True Love

True Love
EPISODE 85 BUAH KALUNG.


__ADS_3

.....🌸🌸.....


"Bismillah.. - Zakia Putri Ameena !?" Suara Ameena menyebut nama panjang Kia .


Zakia mengarah kan tubuh gemuk nya pada Ameena ..


"Sekarang bunda Tari sudah sembuh dan sekarang bunda Tari tak perlu merasakan sakit lagi !?" Sebuah penjelasan yang begitu menyesakkan dada tertuju pada sang bocah , akan tetapi bocah tersebut belum bisa meresapi makna yang sesungguh nya .


"Belalti bun-da !?" Suara cadel Kia terbekap oleh tubuh Ameena yang telah menarik tubuh gemuk sang bocah cantik kearah pelukan sang Ameena..


"Bunda Tari sudah kembali kerumah Tuhan - dimana kita nanti nya juga akan kembali kepada NYA .. !" Ucap Ameena dengan ber urai air mata yang begitu menyesak kan dada.


"Kia boleh menangis -kia boleh bersedih ! Tapi Kia tetap harus ikhlas karena dengan ikhlas bunda Kia akan semakin dilapangkan jalan nya oleh Allah...


Kepala bocah itu mengdongak kearah Ameena..


"Maksud bunda apa ? Kia tidak mengelti... !" Tanya bocah cantik itu dengan suara yang mulai bergetar..


"Kenapa bunda memanggil nama bunda sendili ??.." lanjut bocah itu.


Ameena memposisikan tubuh nya sejajar dengan tubuh Zakia ...


"Bunda Tari telah meninggal -bunda Tari sudah ber istirahat dengan tenang !? Bunda Tari telah pergi dan tak akan kembali !?" Jelas Ameena dengan lembut seraya mengusap rambut Zakia kecil.


"Dan bunda yang sekarang ada didepan Zakia bukan lah bunda Tari -yang mengandung dan melahirkan Zakia kedunia...


"Bunda yang sekarang dihadapan Zakia adalah teman bunda Tari yang akan merawat dan membesarkan Zakia seperti anak nya bunda sendiri .... " suara Ameena terdengar bergetar saat menyampaikan semua itu namun ada kelegaan dalam diri Ameena akan sebuah kejujuran .


Seperkian detik bocah cantik itu menangis dengan posisi terduduk dengan mengenggam sebuah mainan , Ameena menarik tubuh bocah malang itu sekali lagi masuk kedalam pelukan sang Ameena , untuk menumpahkan semua kepiluan seorang anak yang ditinggal sang ibu untuk selama lamanya .


Suasana kembali tenang Zakia yang tadi nya menangis kini telah terlelap..


*


*


*


*


*


*


*


Ameena menyandarkan kepala pada dinding tempat tidur Zakia , gadis taat itu tersenyum akan garis takdir nya yang begitu istimewa yang telah Allah ukir .


Tangan gadis itu mengusap pipi gembul Zakia yang terlelap..


Mata Ameena beralih menatap lekat wajah bocah cantik .. dengan berkata..


"Kamu cantik Kia ! " ucap Ameena dengan menyamakan wajah nya dengan wajah Zakia pada cermin yang ada pada kamar bocah kecil tersebut .


"Apa orang -orang diluar sana akan percaya kamu putri ku ? Sedang kan wajah kita sangat berbeda jauh .. !?" Gumam Ameena dengan tatapan berpikir nya ..


Lalu ntah apa yang ada dalam pikiran gadis muda itu .. sebuah senyuman terulas begitu cantik dari diri Ameena.


"TUHAN ...TOLONG MAMPUKAN AKU ... ????... " suara Ameena.


*

__ADS_1


*


Suara adzan mengumandang dipendengaran...


Hanan menjadi imam disholat dzuhur hari ini...


Setelah menunaikan sholat fardu nya Hanifa meminta izin kepada Hanan untuk pergi kesuatu pasar yàng terdekat dari tempat itu ..


"Jangan lama -lama !" Seru Hanan .. kepada Hanifa


*


*


*


Hari pun telah berganti siang..


Azizah telah menyerahkan sebuah kunci rumah dan surat tanah kepada Ameena yang tertulis atas nama zakia.


Nampak tangan Ameena mengembalikan semua barang tersebut kepada mbak Azizah..


"Mohon ma.af mbak... ! Semua barang ini bukanlah hak saya !?" Tolak Ameena dengan sopan.


"Tidak... ini sudah seharus nya untuk mbak Ameena karena mbak Ameena yang telah dipercayai oleh almarhum mbak Tari akan diri Zakia !" Jelas ibu Azizah bersikeras.


Ameena lalu tersenyum...


"Saya akan tetap membesar kan Zakia dan merawat nya seperti anak saya ... tapi saya tidak bisa menerima nya !?" Ucap Ameena dengan mengembalikan surat- surat berharga itu kepada Azizah ...


"In syaa Allah saya akan merawat dan membesar kan Zakia dengan hasil kerja keras saya mbak ... !?" jawab Ameena dengan yakin.


Hanan yang sedari tadi mendengarkan percakapan kedua wanita itu lagi - lagi tersenyum akan keputusan Ameena .


