True Love

True Love
Peduli


__ADS_3

Happy reading 🤗


Hari ini Kevin tidak ke kantor karna sedang sakit demam, Wandi lah yang menggantikannya ia menghandle semua pekerjaannya Kevin.


Pasti ini semua adalah ulah si uget-uget yang gencar mencari celah agar bisa masuk dalam kehidupan Kevin.


Sikap Sindi hanya mempermalukan derajat para wanita, suka sekali menggangu hubungan orang lain. Padahal kan kodratnya wanita itu di cari bukan mencari.


Wanita itu hanya menunggu para pria yang siap dan bersedia menjadi imam untuknya dan membimbing dirinya ke jalan yang benar.


Kalau Sindi, ia berbeda dari yang lain. Justru dia lah yang mencari pria untuk pendamping hidupnya.


Salah?


Sebenarnya sih tidak salah, tapi cara Sindi yang salah. Boleh-boleh saja jika ingin mencari pria baik dan bisa menyayangi diri sendiri. Tapi dengan merebut orang yang sudah beristri atau bersuami itu salah besar.


Jika kau sampai melakukan itu, maka kau akan mendapat citra jelek di mata dunia, mendapat cemoohan dari orang disekitar mu,


mendapat dosa besar lagi dan kelak kau akan mempertanggungjawabkan nanti di akhirat.


Sudah berulangkali Wandi mengingatkan Sindi, jika ia salah dan harus berubah menjadi lebih baik.


Bukannya Wandi cemburu atau tidak suka jika Sindi terus-terusan mengejar cintanya Kevin.


Dia hanya peduli pada Sindi.


Jika kalian tau, Sindi itu sangat cantik, badannya tinggi, kulitnya putih, hidungnya mancung dan cara bekerjanya juga sangat rapi.


Tapi sayangnya Sindi tidak punya akal sehat.

__ADS_1


Ia sudah tau jika Kevin sudah menikah, lalu kenapa ia masih saja merayu Kevin bahkan sampai melakukan hal konyol agar bisa mendapatkan Kevin.


Wandi selalu peduli pada Sindi, menasihatinya agar tidak lagi mendekati Kevin, dan menyuruh dirinya untuk mencari pria lain. Karna di luaran sana banyak pria yang menyukai Sindi, bahkan mereka rela melakukan apapun hanya untuk bisa mendapatkan Sindi.


Tapi Sindi tak menghiraukan perkataan Wandi, hatinya sudah tertutup dan hanya ada nama Kevin disana. Sangat sulit untuk menasihati Sindi, seperti anak yang sangat bandel jika di suruh mengerjakan tugas.


''Apa kau yang menyebabkan pak Kevin demam....?'' tanya Wandi


''Apa...., pak Kevin demam?'' malah balik bertanya


''Sudahlah, jangan bersandiwara dihadapan ku. Aku bukanlah orang bodoh yang mampu kau tipu'' ucap Wandi


''Mana ku tau jika pak Kevin demam'' dalih Sindi sambil memutar bola matanya tak beraturan


''Dasar pembohong besar. Aku sudah tau semuanya. Dan kau tidak mau jujur padaku'' tandas Wandi


''Aku tidak asal menuduh, aku punya buktinya. Apa kau ingin melihatnya?'' tanya Wandi


Sindi langsung gemetar ketakutan, ia sudah tidak bisa tenang. Sesekali mengelap bibir bawahnya, menggigitnya dan pandangan matanya kesana-kemari.


Lalu Wandi mengeluarkan sebuah flashdisk yang berisi rekaman saat Sindi membuatkan kopi untuk Kevin dan meminta Siti untuk menghantarkan kopi itu keruangan Kevin.


''Kau...., apa masih mau mengelak?'' tanya Wandi


''Tolong, jangan bocorkan itu pada pak Kevin. Ku mohon....'' pinta Sindi


''Gampang....., asal kau mau menuruti semua perintah ku'' ucap Wandi


''Katakan saja, apa mau mu'' ujar Sindi

__ADS_1


''Jauhi pak Kevin dan buang jauh-jauh cintamu itu. Karna tidak ada harganya bagi pak Kevin'' jawab Wandi tegas


''Aku tidak mau, aku akan tetap mengejar cintanya'' ucap Sindi


''Kau ini wanita, bukan pria yang mengejar cinta seseorang. Kau harusnya bangga bisa menjadi wanita. Karna wanita itu di kejar bukan mengejar.


Banyak pria yang berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan wanita pujaannya. Sedangkan dirimu, kau bisa menjadi wanita paling hina di dunia ini, karna sudah berani merusak hubungan orang lain. Coba kau bayangkan jika kau yang berada diposisi nonya Famira,


apa kau mau jika suamimu di rebut oleh wanita lain'' tanya Wandi


''Tentu saja aku tidak mau...'' jawab Sindi


''Nah, itu kau paham. Jadi pikirkan baik-baik sebelum kau menyesal. Ku peringatan lagi padamu, jauhilah Kevin dan buang cintamu untuk Kevin serta buka lah hatimu untuk pria lain. Karna aku yakin suatu saat nanti pasti ada pria yang bisa menyayangi mu sepenuh hati, jiwa dan raga. Percayalah, jika Tuhan tidak akan membuat hamba-nya sengsara dan menderita selamanya. Semua makhluk hidup berhak bahagia. Dan mereka akan mendapatkan kebahagiaan itu dengan cara yang benar dan sabar dalam menjalani kehidupan ini.


Aku tidak cemburu melihat kau sangat perhatian pada Kevin, tapi aku justru kasihan padamu. Ini terakhir kalinya aku peduli dengan mu. Jadi, pikirkan perkataanku sebelum kau bertindak lebih jauh lagi. Dan bisa merusak masa depanmu. Kau cantik, berprestasi dan menjadi impian para wanita lain yang ingin bisa menjadi sepertimu'' ucap Wandi


Sindi langsung diam tak menjawab dan hanya mendengarkan perkataan Wandi tadi.


Bersambung


.


.


.


"Kadang seseorang akan berhenti peduli, bukan karena ia sudah tak peduli lagi.


Tapi karena ia sadar bahwa kepeduliannya tidak dihargai...."

__ADS_1


__ADS_2