
Happy reading 🤗
Beberapa hari kemudian, saat ini adalah waktunya untuk Famira pergi ke dokter untuk mengecek kandungan nya. Kali ini Kevin ikut menemaninya. Memastikan jika Famira sehat dan juga janinnya.
Kevin sangat bersemangat sekali untuk mengantarkan istrinya ke rumah sakit.
Sedangkan Famira justru khawatir, takut nanti terjadi hal yang Famira tak inginkan.
30 menit kemudian, mereka sudah sampai di rumah sakit, tinggal menunggu giliran Famira di panggil. Di sana banyak sekali pasangan pasutri mengantri untuk memeriksa istri mereka. Dari yang hamil muda sampai yang tua.
Famira senang sekali melihatnya, begitu juga dengan Kevin. Mereka sama-sama senang dan membayangkan jika mereka bisa seperti mereka hingga Famira hamil tua nanti.
"Manis sekali mereka....." ucap Famira
"Iya sayang, kamu benar. Dan kita juga enggak kalah manisnya kok" ujar Kevin
"Benarkah.....?" tanya Famira.
"Iya sayang, itu benar....." jawab Kevin
Famira hanya mangut-mangut, dan tersenyum. Lalu nama Famira di panggil untuk di periksa. Famira sangat gugup, ketika namanya di panggil.
Kevin yang melihat Famira terbengong pun langsung menyenggol lengannya. Famira langsung terlonjak kaget dan menampilkan senyum manis.
"Ayo sayang, saatnya kamu di periksa" ajak Kevin sambil mengulurkan tangannya
"I...iya mas, ayo kita masuk'' jawab Famira sambil menerima uluran tangan suaminya.
__ADS_1
Saat sudah di dalam, ternyata yang memeriksa adalah dokter Risa. Manik mata mereka bertemu, lalu Famira memejamkan matanya dan menggelengkan kepalanya pada dokter Risa.
"Ku mohon dokter, tolong jangan kau bocorkan pada suamiku" ucap Famira dalam hati
Dokter Risa sudah paham maksud dari Famira memejamkan matanya dan menggelengkan kepalanya.
Sang dokter hanya mengendus pasrah, ia hanya mengikuti perintah dari Famira untuk tutup mulut di hadapan Kevin dan tidak membicarakan masalah penyakitnya itu.
"Baiklah....., mari kita periksa" ucap dokter Risa
"Baik dokter...." jawab Famira
Sang dokter memeriksa dengan sangat cermat.
"Ya Allah Mira, kamu ini ngeyel banget jadi orang. Pasti kamu sering mengalami sakit kepala dan selalu mimisan. Kenapa kamu keras kepala sekali" ucap dalam hati
"Bagaimana keadaan istri dan anak saya dok?" tanya Kevin yang sudah tak sabar
"Alhamdulillah, mereka semua sehat pak. Tapi saya sarankan untuk selalu memberi vitamin pada istri anda'' ucap dokter Risa
"Alhamdulillah...., baik dokter. Saya akan selalu memberi Famira vitamin" janji Kevin untuk selalu memperhatikan kondisi Famira dan selalu memberinya vitamin.
Lalu Kevin mencium kening istrinya, bahagia sekali karna Famira sehat begitu juga dengan anak yang Famira kandung.
Famira bernapas lega, untung saja dokter Risa tidak memberitahu pada Kevin mengenai kesehatannya sekarang. Famira terlihat utuh tanpa cacat sekalipun. Tapi tanpa banyak orang sadari, jika Famira ini sangat rapuh dan banyak kekurangan dalam dirinya.
Utuh tapi rapuh.
__ADS_1
Itu lah julukan yang pas untuk Famira, selalu menampilkan dirinya jika ia baik-baik saja di depan banyak orang. Dan jika di belakang mereka, Famira sangat lemah bahkan tidak ada yang bisa merasakan kelemahannya.
"Syukurlah, dokter Risa tidak mengatakan apa-apa" gumam Famira
Lalu mereka keluar dari ruangan dokter Risa.
Sepanjang lorong rumah sakit, Kevin tak melepas genggaman tangannya dan selalu melempar senyuman pada Famira.
"Kali ini, aku akan selalu ada untukmu. Jadi, setelah dari sini kamu mau kemana wahai tuan putri?" tanya Kevin
"Jalan-jalan...." jawab Famira sambil tersenyum
"Baiklah...., tuan putri. Permintaanmu adalah titah bagiku" ujar Kevin
Famira hanya tersenyum dan tersipu malu menanggapi ucapan Kevin.
"Tidak usah malu begitu wahai istriku sayang. Hari ini aku milikmu" ucap Kevin sambil mengerlingkan salah satu matanya.
Wajah Famira tambah merah, karna Kevin begitu memanjakannya.
Bersambung
.
.
.
__ADS_1