True Love

True Love
Kejam


__ADS_3

Happy reading 🤗


Suasananya menjadi sunyi senyap tanpa ada yang bicara. Arka masih terduduk dilantai sedangkan Kevin berdiri mematung. Kevin tak menyangka jika ini adalah alasan mengapa dirinya dipaksa menjadi ahli waris perusahaan ini. Bukannya Kevin senang, tapi ia sangat kecewa dan marah. Marah pada anggota keluarga Mahesa, mereka dulu begitu tega dengan mama nya. Menghina dan membiarkan mengandung tanpa didampingi suami. Hingga akhirnya hayatnya, Kevin tak sempat bisa melihat wajah sang mama dan kini ia harus menelan kepahitannya takdir.


Kevin seperti diombang-ambingkan oleh gelombang kehidupan, begitu pahit dan menyakitkan hati. Mama nya meninggal sebelum ia membalas jasanya dan melihat wajahnya.


"Aku akan kembalikan perusahaan ini atas namamu Arka. Aku tidak sudi untuk mengurus perusahaan ini. Karna aku tidak ingin lagi mengabdi kepada keluarga yang sudah membuat hidup orang yang aku sayangi bahkan sebelum aku lihat wajahnya menjadi menderita karna ulah keluarga Mahesa. Sungguh jika aku dulu tau alasan mengapa papa Ardian memaksaku untuk ikut menjadi bagian keluarga ini, pastinya aku sudah menolak keras dan mungkin aku akan menghancurkan perusaahan ini hingga berkeping-keping" ucap Kevin sangat datar.


"Ku mohon Kevin, maafkan aku dan tolonglah kau jangan seperti ini" ucap Arka.


"Jangan seperti ini?


Hei Arka, apa kau sadar jika perkataanmu itu?


Aku sangat hancur benar-benar hancur dan ini semua karna kalian!" teriak Kevin menggelegar memenuhi ruangan.

__ADS_1


"Aku tau kau saat ini sangat sedih dan terpuruk tapi aku mohon padamu agar tetap memimpin perusahaan ini. Sebab kau pintar dan ahli ketimbang diriku ini. Kau yang selama ini lebih paham dan tau dunia bisnis. Dulu sebelum aku menikah, selalu saja melempar pekerjaan padamu, karna kinerjamu sangat bagus. Jadi jangan kau mundur dari perusahaan ini, Kevin" ujar Arka.


"Memangnya kenapa, jika kinerjaku bagus, hah. Aku tidak ingin, membuat diriku ini bodoh yang sudah mau bekerja demi memajukan perusahaan yang sudah membuatku kehilangan mamaku" kata Kevin.


"Kevin, sadarlah. Kau juga termasuk bagian dari keluarga Mahesa, jangan lupakan itu!" kata Arka.


"Aku bukanlah, bagian dari keluarga ini. Jangan pernah sebut namaku dalam anggota keluarga ini. Dan sekarang aku sudah menemukan jawaban dari teka-teki ini. Huh, sungguh membuat ku ingin merobek kertas demi kertas dalam buku itu" jawab Kevin.


"Tapi, Kev...." ucapan terpotong.


"Dengarkan aku dulu...." ucap Arka.


"Aku bilang, pergi dari ruanganku" teriak Kevin marah.


Arka mengerti dan ia pun langsung keluar dan pergi dari perusahaan ini. Membiarkan Kevin meluapkan emosinya hingga nanti ia tenang karna emosinya sudah terluapkan.

__ADS_1


Kevin berteriak keras, dia sangat frustasi. Melempar berkas hingga berceceran dimana-mana. Menjambak rambutnya, mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Lalu ia melenggang keluar dan pergi entah kemana.


Wandi yang baru saja masuk pun kaget dibuatnya, kenapa ruangan Kevin berantakan dan kemana dirinya?


Tanpa pikir panjang lagi, Wandi memanggil ob untuk membersihkan ruangan Kevin, sebelum nanti bos nya kembali ke kantor.


Kevin mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, sesekali memukul stir mobil dan hampir saja ia menyerempet kendaraan lain karna saking emosinya itu. Pergi entah kemana hingga melupakan Famira istrinya yang sedang menunggu di rumah.


Mencari tempat untuk bisa meluapkan emosi dan amarah yang memuncak. Sungguh kejam, terlalu kejam, hingga lukanya menusuk ke dalam dada.


Bersambung


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2