True Love

True Love
Bahagia


__ADS_3

Happy reading ๐Ÿค—


Sepulang dari rumah sakit, tuan Eki pun membantu sang anak memapah sampai masuk ke dalam kamarnya. Baik ayah maupun Elia sama saja. Bukannya di kasihani malah kena omelan, tapi omelan itu berisi petuah untuk Tania.


"Sudah sampai dan sekarang kamu istirahat nak" Ucap ayah setelah sudah membantu Tania membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Baik, ayah Tania akan istirahat" Jawab Tania sambil tersenyum tipis menanggapi ucapan ayah.


"Dan untuk Elia, kamu juga istirahat nak, karena dalam waktu dekat kamu akan menikah" Ujar ayah lada Putri sulungnya.


"Tentu saja ayah, Elia akan istirahat" Jawabnya lalu ia dan ayah pergi dari dalam kamar Tania.


Setelah kepergian mereka berdua, Tania pun mulai memejamkan matanya. Hari yang begitu melelahkan dan sangat menyialkan baginya.


Tas yang di jambret bermotor tadi, hanya berisi beberapa buku dan dompet ia letakan dalam sakunya. Jadi jambret itu hanya menggondol tas yang berisi buku, masalah uang dan ponsel berada dalam genggamannya.


"Hahahaha, kalian menjambret orang yang salah" Tawa Tania terdengar hambar. Meski hanya tas yang harganya tak seberapa tapi buku dalam tas itu yang sangat berharga baginya. Ia harus rela buku itu hilang dalam waktu sekejap.

__ADS_1


Baru membeli dan sekarang sudah diambil orang. Ibarat hubungan, baru saja berpacaran eh tiba-tiba udah ada yang nikung. Mau tak mau harus rela meski sakit.


Sedangkan ditempat lain, para penjambret itu sudah berada di markas mereka. Dengan semangat membuka tas, karena terasa begitu berat. Mereka pikir itu adalah uang dan saat di buka kaget, melihat isinya. Apa-apaan ini, kenapa bukan uang? Kenapa berisi banyak buku tebal?


Wah kurang ajar, ternyata anak perempuan tadi bukan orang kaya. Salah sasaran mereka ketika menjambret. Kapok lah, kerja kok jadi penjambret. Ya gitu kalo lagi bernasib apes.


Lalu mereka pun membuang tas itu ke tempat sampah beserta buku-bukunya juga. Semuanya tidak penting bagi mereka, uang lah yang sekarang mereka cari-cari namun dengan cara yang salah.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


"Alhamdulillah, selesai juga" Ucap Rasya sambil mengelap peluh keringat yang ada di keningnya. Tidak mau jika suster mengelap karena dia tidak suka.


"Tunggu sampai benar-benar detak jantungnya mulai membaik" Jawabnya dengan melepas baju hijau.


Suster pun langsung mangut-mangut, sedangkan Rasya sudah keluar duluan dari ruang UGD. Operasi berjalan lancar, kini jadwal Rasya adalah mengecek kondisi pasien yang kemarin belum sembuh setelah pasca operasi Caesar. Rasya tipe dokter yang bertanggung jawab terhadap pasien yang ia tangani.


"Bagaimana keadaan anda, nyonya setelah selesai melahirkan?" Tanya Rasya ketika sudah sampai di dalam.

__ADS_1


"Saya merasa sudah mendingan dokter "Jawab wanita cantik itu.


"Syukurlah, kalau begitu saya akan periksa lagi untuk memastikannya" Ujar Rasya, dengan memasang stetoskop dan mulai memeriksa. Detak jantung normal dan kondisi wanita ini juga sudah membaik dari hari sebelumnya.


"Kapan saya bisa pulang, dok?" Tanya wanita itu penasaran.


"Hari ini atau besok anda boleh pulang. Asal jangan melakukan pekerjaan berat yang bisa membuat anda drop " Jawab Rasya sembari memperingatkan.


"Baik dokter terimakasih sarannya" Ucap wanita itu sambil tersenyum tipis.


Rasya pun langsung mengangguk dan ia pun segera keluar dari sana. Sedangkan pihak keluarga pasien tadi mulai berkemas dan siap untuk pulang setelah mendapat izin dari dokter yang menangani operasi Caesar itu.


"Bahagia sekali keluarga tadi, setelah mendengar jika boleh pulang dan membawa anak mereka ke rumah. Jika aku sudah menikah apakan bisa sebahagia mereka?" Ucapnya dalam hati ketika berjalan menuju ruangannya untuk beristirahat.


Bersambung


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2