
.....🌸🌸.....
Selang beberapan jam kemudian..
Banyak cerita yang telah Jimin dan Lisa bagi kepada sang putra dan bibik tentang diri Ameena . Kini Jimin meminta Leon untuk mengantar Ameena ke kamar baru nya.
Ameena setia mengekor dibelakang sang Kakak angkat. Sampai pada suatu pintu bercat putih , langkah kaki panjang berhenti..
Ameena yang ceroboh , tanpa sengaja menabrak punggung Leon ..
" BRUGG.."
" ASTAGHFIRULLAH HAL ADZIM.. " ucap Ameena yang terkesiap.
Leon yang tertabrak tubuh Ameena yang subur tersungkur pelan , namun tak sampai terjatuh.
Terdiam dari ĺangkah , dengan memejam kan mata sesaat , lalu Leon mengambil nafas dalam - dalam - lalu membuangnya , Dengan tatapan malas Leon membalik kan tubuh nya kearah Ameena.
" Ini kamar mu dan itu kamar mama dan papa ! " ucap Leon menjelas kan dengan mengarahkan telunjuk nya kearah kamar kepada Ameena -adik anģkat nya.
Saat Leon akan berlalu terdengar suara gadis kecil itu " Terima kasih Kak.. !" Ucap Ameena dengan tersenyum ragu.
Tanpa menjawab ucapan Meena- Leon berlalu.
Ameena membuka pintu kamar nya .. " KLEK.. " Bibir mungil Ameena terdengar mengucap salam sembari melangkah kan kaki kanan nya .
" MASYA ALLAH.. ini benar kamar Meena ya Allah ..ini bukan mimpi kan ??!" Ucap Meena dengan senang sekaligus tak percaya .. mungkin sudah jadi kebiasaan Ameena ketika datang kebahagian nya dia selalu melompat lompat kegirangan.
Namun kali ini bukan semak -semak lagi yang jadi medianya tapi, Ameena melompat di atas kasur yang bernuansa hijau muda .. yang menjadi warna favorit nya.
Setelah puas Ameena pun merebah kan tubuh subur nya diatas kasur yang empuk nan lembut ..
30 menit berlalu..
" HIIIHH... dingin nyaaa !? " keluh Meena . Meena mencoba mencari kipas angin yang membuat nya kedinginan diruangan itu . Akan tetapi Meena tak menemukan apa yang ia cari.
Meena pun meraih bantal dan selimut tebal, sebagai penghangat tubuh nya . Dan akhir nya Ameena pun terlelap ..
**
Didalam kamar .. seorang pria baru keluar dari kamar mandi , setelah membersihkan tubuh gagah nya...
Jimin tersenyum melihat sosok cantik telah menunggu nya di depan pintu kamar mandi.
Jimin melangkah berlalu di depan Lisa... Seolah Jimin tak tahu arah maksud sang istri saat ini ...
__ADS_1
Lisa dengan cepat memeluk tubuh Jimin dari arah belakang yang kini hanya mengenakan handuk.
" Sayang.. " suara Jimin dengan menarik tubuh Lisa agar menghadap kearah nya. Sekian detik pasangan suami istri itu beradu pandang saling menyelami rasa yang semakin dalam..
Ada perasaan rindu di keduanya, yang ingin mereka luapkan saat ini juga , dengan pelan Jimin mengecup bibir Lisa.
" CUP" Lisa pun tersenyum kearah Jimin.
" Kamu pasti lelah, setelah seharian menempuh perjalanan , tak mungkin aku langsung menyerang mu!?" Ucap Jimin dengan senyuman nakal.
Lisa pun semakin memeluk tubuh tinggi itu dengan tetesan air mata kebahagiaan , Jimin menarik tubuh Lisa lagi lalu bertanya..
" Kenapa kamu menangis .. ?!" Tanya khawatir Jimin.
Lisa menggeleng pelan lalu menjawab ..
" Terima kasih, ... terima kasih atas segala nya, kamu laki -laki yang terbaik Jim!?" Sambung Lisa dengan sesegukan.
**
Hari -hari keluarga Jimin dan Lisa semakin harmonis dan berwarna dengan pertengkaran- pertengkaran kecil yang terjadi diantara Leon dan Ameena.
Namun yang dinama kan hidup tak selalu nya mulus , apalagi dalam berumah tangga selalu ada saja batu sandungan dan cobaan sebagai ujian nya , yang datang dengan cara dan bentuk yang tak kita duga .
