True Love

True Love
EPISODE 21


__ADS_3

.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....


Di Malam hari ..


Dari arah depan masjid..


Hah - hah - hah.. nafas ngos - ngosan Ameena.


" ya Allah maaf kan Ameena . !?" gumam Ameena yang tidak sengaja salah arah..


*


*


10 menit kemudian..


" Assalamualaikum warahmatullah !?" Ucap Meena kekanan kekiri.


Ameena melipat mukenak dan sajadah nya , lalu dengan bergegas Meena keluar masjid.


Ameena mengeryitkan kedua alis nya , seolah menajamkan pengelihatan nya kepada sosok yang ia kenal , saat sepasang kaki nya akan mengenakan sandal japit yang bermerk SWALOOOS.


Meena membalik kan tubuh dan pandangannya secepat mungkin..


" Astaghfirullah haladzim ! Ini mata ... nggak sopan !" Keluh Meena dengan ngedumel sendiri dengan terus berlalu .


Saat diperjalanan mengarah pulang , gadis berkrudung itu melihat se ekor kucing sedang tercebur disebuah got yang tak terlalu dalam didekat permukiman warga desa.


Dengan bermodal kan tangan yang ia bungkus menggunakan kresek bekas , gadis itu menolong sang kucing malang.

__ADS_1


" Nah... kamu sekarang sudah terselamat kan Meong...!?" Ucap Meena berbicara dengan makhluk lucu itu.


Meena membelikan sebuah gorengan untuk sikucing sebagai makanan nya . Meena memotong motong kecil goreng an tersebut dan memberikan pada Meong.


" Kamu lapar yaaa.. !?" Ucap Meena berbicara kepada kucing.


" Makan yang banyak dan jangan sampai kecebur lagi di got , kalau tidak ada yang menolong mu nanti kamu bisa almarhum.. !?" Oceh Meena kepada kucing yang sedang sibuk memakan gorengan.


" Iyaa.. nanti saya makan yang banyak !?" Tiba - tiba Suara seorang pria dari belakang Ameena yang menyahut ucapan gadis gemuk itu.


Meena sedetik terkejut dengan mata kedepan dan bergerak perlahan seraya berdiri..


Ameena mematung tak percaya akan sosok dihadapan nya kini , sosok yang ia lihat sewaktu gadis kecil itu akan mengenakan sandal tadi.


" Mas Hanan !?" Satu nama terucap dari bibir mungil Meena.


" Assalamualaikum Ameena !?" Sapa pemuda yang memakai Kemko berwarna abu muda .


Hanan tersenyum bangga melihat sikap Meena yang tak pernah berubah . Meena selalu menunduk kan pandangan nya ketika didepan non mahram nya. Itu lah yang membuat diri Meena berbeda dari teman teman nya dipanti. Walau terkadang sifat nya sukar untuk ditebak .


Kini keduanya duduk disebuah bangku panjang disebuah pinggir jalan dengan berjarak.


" Sejak kapan kucing bisa diajak ngomong Ameena ?!" Tanya Hanan memulai obrolan.


"Sebenarnya mereka sedari dulu bisa bicara mas , cuman kita nya saja tak mengerti !!!?" Jelas Ameena .


" seperti kisah nabi sulaiman yang mampu berbicara dengan semua binatang !?" Jawab gadis itu lagi.


Beberapa menit berikut nya..

__ADS_1


Setelah obrolan kecil diri nya dan Ameena , kini kedua nya hanya terdiam ..lalu pemuda bersarung lengkap dengan Kemko itu menatap dengan tanda tanya pada Ameena..


"Kamu sejak kapan ada diMalang Meen.. ?" Tanya Hanan dengan pandangan kearah jalan seolah memecah keheningan diantara mereka berdua.


"Ibu angkat Meena pindah ke kota ini mas ?!" Jawab Meena .


Saat ini Ameena mendadak hati nya gelisah, Meena takut Pemuda 23 tahun itu akan menceritakan keberadaan nya pada Ajeng dan ibu nya yang berada di panti.


"Mass .. !?" Suara Meena. Hanan mengarah kan pandangan sejenak pada gadis gedut berusia 13 tahun itu.


" Mas Hanan.. ! Sebetul nya saya tidak meminta mas untuk berbohong !?'ucap Meena dengan ragu.


Hanan mengerutkan dahi mendengar ucapan Meena barusan..


" Bisa kah Meena meminta mas Hanan untuk tidak bercerita tentang Meena kepada ibu panti dan kak Ajeng ! dimana Meena saat ini !? dan bagaimana keadaan orang tua Ameena sekarang !?" Jelas Meena dengan tertunduk.


" Kenapa Meena ? Apa yang terjadi dengan Mu ! ?" Tanya Hanan penasaran.


" Banyak cerita mas ! akan tetapi Meena tidak bisa membagi cerita ini kepada mas Hanan ! Ma.af!?" ucap Ameena dengan pelan ,


Perkataan Ameena membuat pemuda sholeh itu menggangguk paham.


"Mas tidak akan memaksamu untuk membagi kisah hidup mu Meena !? " ucap Hanan dengan tenang.


" Mas hanya ingin mencoba membantu mu andai mas mampu !?" Ucap kembali pemuda itu..


Gadis berbusana syar' i itu kini hanya menunduk sendu , tak mampu menjawab perkataan pemuda yang ia anggap sebagai sosok yang baik dan sopan .


๐ŸŒธ

__ADS_1


๐ŸŒธ


๐ŸŒธ


__ADS_2