
.....🌸🌸.....
Langkah Ameena terlihat pelan seperti tak ingin melangkah , pikiran nya tertahan mencoba mencerna akan ucapan Arta ..
Dari arah berlawanan , seorang pria dewasa beranting sedang serius mendengar penjelasan Wildan sang sekertaris yang merangkap sebagai asisten pribadi - sambil melangkah ..
Tanpa sengaja pria beranting yaitu Tomy berpapasan dengan gadis berhijab besar , mata tajam Tomy terarah pada gadis yang sedang berjalan dengah tatapan kosong namun Gadis ber jilbab itu tak menyadari ada sebuah tangga darurat didepan nya -
.. Tomy yang mengetahui akan hal itu mencoba acuh terhadap pergerakan Ameena..
Selang beberapa detik kemudian pria beranting itu membalikkan tubuh gagah nya kearah Ameena.
Netra tajam Tomy membulat sempurna , Seketika langkah nya melebar mengarah pada Ameena , tangan besar nya meraih pinggul Ameena agar tak terjatuh.
Ameena yang ceroboh sesaat pikiran nya ngeBLANK- hilang serasa nyawa telah ter lepas dari raga.
Sejenak Tomy mematung dengan posisi mendekap tubuh Ameena.
Nempel dan melekat bagai prangko bertemu amplop.
DEG! .. " rasa nyaman ini ?!" Batin pria dewasa itu, merasakan rasa ternyaman nya yang ia rasakan pada masa dulu.
3 menit berikut nya Ameena tersadar akan posisi nya saat ini bersama Tomy .. , Ameena teringat akan ucapan sang kakak... " Kalau bisa jangan pernah bertemu dengan NYA !!" Kata pikiran Ameena mengulas ucapan Eon.
Lalu Gadis itu bergegas menarik tubuh dan menyeimbangkan posisi nya kembali seraya menunduk kan pandangan , menghindari tatapan pria dewasa yang sedari tadi melihat nya dengan tatapan dalam dan lama.
Tapi kali ini Tomy malah mendekat kan wajah nya kearah telinga Meena..
" HEY.. !kalau mau mati jangan disini !?" Ucap Tomy dengan berbisik di telinga Ameena yang tertutup hijab.
DEG! kali ini detak jantung sang gadis berdetak , wajah Ameena mendadak memanas , seluruh bulu kuduknya berdiri seketika !? saat hembusan hangat nafas Tomy mampu menembus serat -serat kain hijab Yang Ameena kenakan .
Kemudian Gadis muda itu menarik nafas dengan memejamkan kedua mata indah nya . Lalu Ameena pun segera membuka kelopak mata nya ..
"Maaf dan terima kasih sudah menolong saya -!?" Jelas Ameena dengan sedikit membungkuk dan cepat berlalu.
Tapi pria beranting itu sengaja meraih lengan Ameena dengan posisi masih membelakangi Ameena..
" Apa hanya itu !!?" Ucap Tomy dengan membalik kan tubuh kearah Ameena. dan posisi kedua nya saat ini saling berhadapan.
Ameena mengerjab kan mata seraya tak faham akan maksud ucapan Tomy.
" Maksud paman apa ? Saya tidak mengerti..!!? " tanya jujur Ameena .
Tomy terdiam dalam pencarian nya pada sosok gadia muda bermata indah yang sibuk menunduk kan pandangan nya ..
" apa itu kamu ? !!" Batin Tomy dengan terus menatap Ameena.
" Aku yakin ! Instingku terhadap Mu tak akan salah !?" Batin Tomy lagi dengan senyuman tampan , akan tetapi senyuman itu mendadak musnah..
Wajah Tomy pun berubah tak seramah biasa nya...
Lalu dengan kasar Tomy melepas lengan Ameena begitu saja..
" PERGI LAH .. !!" Ucapan Tomy terdengar dingin ditelinga Meena.
**
__ADS_1
Dari arah lain ada sepasang mata yang sedari tadi mengawasi gerak gerik Ameena bersama Tomy.
**
Ameena pun pergi berlalu dengan sedikit berlari kecil , meninggalkan pria beranting itu .
Di posisi yang masih sama ... Tomy hanya menatap kepergian gadis berjilbab besar itu- pergi dan menghilang dari tatapan sang Don Juan.
Sebuah Lengkungan bibir merah terlihat .. " Gadis kecil berwajah pucat..!! ?" Gumam Tomy sekali lagi .
**
Setelah beberapa Jam..
Diruangan kerja utama..
