True Love

True Love
EPISODE 83 AZIZAH.


__ADS_3

.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....


"Untuk luka yang terhapus senja , untuk duka yang ingin meraja , bisikan lembut dengan senyuman manja , meyakinkan diri bahwa bersama Allah semua akan baik -baik saja....


Ameena...


*


*


Bocah kecil itu mulai berkata .. "Beliau bukan bunda -ibu ?" Dengan wajah sendu.


Ibu pengasuh menggenggam kedua telapak tangan bocah cantik itu ... seolah ingin memberi ketenangan.


Tangan Hanifa memegang pundak gadis berkrudung besar berusaha menguatkan - Ameena mengarah kan pandangan nya kearah wanita muda bercadar dengan tersenyum ..


*


*


Wanita dewasa meminta bocah tersebut untuk bermain didalam kamar terlebih dulu .. dengan patuh bocah itu mengangguk..


*


*


Beberapa menit berikut nya ..


Ameena menatap Hanifa dan Hanifa menatap kearah sang kakak .. mereka bertiga saling melempar tatapan dalam tanya pada wanita didepan mereka.


Perlahan wanita dewasa itu mulai bersuara..


"Perkenal kan nama saya Azizah pengasuh Zakia .. !?"


"Dan saya ucapkan terima kasih kepada mbak Ameena karena bersedia mengurus mbak Tari selama dirumah sakit hingga mbak Tari menutup mata "ucap Azizah dengan sendu.


"Saya hanya melakukan apa yang memang sudah seharus nya saya lakukan mbak ... . ! Bagi saya Tari sudah seperti saudara ?" Jelas Meena dengan ramah.


*


*


Tak lama suara sopan Ameena terdengar kembali...


" Kalau boleh saya tahu ! Apa Zakia mengerti kabar meninggal nya Tari ?!" Tanya gadis berkrudung besar dengan suara yang memelan.


Azizah menunduk lalu menggeleng..


"Tidak mbak !? Saya tidak tega untuk menyampaikan nya !" Jawab Azizah dengan mata yang mulai membasah.


"Saya berpikir alangkah baik nya Zakia tidak tahu kenyataan tentang siapa mbak Tari karena itu lah yang diingin kan almarhum semasa hidup nya !?" Ujar Azizah.


Ameena tersenyum getir akan ucapan wanita dewasa itu...


"Saya tahu ini sangat sulit untuk diterima dipendengaran ! Dan saya tahu ini sangat sulit terucap dalam lisan ! Tapi akan lebih sulit untuk saya ... jika ..- !?" Ucap an Meena tertahan sejenak mengambil nafas lalu menghembuskan nya kembali " Jika - kebohongan yang menjadi dasar dari suatu hubungan antara saya dan Zakia !?' Jelas Ameena dengan tatapan tegas.


Azizah cukup terkejut akan pemikiran Sang Amanah.. lalu sebuah senyuman terbentang dibibir merah wanita dewasa itu..


"Sekarang aku tahu ! kenapa mbak Tari memilih gadis muda berkerudung besar ini - sebagai ibu untuk Kia !?" Batin Azizah dengan tersenyum.

__ADS_1


*


*


*.


Zakia nampak berdiri diambang pintu kamar seolah anak itu penasaran akan sosok Ameena melalui suara yang menyapa...


Azizah yang menyadari akan tingkah anak asuh nya ... datang menghampiri anak itu lalu duduk tepat didepan sang anak.


"Kenapa berdiri disini ? Apa Kia tidak ingin memeluk bunda ???!" Ucap wanita itu dengan menatap Ameena dan tersenyum kepada Hanan dan Hanifa.


Dengan tatapan bingung bocah cantik itu bertanya..


"Kia ingin -ibu .. ! Tapi ..... kenapa suara dan bentuk wajah bunda berbeda ibu... !?" Tanya bocah pintar itu .


Ameena tersenyum kembali atas kepekaan bocah pintar itu..


Dengan tersenyum sayang Azizah mencoba menjelaskan ...


"Bukan kah ibu pernah bercerita .. kalau bunda nya Zakia sedang sakit ?" Bocah perempuan itu mengangguk .


"Nah sekarang bunda nya Kia sudah sembuh ...!" Tutur bohong Azizah yang tak ingin berterus terang.


Dengan polos nya bocah itu percaya -langkah kecil itu mulai mendekat kearah Ameena ..


"Bunda... ?!" Suara mungil ZAKIA menyapa untuk pertama kali nya pada diri Ameena .


Sebuah dekapan kerinduan seorang anak tertuju untuk seorang ibu.. Ameena dengan berlega hati menerima luapan rindu anak tersebut.


Mata yang mulai membasah dari seorang wanita muda bercadar - seolah menjadi saksi akan ketulusan seorang Ameena dalam niat nya .


*


*


Tak lama Ameena menatap tanya kearah Azizah untuk kesekian kali nya...


Azizah tersenyum paham akan maksud tatapan Ameena.. dengan membelai rambut Zakia wanita dewasa itu bertutur....


"Kia sayang.. bisa masuk kekamar lagi nak ! Ibu sama bunda mau bicara ..... ? ! " ucap Azizah.


