
Pernikahan bukanlah hal mudah, beragam masalah akan datang melanda. Ini masih begitu awam bagiku dan sangat aku benci. Nikah. Satu kalimat yang membuatku hampir gila, sungguh tidak bisakah hilang dari muka bumi ini. I hate marriage!
Namun, rasa benci itu menyeret ku ke dalam takdir konyol. Aku dipaksa menikah dengan pria asing yang belum pernah bahkan aku mimpikan di setiap tidurku. Dia hadir begitu saja dan mengikatku dalam ikatan suci pernikahan.
Alasan mengapa adanya pernikahan ini adalah berawal dari kisah memilukan. Aku di seret paksa oleh orang suruhan dari orang tua angkat Zia.
Bermula saat mendengar jika aku mempunyai saudara kembar dan kami terpisahkan hingga 21 tahun lamanya. Namanya pun berbeda jauh dariku. Dia bernama Zia Namarya, dan aku Saraswati Anjani. Jauh, bukan?
Aku tidak mengetahui hal ini sebelumnya jika mereka tidak mencari ku. Ayah dan ibu pun bungkam merahasiakan hal ini dariku sampai mereka tiada.
Zia kabur saat pernikahan akan berlangsung, ia tidak menyukai perjodohan dan memilih lari bersama sang kekasih yang lebih dulu berpacaran dengannya.
Aku berpisah dengan saudara kembar ku karena dulu kedua orang tuaku terlilit hutang, dan untuk menebusnya adalah harus menyerahkan salah satu anak kembar yang ada. Ini sangat berat tapi tidak ada jalan lain.
Zia dan aku kini menjadi jauh serta tidak pernah bertatap muka.
Demi menyelamatkan image yang hampir saja anjlok, mereka mencari ku dan memaksaku untuk mengantikan posisi Zia. Kedua orang tua angkat Zia berlulut di hadapanku sampai aku mengiyakan permintaan mereka.
"Tolonglah nak, penuhi permintaan kami" ujar ayah angkat Zia.
"Kami akan memberikan apa saja untukmu. Asal kamu mau ikut dengan kami" susul ibu angkat Zia.
"Maaf, tidak bisa. Kalian terlalu kejam terhadap keluargaku. Terutama denganku, kalian tega memisahkan aku dan kembaran ku, sampai kapanpun aku tidak akan mau membantu kalian!". Dengan tegas dan lugas aku menjawab, ini tidak mudah untuk diriku mengabulkan permintaan mereka.
Pintu rumah aku tutup kembali dan menguncinya dari dalam. Memerosotkan tubuh di balik pintu sambil menangis, ya Tuhan pertemukan aku dengan Zia, aku ingin melihat wajah kembaran ku.
__ADS_1
Aku kira mereka sudah kapok dan tidak lagi mendatangiku lagi. Namun, jauh dari prasangka, mereka datang kembali dan menyekapku agar patuh dan di bawa untuk pergi menuju pelaminan.
Pria yang akan menjadi calon suami Zia, merupakan seorang Presdir di perusahaan Sangara Group, kejam dan dingin sekali orangnya. Oleh sebab itu, Zia memilih kabur dengan kekasihnya.
Tapi, setelah menjalin hubungan lebih lama dengan Zia, ternyata pria itu jatuh hati pada Zia dan ingin segera menikahinya.
Cinta bertepuk sebelah tangan, Zia sama sekali tidak tertarik untuk mencintai ataupun menjadi istrinya.
Tidak ada yang menyangka jika aku bukanlah Zia yang asli, namun kembarannya yang di paksa menggantikan posisinya.
Sungguh miris, bukan. Aku yang menjadi korban keserakahan mereka.
Tapi siapa sangka, aku malah hanyut di dalamnya, rasa benci berubah menjadi cinta. Perlakukan lembut dari seorang pria, baru aku rasakan ketika bersamanya. Perhatian serta limpahan kasih sayang.
"Sah...."
Seulas senyuman terbit di bibir pria yang kini menjadi suamiku. Astaghfirullah! Apa suami?. Apakah tidak salah, bukan apa. Hanya saja ini begitu cepat bagiku untuk di katakan sebagai seorang suami.
"Sekarang, kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri" ucap penghulu di hadapan kami berdua yang duduk berbatas meja. Jika tidak salah, nama pria yang kini menjadi suamiku adalah Gavin Diningrat, seorang pemuda keturunan ningrat dan pastinya anak dari horang kaya.
Kemudian, aku di buat kaget olehnya, lengan kananku di angkat dan sebuah cincin kawin di sematkan dalam jari manis ku.
Bibirnya mengembang kembali, entah takdir apa yang sedang Allah rencakan saat ini. Aku sebagai hamba, hanya mampu mengikuti alur kemanapun membawaku pergi.
Tanganku bergetar, hingga tak sengaja cincin yang hendak aku sematkan ke jari manisnya terjatuh. Untungnya suamiku segera bertindak sebelum hal itu terjadi.
__ADS_1
"Berhati-hatilah, tidak perlu gerogi" ujarnya berbisik. Aku cuma merespon dengan anggukan kepala cepat. Ini sungguh memalukan, rasanya aku ingin tenggelam saja di dasar lautan.
Kini cincin sudah di sematkan, giliran cium kening. Itu wajar bukan di lakukan bagi pasangan pengantin yang baru saja selesai ijab qobul.
Ia mencium keningku dengan lembut sekali, bahkan kecupan bibirnya masih terasa dan tidak hilang dari sana.
Acara selanjutnya pun resepsi, sebuah gedung mewah khusus di pakai untuk acara resepsi di kami. Jika kamu lihat, pasti akan berteriak dan jiwa missquen akan meronta.
Tuan Edrick dan istrinya tersenyum menang, mereka berhasil menjebak ku dalam urusan pernikahan. Aku tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti alur kehidupan yang baru saja terputar begitu cepat.
Aku melirik sambil menyalami para tamu undangan yang datang, mereka semua berpakaian modis, dan yang datang pun tudak sembarang orang. Kolega-kolega bisnis terkenal baik dalam maupun luar negeri.
Ya Allah, jika kedua orang tuaku masih hidup, apakah mereka senang melihatku atau tersiksa melihat putrinya mengalami hal ini.
Perlu di klarifikasi lagi, ini bukanlah sebuah pernikahan impian, tetapi sebuah kecelakaan yang tiada penolongnya. Sebuah kisah pemaksaan untuk bisa meraih harta berlimpah, dan itu bukan untukku. Melainkan kedua orang tua angkat Zia yang serakah.
"Sayang, mulai sekarang kamu hanya milikku untuk selamanya" ucapnya pelan ketika sudah berada di dalam kamar.
Aku harus menjawab apa? Ini jauh dari bayangku. Aku membenci pernikahan! Tapi kenapa malah aku yang menjadi pengantin pengganti?.
...~Bersambung~...
...INI ADALAH SEPENGGAL CERITA...
Bagi yang ingin tahu kisah lanjutnya, silahkan melipir ke apk kbm app, yg warna ijo yak.
__ADS_1
Kisah si kembar belum bisa aku aku buat, stuck banget eh.