True Love

True Love
Lamaran


__ADS_3

Happy reading ๐Ÿค—


Keesokan harinya, keluarga Zafier datang ke rumah Elia bersama dengan kedua orangtuanya, berniat untuk mempertemukan kedua belah pihak keluarga. Sebelumnya Elia sudah memberitahu ayahnya mengenai pertemuan ini. Ya beliau merasa sedikit lega, akhirnya putri sulungnya sudah mendapat tambatan hati yang serius dengannya dan tidak hanya berpacaran saja.


"Apa aku sudah terlihat cantik?" Tanya Elia sambil bercermin.


"Sejak kapan wajah kakakku terlihat jelek?" Ucap Tania sambil ongkang-ongkang kaki.


"Hahaha, tentu saja tidak pernah. Tapi aku sangat gugup, sayang" Sahut Elia sembari membalikkan badannya menghadap Tania.


"Why.....?"


"Nanti, Zafier pacarku akan datang kemari dan meminta izin pada ayah untuk melamar ku" Jawab Elia.


"Benarkah? Kenapa kakak tidak memberitahuku?" Sungut Tania tidak terima, masa adiknya tidak di beritahu.


"Sudah kakak beritahu tapi kamu sibuk dengan ponselmu" Jawab Elia jujur.


"Hah...., masa sih" Ucap Tania sambil menggaruk tengkuknya.

__ADS_1


"Iya, adikku sayang'' Jawab Elia sambil merapikan bajunya.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Keluarga Zafier sudah bersiap dan akan datang ke rumah Elia sebentar lagi, mereka sedang menunggu Zafier bersiap. Hari yang paling membahagiakan bagi Zafier dan Elia. Dan semoga hari ini lancar dan bisa melanjutkan hubungan sampai ke jenjang pernikahan.


"Nak, apa kamu sudah selesai bersiap?" Tanya mama Zafier dari luar pintu kamarnya.


"Iya mah, sebentar lagi Zafier siap" Jawab Zafier sambil mengancing jasnya.


Lalu tak seberapa lama, ia keluar dan tersenyum melihat mamanya sedang berdiri di ambang pintu. Segera Zafier menggandeng tangan mamanya untuk turun ke bawah dan berangkat bersama ke rumah Elia.


"Ayo semua silahkan dinikmati" Ucap tuan Eki ketika pembantu sudah menyuguhkan makanan dan minuman.


"Iya terimakasih, pak Eki" Jawab papanya Zafier.


Ketika sudah menikmati makanan dan minuman yang sudah di suguhkan, barulah papanya Zafier mengutarakan maksud tujuannya. Tuan Eki hanya menurut saja, tergantung pada Elia, sebab nantinya Elia lah yang akan mengarungi bahtera rumah tangga.


Elia pun menganggukkan kepalanya ia menerima lamaran Zafier yang nanti akan dilaksanakan bulan depan. Jika bulan depan, berati bareng dong sama Tania dan Rasya. Menikah di bulan depan.Ya enggak dong, nantikan Elia dulu yang nikah, sebagai kakak sulungnya Tania.

__ADS_1


Elia sangat senang hari ini, sudah mendapat restu dari ayah dan akan menikah dengan Zafier nantinya. Uh...aku bahagia untukmu Elia, selamat ya.


Kemudian Zafier meminta izin pada ayah untuk membawa Elia jalan-jalan menikmati indahnya hari ini.


"Ayah camer, boleh kah saya membawa Elia pergi jalan-jalan?" Tanya Zafier deg-degan.


"Tentu saja boleh, tapi ini yang terakhir kalinya sebab nanti Elia akan kami pingit sampai hari H pernikahan" Jawab ayah sambil tersenyum tipis.


Lalu, Zafier pun mengangguk dan menggandeng tangan Elia dan dengan senang hati ia menerimanya. Kedua pihak keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala melihat keromantisan antara mereka berdua.


Apapun rintangannya mereka selalu hadapi hingga di akhir hubungan berujung manis, nantinya mereka ada duduk di kursi pelaminan dan menyematkan cincin kawin di jari manis, menyandang status sebagai suami istri dan hidup bersama nantinya sampai akhir hayat.


Bersambung


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2