Terlihat seorang pria dewasa hanya membolak balik kan tiap lembaran berkas .
" Cķk.. BER@NGS€K ..!!! kenapa gue teringat gadis berjilbab itu lagi ?!" Gumam Tomy dengan memejamkan mata seolah ingin melupakan pertemuan nya bersama Ameena.
**
Ditempat lain....
Terlihat sepasang kaki yang terbalut jawrob turun dari angkutan umum...
Setelah beberapa langkah - kaki itu berhenti ...
" Dari alamat nya sudah benar ?!" gumam gadis berjilbab besar dengan membaca alamat yang berada diponsel sederhana nya.
" Bismillah.. !" Ucap pelan Ameena
Tok-tok! Suara ketukan pintu ,
Tak lama pintu terbuka..KLEK.. ...
Ameena melihat Tari yang tersenyum menyambut kedatangan nya.
" Terima kasih ya Meen, kamu mau datang !" ucap Tari di ambang pintu.
" Ayo masuk Meen .. Tidak usah sungkan !!?"ucap Tari sekali lagi dengan ramah.
Satu tangan Ameena menapak pada dinding mencoba berpeganggan , gadis itu mencoba melepas sepatu warna putih yang ia kenakan..
Setelah itu..
" Assalamualaikum .. " ucap salam gadis berjilbab seraya melangkah kan kaki kanan nya masuk.
" Wa' alaikum salam ... !" Jawab Tari .
" Duduk dulu Meena.. biar aku buatin minuman dingin untuk mu !?" Ucap Tari.
4 menit berikit nya , Tari datang menghampiri Ameena dengan 2 gelas air dingin yang kini ia letak kan diatas meja.
" Minum Meen... !" Ucap Tari dengan tersenyum.
"Terima kasih Tar.." jawab gadis berjilbab itu.
__ADS_1
Ameena meraih satu gelas yang berada didepan nya..
" Bismillah.. " Gluk .. - satu tegukan , lalu Ameena meminum kembali air yang berada dalam gelas ..
Gluk - Gluk " Alhamdulillah " ucap Ameena seraya mengelap bibir indah nya.
Mata gadis muda itu kini menatap lekat pada wajah Tari..
"Kamu sakit Tar ?"tanya Ameena dengan menempel kan telapak tangan nya didahi Tari.
Tari mematung mendengar ucapan Ameena ..
" Apa aku terlihat amat pucat ? Hingga Ameena bisa bertanya seperti itu pada ku !?" Kata hati Tari .
" Ameena tidak boleh tahu ! Akan hal apa yang menimpaku !? Aku sudah menyiap kan semuanya dan aku telah lama menyembunyikan kebohongan ini dari Ameena !
"Maaf kan aku Tuhan .. tak seharus nya aku memanfaatkan nya ! Dia gadis yang baik ! Tapiiii ... ! " batin Tari tertahan dalam argumenanya..
" Tapi hanya dia yang selama ini aku percaya !?" sebuah rahasia pada diri Tari.
Wanita cantik itu kini terlihat berpikir mencari suatu alasan yang tepat.. , beberapa detik selanjutnya...
" Ten -tu tidak Meena !!" Elak Tari dengan gugup
" Mungkin ????? ! "... Suara Tari..
" AH! mungkin karena aku tidak memakai make up !!? " elak Tari dengan cengiran pada Meena.
" Iya bener make up !!?" Jelas bohong Tari mengulang pernyataan nya sekali lagi..
**
Tapi Ameena kali ini nampak meragukan pernyataan Tari..
" Aku harap kamu tidak membohongi ku Tar... ?!" Sergah Ameena dengan menatap curiga pada wanita cantik yang kini tubuh nya nampak semakin kurus.
*
*
Setalah beberapa jam ..
" Aku pulang dulu ya Tar.. !? Kamu tidak usah kerja dulu di cafe !?" Ucap Ameena dengan memakai sepatu milik nya.
" Angin malam - asap rokok tak baik buat kesehatan mu !!?" Ucap nasehat Meena..
Wanita cantik itu hanya mengangguk, lalu tersenyum bahagia dan selalu memperhatikan tiap cara berpakaian Ameena.
" Iyaa... saudari ku sholehaaaa.. ! Makasih yaaa... uda nasehatin aku !!?" jawab Tari dengan meraih telapak tangan Ameena.
"Assalamualaikum Tar.. "Ucap salam Ameena dan berlalu...
"...?
*
*
__ADS_1
.....🌸🌸.....