluarga.
Bersambung
.
.
__ADS_1
.