
Happy reading 🤗
Langsung ketar-ketir lidah Kevin setelah merasakan buah mangga tadi yang teramat masam.
Famira sudah habis 2 buah mangga, sampai dengan bakal buah. Kevin langsung menghentikan Famira, takutnya nanti istrinya sakit perut.
"Udah, sayang. Jangan makan lagi! nanti kamu sakit perut dan juga kamu belum makan nasi" cegah Kevin saat Famira ingin mengambil pisau untuk mengiris daging buah mangga.
"Kenapa....?
Aku ingin makan lagi....." eluh Famira sambil mengerucutkan bibirnya
"Jangan seperti itu, nanti aku makan kamu'' ucap Kevin
"Apaan sih, emangnya aku ini makanan" ujar Famira tambah memanyunkan bibirnya
Kevin semakin gemas, lalu ia mencubit pipi Famira. Hingga membuat istrinya mengaduh kesakitan karna cubitannya.
"Kau ini, kejam sekali" ucap Famira
"Kau yang membuatku kejam" jawab Kevin
"Yayaya, kau benar" ujar Famira
Lalu Kevin mengacak-acak rambut istrinya dengan gemas. Setelah makan buah mangga, Famira merasa mengantuk dan ingin tidur.
Kevin melihat Famira yang sedari tadi menguap ia pun mengajaknya untuk tidur.
__ADS_1
"Sepertinya istriku ini mengantuk" terka Kevin
"Iya..., aku sangat mengantuk" jawab Famira
"Baiklah, ayo tidur" ajak Kevin dan diangguki oleh Famira.
Saat tidur Famira tak melepas genggaman tangan suaminya, seakan dia tidak ingin kehilangan Kevin. Suaminya hanya thinking positif, mungkin saat ini Famira ingin selalu di manja dan diperhatikan.
Sesaat sebelum tidur, Famira meneteskan air matanya, semoga waktu berjalan lambat dan ia bisa menikmati masa-masa indah bersama suaminya.
Kemudian, Famira merasakan sakit di perutnya dan darah pun mengalir deras dari hidungnya.
Bahaya! Kevin tidak boleh mengetahui hal ini. Segera Famira menutupinya dengan selimut.
Tak hanya sakit diperutnya tapi juga ia merasakan sakit di kepalanya.
"Ya Allah, Famira enggak kuat merasakan sakit ini. Famira mohon tolong jangan ambil nyawa hamba sebelum hamba melahirkan anak hamba ya Allah" gumam Famira
"Kamu kenapa sayang, kok dari tadi kamu gelisah?" tanya Kevin
"Aku enggak papa sayang" jawab Famira tapi tak membalikkan badannya menghadap wajah suaminya, ia takut jika Kevin mengetahui hidungnya mimisan.
"Tidurlah..., jangan pikirkan hal lain" ucap Kevin
"Iya...." jawab Famira
Lalu ia mulai memejamkan matanya walau sakit yang dirasa belum berkurang bahkan sekarang malah bertambah.
__ADS_1
Lama-lama Famira bisa tidur, karna sudah lelah ia tak merasakan sakit lagi. Yang terpenting sekarang adalah istirahat yang cukup.
Keesokan harinya, Famira langsung tidur kembali setelah selesai shalat subuh.
Kevin pergi ke ruang gym sebelum berangkat ke kantor.
"Ya Allah, hamba mohon. Berikanlah kekuatan supaya hamba bisa melewati ini semua" ucap Famira sambil meneteskan air matanya. Ia membaringkan tubuhnya dan menutup badannya dengan selimut. Bekas darah yang di selimut itu Famira sembunyikan.
"Sayang, ayo bangun ini udah jam 6 loh'' ucap Kevin sambil menggoyangkan lengan Famira
"Sebentar lagi...." jawabnya malas
"Hei kamu ini, sedang hamil jangan banyak tidur, ayo bangun" ajak Kevin
"Baiklah-baiklah....aku akan bangun. Tapi kamu masuk dulu ke dalam kamar mandi" ucapnya sangat konyol
"Dasar konyol, oke. aku akan masuk kedalam kamar mandi" jawab Kevin lalu ia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi sesuai dengan permintaan istrinya.
Setelah dirasa sudah aman, lalu Famira menyibak selimut dan membawa selimut itu ke tempat pencucian. Sebelum di masuk kan kedalam mesin cuci, terlebih dahulu Famira menyiram bekas darah itu sampai menghilang. Lalu baru lah ia memasukkannya kedalam mesin cuci.
Kevin keluar dari kamar mandi langsung kaget, dimana Famira dan kenapa selimut nya di ganti, padahal baru dua hari di ganti dan sekarang sudah ganti lagi.
Bersambung
.
.
__ADS_1
.
Klik like dan komentar yak.