
Happy reading 🤗
Kevin mencari kemana saja selama kakinya dan otaknya masih berpikir. Menyusuri setiap rumah sakit sampai ia memasang poster jika ia sedang membutuhkan bantuan dan akan membalas jika ia menemukan pendonor yang tepat. Apapun nanti yang akan orang itu minta, asal Famira sehat dan sembuh kembali.
Hingga tak terasa Kevin sudah melakukan pencarian sampai memakan waktu 5 hari lamanya dan sekarang ia hanya punya waktu 2 hari lagi. Selama 5 hari ini, Kevin dan Arka belum mendapatkan pendonor yang pas untuk Famira.
Harus kemana lagi Kevin mencari, seluruh media ia siarkan, setiap rumah sakit ia telusuri, tetangga-tetangga pun sudah ia tanyakan namun hasilnya nihil belum juga ia jumpa dengan apa yang selama ini ia cari.
Bahkan Kevin sering telat makan, badannya juga terlihat sedikit kurus dan tak terurus sebab tidak ada Famira yang melayani dirinya. Mau tak mau, Kevin harus bisa mandiri dan menyiapkan segala keperluan sendiri.
"Ya Allah, harus kemana lagi hamba mencari? Bantulah hamba ya Allah'' ucap Kevin sambil menyupir mobilnya. Setiap ia membuka ponselnya, pasti hanya ada kabar jika tidak ada yang cocok dengan apa yang Kevin cari.
Ia singgah ke dalam cafe untuk membeli minum disana. Haus sekali rasanya, ketika menunggu pesanannya datang, Tiba-tiba ponselnya berdering dan itu adalah notifikasi pesan dari Arka.
"Apa kau sudah dapat....?" Arka.
Berbalas
"Belum, tapi apakah kau sudah dapat?" Kevin.
Berbalas
__ADS_1
"Aku juga belum dapat, lalu kita harus mencari kemana lagi, sekarang?" Arka.
Berbalas
"Entahlah, rasanya aku sudah tidak ada harapan lagi, karna semua tempat sudah aku singgahi" Kevin.
Berbalas
"Bersabarlah, aku yakin pasti kita akan menemukannya. Kita harus bisa extra sabar. Aku akan tetap membantu hingga nanti Famira sembuh" Arka.
Berbalas
Kau benar, aku akan terus berusaha sampai dapat. Dan terimakasih karna suport yang kau beri padaku" Kevin.
Berbalas
Berbalas
"Hemm....., tentu saja. Jangan khawatir" Kevin.
Arka tak membalasnya, ia hanya membacanya dan melanjutkan pencariannya.
__ADS_1
Sedangkan Kevin, ia langsung menyantap makanan yang sudah ia pesan.
Duduk di paling pojok, sambil memotret Kevin. Tersenyum licik dan menatap foto itu.
"Selamat, kau akan segera kehilangan orang yang kau cinta" ucap orang itu.
Kevin sudah selesai makan, sebenarnya ia tau jika ada yang sedang mengawasi dirinya, namun ia bersikap bodo amat, enggak penting buat ngurusin mereka hanya buang-buang waktu dan tenaga saja.
Berjalan seperti orang bodoh yang tidak perduli. Sengaja Kevin seperti itu, karna ia ingin melihat keberanian yang orang itu miliki hingga nanti Kevin angkat suara.
"Teruslah kau mengikuti ku, hingga nanti kau akan bosan sendiri dan menampakkan dirimu sendiri tanpa mendapat paksaan dari orang tua"Ujar Kevin sebelum naik ke mobilnya.
Kemudian, Kevin pergi dan kembali ke rumah sakit dan menjaga istrinya. Bagaimana lagi ini, sudah melakukan pencarian selama 5 hari, tapi hasil masih nihil dan keberuntungan belum berpihak padanya.
Kevin sempat mengeluh, tapi kala ia mengingat wajah istrinya yang sekarang sedang terbaring lemah di rumah sakit, Kevin menjadi tersenyum dan semangat kembali agar bisa menemukan pendonor untuknya.
Bersambung
.
.
__ADS_1
.