True Love

True Love
Adu mulut


__ADS_3

Happy reading 🤗


Tania terus berjalan mondar-mandir di depan pintu, menunggu suaminya keluar. 20 menit tadi katanya, dan sekarang sudah lebih dari itu. Ingkar janji Rasya pada istrinya.


Ceklek


Pintu terbuka, menampilkan pemuda yang berbadan kekar keluar dari sana. Tania tidak terpesona, justru dia sangat marah padanya, mandi kok lama banget, kaya putri solo.


"Kenapa kau menatapku, seperti itu hah?" Tanya Rasya sambil bersedekap tangan.


"Dasar putri solo, minggir aku mau mandi!" Jawab Tania sewot dengan mendorong tubuh Rasya menjauh dari pintu. Kemudian dia masuk dengan membanting pintu sangat kasar sekali sehingga membuat Rasya kaget.


Mengelus dada yang Rasya bisa, memaklumi jika Tania marah. Toh, memang dia yang kelamaan di dalam sana, badan udah putih segala luluran paling ya. Jadi lama keluarnya.


Mengguyur tubuhnya dengan air hangat, sambil mengomel ketika menyabuni tubuhnya.


Kok bisa, ayahnya menjodohkan dirinya dan dokter galak itu. Sudah sukanya ngegas, dan satu lagi suka memerintah. Mandi seperti orang sedang bertapa, lama banget gaes.


Tania mandi hanya memerlukan waktu 30 menit untuk selesai, dia keluar dari kamar mandi menggunakan piyama panjang dengan rambut di bungkus dengan handuk. Berjalan ke arah meja rias, mengeringkan rambutnya dengan menggosok menggunakan handuk itu, malas rasanya kalau pakai hairdryer.


Rasya sudah guling-guling di atas ranjang, entah apa yang sedang ia lakukan. Oh mungkin sedang memikirkan bagaimana caranya nanti mendidik istri manjanya itu.


"Kau ini kenapa, guling sana guling sini. Apa kau tidak punya pekerjaan?" Tanya Tania keheranan dengan tingkah suami galaknya.


"Tidak ada. Aku mengantuk dan ingin segera tidur" Jawab Rasya sekenanya.

__ADS_1


"Tidur toh kalo gitu, ribet amat segala guling-guling" Ujar Tania memberi pendapat.


Rasya pun pura-pura menutup mata, untuk mengelabuhi Tania. Sedangkan wanita itu, dia memilih untuk menonton tv, sambil ngemil keripik singkong. Sebenarnya pria itu juga pengen nonton, tapi males aja kalo ada istrinya pasti nanti debat terus.


Tania mengunyah keripik singkong dengan keras, sehingga membuat Rasya kebrisikan.


"Hei kau, bisa tidak jika makan keripik tidak usah sampai begitu. Aku tidak bisa tidur" Teriak Rasya.


''Dasar tukang bawel...." Sungut Tania, lalu ia punya ide brilian untuk membuat Rasya emosi. Berjalan mengendap-endap menuju tepi ranjang sambil membawa toples plastik berisi keripik singkong. Kemudian ia mengunyah dengan keras tepat di telinga sebelah kiri Rasya. Seketika si pemilik telinga pun kaget dan bangun dari tidurnya.


"Kauuuuuu....." Geramnya Rasya pada istrinya.


"Pft...., wahahaha" Tawa Tania pecah seketika melihat wajah Rasya memerah karena marah.


Malam ini dipenuhi dengan adu mulut dan saling ejek. Hingga tak terasa sudah jam 10 malam, lalu mereka menyudahi acaranya dan tidur untuk mengistirahatkan tubuh sampai menjelang pagi esok.


Tania lebih dulu membersihkan wajah dan gosok gigi setelah makan kripik singkong itu. Rasya sudah membaringkan tubuh, tapi belum tidur, masih eneg karena ulah Tania tadi.


Lalu Tania pun sudah selesai dan pergi menuju ranjang. Membaringkan tubuhnya di sebelah Rasya. Mereka tidur dengan berbatasan guling. Masih belum bisa tidur bersama jika tidak ada penghalangnya.


Baru saja Tania hendak menutup matanya, tiba-tiba Rasya buka suara dan mengagetkan wanita ini. "Lepas pengait bra mu itu sebelum tidur!" Ucap Rasya tanpa menoleh ke arah Tania.


"Dasar mesum, aku tidak mau. Jangan-jangan kau ingin melecehkan ku, ngaku!" Sahut Tania tidak terima.


"Hei, gadis manja. Tidak usah jauh-jauh kau memikirnya. Aku mengatakan hal itu demi kesehatan mu. Karena jika kau tetap tidak melepasnya nanti kau malah sakit" Jawab Rasya.

__ADS_1


"Dan satu lagi, jika aku ingin melakukannya bisa saja kan. Toh aku suamimu bukan orang lain" Tambahnya lagi.


"Halah, sakit katamu. Darimana kau tau hal itu?" Tanya Tania.


"Tania istriku, apa kau lupa jika suamimu ini seorang dokter, hah?" Jawab Rasya.


"Oh ya aku lupa, jika kau dokter galak" Ejek Tania.


"Tania, jangan membuatku marah, nanti kau akan tau akibatnya jika terus membantah" Ucap Rasya lalu membalikkan tubuhnya menghadap wajah Tania.


"Iya iya, aku lepas. Tidak usah memandangku seperti itu" Jawab Tania, ngeri dengan tatapan dari sang suami, tajam seperti mata elang.


Rasya pun langsung mengangguk dan tersenyum, kemudian ia membalikkan tubuhnya dan tidak menghadap wajah Tania lagi. Sedangkan Tania melepas pengait bra nya dengan hati-hati lalu tidur.


Cukup menurut saja pada suamimu, Tania. Apa yang Rasya ucapkan itu benar. Dia seorang dokter yang tau mana yang baik dan tidak untukmu.


Oke good night buat kalian berdua.


Bersambung


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2