
Happy reading 🤗
Menikah? Satu kata yang membuat Tania syok. Menikah adalah hal yang paling Tania takutkan. Sebab dulu kedua orangtuanya mengalami broken home, ibunya bercerai dan menikah dengan pria lain.
"Nak, apa kamu mendengarkan ucapan ayah, tadi?" Tanya ayah, karena Tania terlihat seperti seorang melamun.
Tania tersentak, lalu ia pun langsung menghadap wajah ayahnya. "Maaf ayah, Tania masih belum mengerti maksud ayah" Jawab Tania.
"Ayah ingin menjodohkan kamu dengan anak teman ayah, sebab kakakmu sudah menolaknya. Jadi mau tidak mau kamu harus menerimanya" Ujar ayah lagi.
"Tapi ayah, Tania kan anak bungsu. Apakah boleh melangkahi kakak untuk menikah?" Tanya Tania.
"Tentu saja boleh, ayah mohon nak. Tolong turuti permintaan ayah ini, sebab ayah sudah berjanji akan menjodohkan sala satu putri ayah untuk putranya" Jawab ayah sambil memohon pada Tania agar dia mau menerima perjodohan ini.
Perempuan cantik ini hanya terdiam, tak menjawabnya. Pikiran masih berkecamuk, antara memilih atau menolak. Berat sekali rasanya untuk memutuskan. "Jika aku menolak, pasti ayah akan malu dan sedih" Ucap Tania dalam hati, lidahnya tiba-tiba kelu dan tenggorokannya tercekat dan susah untuk mengeluarkan suara. Bingung harus apa dan bagaimana.
"Tania capek yah...." Ujar Tania lalu ia pergi masuk ke dalam kamarnya. Sebenarnya ia tak ingin membuat ayahnya sedih, namun kenangan pahit selalu menghampirinya, perpisahan antara ayah dan ibu membuat Tania takut untuk menikah.
__ADS_1
Setelah sampai di kamar, Tania bergegas masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaian dengan pakaian santai. Merebahkan tubuhnya di atas ranjang, matanya yang terpejam memikirkan hal tadi.
Di lain kamar
Elia sedang melakukan vidio call dengan pacarnya itu yang menjadi tentara. Membicarakan tentang perjodohan yang ayahnya rencanakan. Si pacar hanya bisa menghela napas, ia tahu jika ayahnya Elia ingin segera anaknya menikah. Namun tugasnya sebagai tentara itu berat. Tak ada waktu untuk bisa kumpul dengan keluarga.
"Sayang, kapan kamu pulang dan menikah denganku?" Tanya Elia sambil memainkan rambutnya.
"Maaf, aku sudah membuat ayah dan dirimu bertengkar. Entahlah sayang, aku tidak tahu kapan aku bisa pulang. Tapi aku akan usahakan untuk menikahi mu si akhir tahun ini" Jawab Zafier.
"Awas jika kamu berbohong. Sudah banyak janji yang kamu ucapkan. Tapi tidak ada yang kamu buktikan padaku" Ancam Elia pada Zafier.
"Baiklah, aku mengerti. Tapi jika janjimu ini tidak kamu tepati maka aku akan pergi dan meninggalkan kamu" Ujar Elia, sebenarnya ia tidak ingin berucap seperti itu. Namun demi ingin melihat betapa Zafier mencintai dirinya.
"Jangan, jangan pergi. Baiklah, sayang pasti akan aku usahakan. Tunggu aku" Ucap Zafier dengan wajah serius.
Elia pun langsung tersenyum manis, ia percaya jika Zafier tidak bermain-main dan serius mengenai hubungan ini.
__ADS_1
Lalu ia pun langsung mengangguk dan menutup panggilan video call nya dan mulai tidur. Tak ada lagi perasaan mengganjal setelah berbicara dengan kekasih hatinya itu.
Di kamar sebelah, Tania tidak bisa tidur. Masih kepikiran, sungguh kakaknya membuat bingung serta perjodohan ini yang membuatnya stres. Sedang termenung, tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu kamarnya. Lalu Tania pun segera turun dari ranjang dan membuka pintu.
"Siapa.....?" Tanya Tania sembari membuka pintu kamar.
"Non, tuan pingsan....." Ucap bibi Suni dengan raut wajah khawatir.
"Apaaaa ...., ayah pingsan" Teriak Tania, ia begitu kaget sampai tidak sadar jika ada bik Suni dihadapannya.
Bik Suni menganggukkan kepalanya, Tania pun segera turun ke bawah dan melihat ayahnya. Dan benar ayahnya pingsan dalam keadaan terbaring di lantai.
"Ayaaaahh......" Teriak Tania menggema dan membuat Elia terbangun kaget. Dengan terburu-buru Elia bangun dan keluar kamar.
Bersambung
.
__ADS_1
.
.