*


*


*


Setelah mengantar Zakia kekamar yang letak nya tak jauh dari ruang tamu , kini Azizah duduk dengan begitu tenang..


"Izin kan saya menyampaikan sebuah kisah ...!? Melalui cerita ..! Agar tak ada pertanyaan yang tak memiliki jawaban... !?" Jelas Azizah.


"Pada usia 18 tahun tepat nya akhir tahun ajaran baru , saya menemukan mbak Tari dalam keadaan pingsan karena kelelahan didepan sebuah teras toko , saya tanpa berpilkir panjang membawa mbak Tari pulang kerumah kontrakan .. Tanpa saya sadari itu awal mula pertemuan kami berdua..


"Saat mbak Tari siuman mbak Tari mulai memperkenal kan diri dan bercerita perihal tentang keadaan yang menimpa nya..


"Saya menatab iba akan keadaan mbak Tari saat itu , hamil diusia nya yang masih belia.


"Mbak Tari berkata akan mempertahan kan anak yang ada dalam kandungan demi sebuah status istri dari seorang pengusaha kaya raya yang berstatus duda.

__ADS_1


Dapat dimengerti akan apa yang ada dalam pikiran mbak Tari saat itu..


Setelah beberapa hari mbak Tari tinggal bersama saya tiba -tiba mbak Tari pamit untuk pergi mencari pria dewasa yang telah menghamili nya.. setelah pria itu ditemukan .. mbak Tari meminta pria itu bertanggung jawab atas kehamilan nya... awal nya pria berstatus duda itu menerima mbak Tari dan akan bertanggung jawab atas anak yang ada dalam kandungan ... namun pria itu mengajukan satu syarat ..


Pria dewasa itu akan menikahi mbk Tari kalau bayi itu telah lahir .. dan terbukti bayi itu adalah darah daging nya...


Dengan penuh keyakinan mbak Tari mengiyakan ucapan pria tersebut..


Disitu mbak Tari mendapat kan kehidupan yang nyaman dan bergelimang harta sesuai harapan mbak Tari ..


Tak ada ikatan apa pun dalam hubungan mereka .. saat itu.." ucapan Azizah berhenti lalu tersenyum garing dengan mengarah kan pengelihatan nya kearah Zakia yang tengah bermain .


"Hingga bayi itu lahir dengan keadaan yang tak diharap kan oleh sang pria..


"Dengan kejam pria itu menolak dan tidak mengakui bahwa bayi mungil itu adalah darah daging nya bersama mbak Tari..


"Mbak Tari syok dan hancur akan penolakan pria tersebut...


Sempat mbak Tari ingin meninggal kan bayi yang baru ia lahirkan pada suatu panti.. tapi belum juga kaki mbak Tari melangkah bayi itu menangis dengan kencang.


Seolah berkata.. "Jangan tinggal aku! Apa dosa ku !!"...


"Dan pada akhirnya mbak Tari mengurungkan niat nya .. dan memutuskan untuk merawat dan menerima keadaan bayi! malang tersebut..


Dan kembali tinggal bersama saya..


*


*


"Hingga suatu hari mbak Tari mengajak saya beserta anak nya untuk pindah ke kota ini -saya hanya menurut tanpa tahu apa maksud dari mbak Tari.


"Sesampai nya kami dikota ini .. mbak Tari mengontrak sebuah rumah sederhana .. untuk kami bertiga tinggali .


"Mbak Tari kuliah dan bekerja paruh waktu disebuah tempat pembelanjaan .. dan hasil kerja itu sangat lah tidak cukup untuk menopang kebutuhan hidup kami bertiga sehari -hari .. saya menawarkan diri untuk ikut bekerja namun mbak Tari melarang saya dan meminta saya untuk menjaga Zakia kecil.


"Makin hari tuntutan hidup makin tinggi penghasilan mbak Tari pun tak cukup untuk memenuhi keperluan kami...


"Hingga mbak Tari mengambil jalan pintas untuk itu .. mbak Tari tiap pagi selalu diantar mobil mewah yang mengkilat - dengan pria yang berbeda ditiap malam nya.


"Hal itu memancing reaksi warga .. untuk menggunjingkan apa yang mbak Tari kerja kan...


"Dan tak lama kami pun pindah kerumah ini .... karena mbak Tari sudah tak tahan mendengar ucapan para warga yang seolah menghujat dan menghakimi mbak Tari .. tanpa memberi jalan keluar kepada nya atau sekedar membantu.


"Seiring waktu bergulir bayi cantik itu tak kunjung diberi nama oleh mbak Tari , saya pernah bertanya perihal kenapa bayi cantik itu tak kunjung diberi nama ..


Mbak Tari hanya menjawab "saya belum mendapat kan nama yang tepat!" Dan akhir nya saya pun kembali terdiam.


Hingga usia anak itu hampir satu tahun mbak Tari pulang dari luar kota dengan membawa sebuah akte kelahiran putri kecil nya .. dan berpesan kepada saya .. ??...


*


*


*


...?...


.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....

__ADS_1


__ADS_2