True Love

True Love
EPISODE 82 MENUANG RASA RINDU.


__ADS_3

.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....


Dikamar seorang pria ...dimana kesunyian menemani nya ......


*


*


Terlihat seorang tampan sedang melamun memikir kan sosok taat yang telah berhasil mengikis kemesuman nya terhadap wanita...


"Kamu dimana Meena... ?! " ucap nya.. dengan tatapan tak berdaya . ...


"Saat rasa ini mengepung hati dalam kata rindu .. ingin rasanya aku mencari mu , namun .... aku tak punya keberanian untuk itu.. aku yang terabaikan dalam akhlaq dan diri mu yang terawat dalam taat ... membuat ku tak layak untuk mendapat kan mu..


"Walau sebanyak apa pun aku bertasbih dalam tiap deyutan nadi ku .. tak bisa menghapus atas segala dosa ku. .. dan meratakan diriku dengan mu ." Ucap Tomy dengan bersandar seraya memejamkan mata


..."Biar lah Tuhan kita yang akan merangkai kisah ini ...akan kah berakhir dalam kehalalan ataukah ... !? " ucapan batin yang tak terselesaikan dari seorang pria don juan...


Setitik embun penyesalan ... menetes dari indra penglihatan pria bernama Tomy..


Sekilas mata Tomy mengarah pada suatu benda di depan nya yang sedari tadi kosong... sebuah gelas kristal.


Saat tangan pria itu akan menuang nya kembali dengan cairan khamar ..... sekelebatan bayangan Ameena datang dan menahan tangan pria itu... dengan bayangaan wajah Ameena yang tersenyum kepada nya...


Sontak Tomy menajamkan mata akan apa yang ia lihat ... namun saat ia mengerjab kan mata .. bayangan Ameena tak ia dapati lagi ...


Tomy menunduk dengan terkekeh...


"CKK... Kayak nya gue mulai GILA .. !!" Celetuk Tomy dengan menggelang pelan.


"Baik lah AMEENA... aku tahu bagaimana menuang rasa rindu ku kepada mu ... tanpa harus menyentuh yang haram bagi ku !" Ucap Tomy dengan berlalu menuju kamar mandi .. ...


5 menit berlalu ...Tomy keluar dengan celana yang dicincing.. wajah dan rambut yang nampak basah akibat usapan air wudhu...


Pria tampan itu membuka lemari ... .. tangan yang berotot nampak sibuk mencari sesuatu milik nya yang lama tak ia gunakan.


Setelah cukup lama ia mencari .. ucapan kelegaan terlontar begitu lancar...


"Syukurlah.. aku masih menyimpan nya .. !?" Ucap Tomy yang melihat sebuah kain persegi empat berwarna hitam yang bergambar GAGAK DUDUK pada kotak nya.


Kaki bersimpuh dalam balutan kain sarung, nampak pria bernama Tomy mulai menunaikan sholat isha nya yang tertunda tak lama berselang terdengar suara yang kaku dari pria beranting satu dalam tiap lafadz nya hingga ucapan hamdallah . ...


Saat tangan Tomy membolak balik kan lembaran .. tanpa disengaja ia menemukan secarik kertas milik Ameena dari dalam Al-qur'an.


"Dear.. daery...


"Izin kan aku menoreh kan RASA yang ada didalam dada ... sebuah RASA yang tak seharus nya ada dan layak aku jaga hingga saat ini .. ingin rasa nya aku pergi meninggal kan janji ini dalam kenangan ... tapiiiรฌ..


" Aku tak tahu kenapa aku bisa menunggu nya !? .. dan aku tidak tahu kenapa aku tidak bisa berpaling dari janji nya - Janji yang mengikat ku sebegitu erat...


"Andai diri nya tahu... !" Pungkas tulisan Ameena....


*


*

__ADS_1


"CKK.... Sedalam ini kata -kata mu ... !?" Gumam Tomy yang membaca tulisan kecil seorang Ameena.


"


*


*


Disudut lain .. kini malam telah berganti pagi....... terdengar suara sang jantan ... berKOKOK.


*


*


Kini mata indah itu terbuka dengan segala kewajiban nya sebagai seorang hamba...


Pada suatu fajar yang begitu menenangkan jiwa suara lantunan ayat -ayat suci Al-qur'an yang mengudara dihamparan langit yang masih bertabur bintang.


