True Love

True Love
Teror


__ADS_3

Happy reading 🤗


Famira sudah masuk kedalam kamarnya, lalu ia membuka ponselnya. Ternyata disana ada notifikasi pesan dari no baru.


Dalam pesan itu, terdapat satu peringatan untuk Famira dan juga ada ancaman jika Famira melanggarnya.


Hemm...., kira-kira siapa yak, no baru yang mengirim chat berupa peringatan dan ancaman. Sungguh seperti kena teror Famira.


"Siapa ini...?


Kenapa ada no baru disini, apa dia Maisharoh? Tapi no ponsel Maisharoh udah aku save. Lalu siapa ini?" Gumam Famira.


Karna penasaran, Famira pun langsung membukanya dan melihat no pengirimnya.


"Aku ingat kan padamu, untuk menjauhi Kevin. Dan jika kamu tetap mendekatinya, akan ku pastikan kamu akan mati ditangan ku. Kamu lihat saja nanti, jika sampai berani melanggarnya. Aku sudah peringatkan padamu, jauhilah Kevin dan bercerai lah dengannya!"


Itulah pesan yang dikirimkan oleh no asing itu. Famira hanya mengabaikan nya dan tidak ada niatan untuk membalasnya.


Ia pikir itu hanya orang salkim. Yang penting sekarang adalah mencari keterangan hati, mendengarkan tausiyah dari Maisharoh.


Ia mendengarkan dengan seksama, saat Maisharoh memulai tausiyah nya. Meski lewat Vidio call, itu sudah lebih dari cukup untuk bisa mendapatkan ketenangan hati Famira.


Banyak sekali pesan dan kesan dari tausiyahnya Maisharoh, hingga satu jam mereka melakukan vidio call.


''Alhamdulillah....., Syukron ukhty tausiyah nya'' ucap Famira


''Na'am...., ukthy. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi alternatif pembelajaran dalam mengarungi bahtera cinta tangga'' jawab Maisharoh

__ADS_1


''Iya...., kalau begitu aku tutup dulu, Assalamualaikum'' ucap Famira


''Waalaikumsalam....'' jawab Maisharoh


Setelah selesai bervidio call dengan Maisharoh, Famira meminta bik Sarmi untuk membawakan jus buah mangga untuknya.


''Bik...., bik Sarmi'' ucap Famira dalam telepon


''I...iya non, ada yang bisa saya bantu?'' tanya bik Sarmi


''Tolong bawakan saya jus buah mangga!" perintah Famira


"Baiklah non...., saya akan segera datang" jawab bik Sarmi


"Makasih bik Sarmi...., maaf merepotkan bibi" ucap Famira


Lalu bik Sarmi menutup ponselnya dan mulai membuatkan jus buah mangga keinginan dari Famira.


Lagi dan lagi, Famira mendapatkan pesan dari no asing itu.


"Jika kamu sudah membacanya, berarti aku anggap kalau kamu sudah paham. Dan jauhilah Kevin!" ucap orang itu


''Dasar gila, siapa sebenarnya orang ini?'' tanya Famira pada dirinya sendiri.


Karna geram dengan pesan ini, Famira langsung melakukan video call dengannya, ia ingin melihat wajah di pengirim pesan.


Panggilannya tak dijawab, hanya diabaikan begitu saja olehnya.

__ADS_1


Berulang kali Famira menelponnya, baik vidio call ataupun telpon biasa. Tapi sama saja hasilnya, tetap tidak diangkat oleh orang itu.


''Orang tak tau diri, aku sangat penasaran dengan orang ini. Jika sampai nanti aku temukan orangnya, maka aku akan meminta penjelasannya'' ucap Famira


Famira tambah geram, lalu ia memblok no itu lalu ia laporkan pada si pemilik no asing itu.


Berharap dengan melakukan itu, tidak ada


lagi yang mencoba untuk menerornya.


***


Di sembarang sana, ada orang yang geram dan marah pada Famira, karna no ponselnya di blok oleh Famira.


Dari sembarang sana, ada orang yang sangat marah pada Famira, sebab Famira sudah berani memblok no ponselnya.


"Kau sudah berani memblok no ponselku, lihat saja, aku akan membuatmu menderita seumur hidup. Dasar wanita perebut laki orang.'' Ucap orang itu.


Lalu ia kembali ke tempatnya kerjanya dan mulai bekerja kembali. Nanti ia akan tetap meneror Famira agar ia mau berpisah dengan Kevin dan pergi meninggalkannya.


Bersambung


.


.


.

__ADS_1


Kira-kira siapa yak, orang asing itu?


__ADS_2