Hari ini Jimin dan Lisa akan mengajak Ameena , untuk diperkenal kan pada keluarga besar Jimin , walau sesungguhnya Lisa kurang setuju, akan tetapi setelah mendengarkan penjelasan dan alasan dari Jimin -membuat wanita cantik itu mengangguk setuju..
......
Kini Jimin dan Lisa telah disambut oleh keluarga besar Jimin, dengan minim nya ramah tamah..
Mata seorang pria tua menatap kearah gadis berjilbab besar disamping Leon.
Mereka semua duduk diruang keluarga , Lisa memperhatikan semua tatapan keluarga dari Jimin tak tertuju pada nya , namun mengarah pada Ameena anak angkat nya dengan tatapan tak suka.
Jimin yang mengerti akan ketidak sukaan keluarga nya kepada sang anak angkat yang berpakaian tertutup- menutup rambut hingga kaki nya yang mengenakan kaos kaki,
Namun Jimin tak menanggapinya - Pria dewasa itu diam seolah tak paham arti tatapan dari keluarga nya saat ini..
Suara dari salah satu tante Jimin berpakaian modis terdengar ..
" Siapa anak itu?! " satu kalimat yang telah terbaca oleh Jimin.
Jimin berdiri menghampiri Ameena kecil..
" Meena bisa berdiri nak !? " Pinta Jimin dengan sayang.
__ADS_1
Ameena mengangguk patuh.
Jimin menggenggam tangan kecil itu ..
" Papa - tante ! PerKenal kan ini anak angkat Jimin- adik angkat Leon , dan Jimin kesini ingin memperkenal kan nya pada keluarga besar kita.. !?" lalu suara barito memotong ucapan Jimin..
" Lalu kamu berharap OM - Papa mu dan tante menerima nya ! ? " sela ucapan dari anggota keluarga Jimin, sungguh menyinggung Jiwa Lisa sebagai ibu , namun Leon memeluk sang Mama meredam emosi wanita yang telah melahirkan nya
" Setelah kelakuan mu memaksakan diri menikahi nya !?" Tunjuk Om - dari Jimin kearah Lisa.
" Dan seyakinan dengan nya ?!" Sambung sinis sang tante.
Jimin tersenyum kecil..
" Aku kesini berharap hubungan kekeluargaan ini semakin membaik , tapi !?" Ungkapan Jimin tertahan ketika melihat sang istri telah berlinang air mata.
" Wanita tak berpendidikan itu telah merubah mu Jim !?" Pernyataan sang OM membuat Jimin mengepal kan tangan menahan amarah .
Leon yang akan berdiri membela harga diri sang mama ditahan oleh Lisa.
Ameena merasa kehadiran nya tak diingin kan dikeluarga papa angkat nya , namun dia tak tahu harus berbuat apa dengan keadaan ini..
Dengan tersenyum garing Jimin berbalik kearah Lisa..
" Ayo sayang Kita pulang , Lee ajak adik mu !" Pinta Jimin dengan berlalu.
**
Sesampainya dirumah , Jimin menyuruh kedua anak nya untuk berkumpul di ruang keluarga.
" Ameena maaf kan papa, membuat mu harus mendengar ucapan tak baik tentang Ibu mu dari keluarga papa " Ucap sesal Jimin.
Gadis kecil bertubuh gemuk itu mengangguk dengan tetap menunduk ...
**
Kini hari -hari Ameena kecil seperti apa yang selama ini ia impikan ..
Ameena memiliki papa -mama - kakak dan seorang bibik rasa nenek . Ameena bersyukur mendapat kan keluarga inti yang ternyata menerima nya dengan segala yang ada didirinya dan memperlakukan Ameena layak nya anak kandung dan saudara kandung .
Ameena pernah mendengar sepenggal cerita tentang saudara sepanti nya yang dulu pernah mendapat perlakuan tak layak dari orang tua angkat nya.. dan pada akhir nya anak panti itu kabur dan kembali ke panti dan menolak untuk diadopsi kembali .
Akan tetapi gadis kecil berbadan gemuk , selalu menanamkan dalam hati dan pikiran nya untuk selalu berhusnuzon kepada sesama,
Dan tak lupa telapak tangan nya ia pergunakan untuk menengadah meminta dalam tiap doa kepada sang pemilik diri. untuk mengabulkan permohonan baik untuk nya dan orang yang ada disekitar nya.
__ADS_1
.....🌸🌸.....