Seorang gadis terlihat menegadahkan kedua telapak tangan nya memunajah kepada sang maha BELAS KASIH lagi maha MULIA.


"Ya KARIM .... !" Suara gadis muda yang masih mengenakan mukenak berwarna hitam terdengar begitu lembut ditelinga seolah ia ingin merayu kepada sang maha pemberi KEHIDUPAN.


"Terima kasih atas kisah yang telah terukir ini !" Sebuah senyuman keikhlasan terulas cantik dibibir merah nya -


"Terima kasih atas lembaran baru yang in syaa Allah akan terukir dengan segala keterbatasan diri ini .


"Kumohon kan doa untuk langkah kecil ini Tuhan ... !? Atas Amanah yang telah engkau anugrahkan untuk diri ini ... ! " suara Ameena mulai terdengar bergetar


"Ini berat Tuhan . .., namun rasa yakin ini akan takdir yang telah engkau garis kan untuk tiap hamba tak pernah membuat ku jatuh dalam ragu , untuk terus melangkah menjalani nya dalam ketaatan ..


"AMMIIN


*


*


Sinaran pun menyapa pada dedaunan..


..


Pagi -pagi sekali Ameena ditemani Hanifa dan Hanan pergi mencari alamat yang telah tertulis pada sebuah kertas yang ditulis olah Tari..


"Apa ini alamat nya mas..?" tanya Hanifa pada Hanan .


Hanan mengangguk.


Saat ketiga nya sampai disebuah rumah sederhana yang berdiri diatas tanah yang begitu luas..


Perlahan kaki ketiga nya melangkah...


Tok -tok...


"Assalamualaikum... . " suara Hanan sembari mengetuk pintu.


Tak lama....

__ADS_1


KRIEKKKK ... keluar seorang wanita dewasa yang usianya kini 32 tahun membuka pintu.


"Wa'alaikum salam.. " jawab wanita itu , Hanifa menangkap lagat aneh dari wanita tersebut , yang sedari tadi menatap kearah Ameena yang berdiri tepat disamping nya.


Dengan tersenyum ramah ... wanita itu berkata...


"Masuk mas - mbak !?" ucap mempersilahkan .


Hanan - Hanifa dan Ameena kini duduk disebuah kursi yang terbuat dari rotan yang ada didepan wanita tersebut.


"Sebelum nya kami bertiga meminta maaf kepada ibu , mungkin kedatangan kami telah mengganggu !" Ucap sopan Hanan.


"Perkenalkan saya Hanan -ini adik Saya Hanifa dan yang disebelah adik saya Am- ...?" Suara Hanan tak terselesaikan karena suara wanita yang duduk dihadapan nya...


"AMEENA !" Sahut sang wanita 32 tahun ... dengan tersenyum ramah.


"Ma.af kalau saya memotong ucapan anda tadi !?" Sambung nya.


*


*


"Perkenal kan say-... ?... KLONTANGGGGG... " suara benda terjatuh dari arah belakang.


Ameena -Hanan dan Hanifa tersentak akan suara tersebut..


Wanita dewasa nampak berlari kearah dapur...


" KIA .. !! ....?" Suara wanita itu terdengar panik.


Ameena terlihat berdiri dan akan melangkah mengikuti kearah dapur.. namun Hanan dengan tatapan tajam mengisyarat kan JANGAN !


Tak lama wanita dewasa datang dengan seorang anak kecil perempuan yang nampak lucu dan gemuk pada gendongan.


Hanan dan Hanifa saling memberi tatapan ..akan keadaan bocah kecil itu..


Namun tidak dengan Ameena ..


Gadis muda berkrudung lebar terduduk diatas lantai...seraya menyapa anak tersebut...


"Assalamualaikum.." suara Ameena begitu lembut menyapa..


Bocah perempuan nampak mengarahkan tatapan gelap nya pada sumber suara ..


Dengan perlahan bocah lucu itu turun dari pangkuan sang wanita..


Jari- jari mungil nya menyentuh wajah Ameena , meraba tiap lekukan dan bentuk indra yang ada pada wajah Ameena.


Tak lama bocah perempuan itu pun memundurkan tubuh gemuk nya...


Dan berkata..... ?!'...


...


.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....

__ADS_1


...Berkata in syaa allah besok lagi Up nya.. semoga hari esok bisa lebih fokus merangkai cerita nya... ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ˜Š salam dari outhor ....


__ADS_2