True Love

True Love
Elia and Zafier


__ADS_3

Happy reading 🤗


Hari pernikahan Elia dan Zafier pun di laksanakan di kediaman rumah Elia. Hanya resepsi sederhana, tidak mewah. Itu semua atas permintaan dari putri sulung tuan Eki. Tidak perlu wah asal sah di mata Allah dan hukum.


Elia begitu cantik dengan balutan kebaya pengantin modern, rambutnya disanggul dengan riasan pengantin. Tania pun ikut didandani oleh mba perias manten. Dia juga terlihat sangat cantik dan imut. Tapi, sayangnya saat prosesi akad nikah, ibunda mereka tidak datang, dan membuat Elia begitu sedih. Di hari yang membahagiakan ini, kedua orangtuanya tidak bersatu dan kumpul bersama dalam kehangatan keluarga.


Ini bisa dijadikan sebagai pelajaran bagi Elia, jika menikah itu tidak hanya memerlukan cinta, namun memerlukan yang namanya komitmen. Ia sudah berkomitmen pada dirinya sendiri untuk tetap bisa setia dan mencintai Zafier sebagai suaminya nanti sampai maut memisahkan. Ia akan siap menerima konsekuensinya nanti jika sudah menjadi seorang istri dari Zafier Joong Ki.


"Ya Tuhan, kak. You so beautiful" Ucap Tania kagum melihat Elia berubah menjadi seperti tuan putri.


"Kamu, bisa aja. Hei kamu juga cantik, adikku sayang" Balas Elia dengan senyuman tipis.


"Kita memang cantik dari lahir kak"Ujar Tania dengan bangganya.

__ADS_1


Lalu dari balik pintu ada wanita datang dan meminta agar Elia segera turun ke bawah dan menemui Zafier, sang suami yang baru saja selesai mengucapkan ijab qobul dihadapan banyak orang dan disaksikan para malaikat. Kini tanggung jawab Zafier sebagai lelaki pun bertambah, harus bisa menjaga istri dan menuntun istri ke jalan yang benar.


Ketika Elia turun ditemani oleh Tania, semua orang pun sebenarnya menoleh ke arah anak tangga, dua bidadari cantik datang dengan senyuman manis yang mengembang di bibir mereka. Wajah sembab Elia, tidak terlihat karena sudah ditutupi oleh make up tipis. Bagaimana tidak sembab, saat prosesi akad nikah Elia terus menangis mengingat sang ibunda. Meski sudah jahat meninggalkan mereka saat kecil, tapi tetap saja Elia butuh sosok ibu dalam hidupnya.


"Pegang lah tanganku, wahai istriku" Ucap Zafier seraya mengulurkan tangannya untuk Elia terima.


Dengan senyum malu, Elia menerimanya dan semua orang pun bertepuk tangan untuk mereka berdua. Sedangkan Tania yang berada dibelakangnya pun hanya bisa melihat dan tersenyum haru. Semoga saja nanti di hari pernikahannya juga akan seromantis ini.


"Ya Tuhan, kuatkan hatiku nanti jika sudah menikah dengan Tania" Doanya dalam hati sembari mengelus dada.


Di saat yang sama, Tania pun tak sengaja menatap Rasya dan mereka pun saling pandang. Tidak berkedip ataupun bersuara


mereka berdua sedikit merasa canggung saat berada diruangan itu. Lalu dengan cepat Tania memalingkan wajahnya, entah kenapa jantungnya berdegup kencang ketika melihat wajah Rasya yang menjengkelkan.

__ADS_1


"Gila


Ada apa denganku ini, hah. Bisa-bisanya menatap wajah dokter galak itu dengan durasi yang lama. Dan kenapa juga dengan jantungku ini, hei kau sadar lah jika Rasya itu bukan pria baik, dia pria yang sangat galak!" Pekik Tania pada dirinya sendiri.


Kemudian ia pun mulai menetralkan detak jantungnya agar tidak naik turun tak beraturan dengan berjalan keluar mencari ketenangan setelah sumpek berada di dalam.


Bersambung


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2