*


*


Hanan yang sedari tadi menatap punggung Ameena yang terlihat sibuk..! sebuah tatapan yang begitu mendalam dari seorang pria...


Ameena berdiri dengan melihat beberapa tas milik Zakia ... .yang telah rapi.


Setelah itu Ameena bergegas mencari wanita muda bercadar... yaitu Hanifa...


Ameena mengedarkan pengelihatan nya kearah Azizah akan tetapi wanita dewasa itu pun tak mengetahui nya...


Langkah kaki gadis taat mengarah pada sosok sholeh...


"Mas ... !" Suara Ameena yang lembut .


"Iya Meen !?" Sahut Hanan dengan mengarahkan tatapan nya kearah lain..


"Mbak Hanifa kemana ?" Tanya Ameena dengan melihat arah jarum jam dinding.


"Ada yang mau Meena tanya kan mas ?!" Jelas Meena..


"Hanifa pamit kepasar yang terdekat di komplek ini..! " jawab Hanan...


Ameena mencoba mengajak Hanan ..


"Kita samperin mbak Hanifa yuk mas kebetulan ada yang mau Meena beli untuk Kia ... . !?" sambung Ameena.

__ADS_1


"Bagaimana dengan anak mu ?!" Ucapan Hanan membuat gadis itu terpaku ... lalu Hanan yang menyadari ucapan nya yang keliru meminta maaf kepada Ameena.


"Meena.. mas minta maaf!?" Ucap Hanan dengan berdiri.


Dengan tersenyum Ameena menjawab..


"Zakia sedang tidur mas.. ?!" Jawab Ameena dengan meraih tas selepang nya .. tanpa sadar Hanan menatap wajah cantik Ameena ... yang sedang bersiap mencari Hanifa.


*


*


*


Ditempat lain seorang pria matang sedang memandangi foto seorang gadis ..


"Kenapa wajah mu sangat mirip dengan nya !? " jari - jari besar Sam meraba foto tersebut...


Disamping pria itu nampak wanita cantik sedang bermuram durja , tapi wanita itu tak berani melayang kan protes nya kepada pria yang selama ini menjadi partner ranjang nya.


" Samm... berapa lama lagi - kamu akan memandangi foto itu.. ?!" Tanya Rindu . "Aku tahu dia lebih muda dari ku .. tapi .. ??!" Ucapan Rindu tertahan saat mata pria itu membungkam bibir merah nya dengan tatapan membunuh.


Sam nampak berdiri dan melakukan panggilan suara..


"Coba kamu cari tahu tentang pemilik rumah bercat putih itu ! Dan pasti kan hari ini informasi tentang gadis berkrudung besar itu kamu dapat kan.. !?" Perintah yang sangat memaksa keluar dari bibir Sam.


Tanpa menjelaskan apa pun kepada Rindu pria matang itu meraih kunci mobil dan meninggal kan wanita cantik seorang diri.


*


*


*


27 menit perjalanan Ameena dan Hanan menuju pasar ..


Sesampainnya dipasar , Ameena melihat tempat itu sedang ramai oleh pengunjung - pada jam itu...


 


Dari arah sebuah toko emas ...


Terdengar suara seorang wanita ...


"PIYE tooo... massak kalung bagus nya begini dihargai murah si maSSSEHH... !! Ampun deh.. !? " ucap wanita itu dengan nada menyeret "Duso mas - duso ... dzolim sama orang tua itu ... !?" Ucap geram Wanita paruh baya yang terkenal akan kepiawaian nya meramu jamu tradisional...dan menawar harga.


"Beneran loh mas.. ini itu perhiasan punya nya orang kaya .. dan ini itu... sssstttt opo sehhh istilah nya ?!" gumam sang ibu... dengan mengetuk ketuk kepala dengan raut wajah nampak serius..


"Limited edition maksud ibu nya mas ... !?" Sahut wanita bercadar yang tak sengaja mendengar suara ibu paruh baya yang bernama Sopiah dari arah belakang .


Dengan membalikkan tubuh gemuk nya , ibu sopiah ... berkata.. ..


"Walah... iya ..! itu.. bener .. itu LIM LIMMi SEN.. !" Terlihat ibu Sopiah berusaha mengulang ucapan Hanifa..


"Aduh ibu Sopp .. saya kuat nya bayar nya segitu.. kalau mau ambil- kalau tidak mau ibu bawa ketempat lain saja ...!?" Seru penjual emas... dengan mengembalikan kalung tersebut.


"YO - WES .. !! aku nawarin ditempat lain... !?' sungut ibu Sop dengan meraih kasar perhiasan kalung tersebut.... hingga terjatuh..


Hanifa mencoba membantu mengambil kalung yang terjatuh tersebut... saat buah kalung berbentuk hati terbuka nampak 2 foto didalam nya.. seorang pria dan wanita berkrudung...


Mata Hanifa nampak membulat.. "Ameena... !?" ucap tak percaya wanita muda tersebut terhadap foto yang ada pada bingkai buah kalung.

__ADS_1


.....🌸🌸.....


__ADS_2