True Love

True Love
Hidung


__ADS_3

"Kamu siapa....?" Masih bertanya dengan kalimat yang sama dan tatapan mata pun tertuju pada Tania.


Apa lagi ini, baru saja siuman dia malah berkata demikian?


"Aku istrimu, Tania Oliveira. Apa kau tidak mengingat ku?" Sahut Tania.


"Istri? Sejak kapan aku menikah dan punya istri?" Tanya Rasya pada orang yang ada di dalam ruangan itu.


Semua di buat bungkam seribu bahasa, kenapa dengan Rasya, apakah dia mengalami gagarotak sehingga tidak bisa mengingat wajah istrinya sendiri dan statusnya sebagai suami.


"Iya, dan kamu sudah menikah. Apa kau mengalami hal aneh selama koma?" Jawab papa Ferdinand.


"Aku tidur lama dan akh.....," Rintih Rasya sambil memegang kepalanya yang di balut dengan perban.


"Kamu kenapa, apa kepalamu terasa sakit dan di bagian mana biar aku panggilkan dokter Ari untuk memeriksa mu?" Tanyanya dengan raut wajah khawatir.


"Di sini, aku merasakan sakit" Jawab Rasya sambil menunjuk keningnya sendiri.


"Baiklah aku akan panggilkan dokter untuk datang kemari" Ucap Tania yang hendak pergi, tapi tangannya di cekal oleh Rasya.


"Tidak perlu, kau panggilkan dokter..."


"Haah, apa maksudmu. Kau sakit dan perlu di periksa" Jawab Tania sedikit menaikkan volume suaranya.


"Tadi kau bilang, kalau kau adalah istriku bukan? Dan sekarang tolong cium wajahku jika kau benar-benar istriku" Pinta Rasya tanpa rasa malu.


Semua orang tercengang mendengar permintaan dari Rasya. Baru saja siuman dan sekarang minta yang aneh-aneh. Tapi bukan masalah bagi Tania, dia duduk di samping Rasya membungkukkan tubuhnya dan menghadiahi kecupan manis di wajah Rasya tanpa seinci yang tertinggal.


"Sudah percaya jika aku ini istrimu?" Tanya Tania sambil memegang kedua pipi Rasya.

__ADS_1


"Bwahahahahahahahahaha.........." Tawa Vito dan Ghani pecah di sana.


Menjadi aneh ruangan itu, ada yang bersitegang dan tertawa receh. Entah apa yang membuat mereka tertawa.


"Kalian kenapa.....?" Tanya Sarah.


"Apa kalian percaya jika bang Rasya itu gagarotak?" Tanya Vito sambil memegang perutnya yang terasa kaku.


Semua mengaggukkan kepala, mereka percaya tak terkecuali Tania yang duduk di samping Rasya.


"Ya Allah, kalian semua kena tipu. Bang Rasya itu tidak gagarotak, semua tipuan belaka" Sahut Ghani.


"Apa maksud kalian ini....?" Tanya Tania penasaran.


"Kami paham kak, bagaimana ekspresi wajah bang Rasya jika sedang berbohong. Hidungnya akan memerah, coba lihat saja sekarang" Jawab Vito.


Lalu Tania pun langsung memutar kepalanya menghadap wajah Rasya dan benar saja hidungnya Rasya memerah, itu tandanya Tania kena prank. Bisa-bisanya Rasya bersikap begitu padahal ia baru saja selesai akan masa kritisnya.


"Aaau...., sakit" Ucap Rasya sambil mengelus lengannya.


"Tania apa yang kamu lakukan, nak. Kasihan suamimu baru sembuh sudah kamu cubit?" Tanya ayah Eki.


"Dia bohong, ayah dan membuatku jantungan" Jawab Tania sambil mencebikkan bibirnya.


Semua orang hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol mereka berdua. Meski konyol tetap saja meninggalkan keromantisan.


"Bukankah tadi kamu bilang sayang padaku, apakah kamu sudah mencintai ku?" Tanya Rasya yang kini berbicara serius.


"Diam lah, kau baru sembuh. Jangan banyak bicara ataupun bergerak" Tukas Tania enggan untuk menjawab.

__ADS_1


"Emmm, kami keluar dulu ada urusan penting" Ucap Vito memberikan kode agar semua orang keluar kecuali Tania. Untung semua orang cepat connect, jadi dengan kedipan mata saja semua paham.


Baru kali ini ada pasien yang bertingkah gesrek. Minta yang aneh-aneh, segala cium lah, lupa ingatan lah dan macam-macam hal.


Kini tinggal mereka berdua, Tania menunduk. Masih canggung, entah kenapa kini dia merasa deg-degan jika berdekatan dengan suaminya, apakah itu cinta yang membuat berbeda?


"Aku kira kau sudah mencintaiku, Tania" Ucap Rasya sambil berpangku tangan.


"Sudah dan sangat mencintaimu, my hubby" Jawab Tania.


Rasya pun segera mendongak, apa ini sungguh-sungguh nyata dan tidak mimpi?


"Benarkah? Apa kau tidak bohong?" Tanya Rasya.


"Tentu saja, memangnya aku ini seperti dirimu yang suka berbohong dan hidung akan menjadi merah?"


Rasya hanya nyengir lebar, tidak mau berkata lagi.


"Sejak kapan kamu mencintaiku, Rasya?" Tanya Tania.


"Sejak namaku berada di atas namamu dalam kartu keluarga. Sejak itu pula semua kasih cinta dan kartu cinta paling sakral di alam semesta ku berikan semua untukmu wahai istriku terpuja" Jawab Rasya.


Bersambung


.


.


.

__ADS_1


Horeee udah siuman, dan nanti tinggal keuwuan yang datang. Bersiaplah akan baper tingkat dewa.


Hargai karya ku dengan vote like dan komentar serta follow me ya.


__ADS_2