
Sudah dua hari kami menikah sudah bayak pula peristiwa yang kami alami aku selalu melihat istriku yang masih sedih atas kepergian kake, walu saat aku bekerja ia selalu di temani oleh ibuku, tp kadang kadang di sela sela hari nya dia selalu melamun dan aku selalu melihat kekosongan di matanya.
pagi ini aku membuat sarapan untuk istri ku, aku di beri saran oleh ibu untuk mencoba membuat sarapan untuk nya, lalu kubawa masakan ku ke meja makan dan saat merapikan makanan untuk istriku dia turun dari lantai 2 dan terburu buru menghampiri ku untuk membantuku merapikan tempat makan.
"tidak usah sayang kamu duduk saja...!" aku memberanikan diri nuntuk memanggil nya sayang, saat dia ku panggil sayang dia selalu melihat ke arah ku dengan tatapan dingin nya, mungkin hati nya belum di beri kan untuku tp aku akan membuat dia memberikan hati nya untuk ku.
"sayang nati siang aku akan pulang kita makan siang bareng"
"iya, nati aku siapin makan siang, km ingin makan pa...?? "
"terserah kamu sayang, semua yang kamu masak aku pasti makan"
__ADS_1
setelah sarapan selesai Dinda pun berdiri memberes kan piring kotor dan membawanya ke dapur dan rendi pergi ke atas untuk siap* berangkat kerja, setelah siap rendi turun tp ia masih belum melihat istrinya rendi pun memcari nya ke dapur dam menemukan dinda yang sedang cuci piring lalu ia memeluk dinda dari belakang memberi kecupan di kening nya dan pamit pergi ke kantor, rendi melihat istrinya yang belum bereaksi setelah ia cium keningnya dan bibir rendi tersenyu menandakan ia sangat bahagia.
saat di kantor aku menerima telepon dari ibu.
"ren sayang gimana kalou kita mengadakan resepsi pernikahan mu minggu ini biar ibu dan papa yang mengurus semuanya...! "
"iya bu, kalo aku sendiri setuju tp ibu juga harus mendengarkan pendapat dinda apa dia mau membuat resepsi pernikahan....?"
"kalo itu coba kamu tanya, dan ibu juga akan membujuk nya. "
"Oya ibu hari ini ga bisa ke rumah km, hari ini ibu ada acara ga papakan...? atou ibu ajak aja istrimu....? "
__ADS_1
"iya bu ga papa, biarin ga usah di ajak juga kataya dia mau masakin sesuatu buat aku"
"nak..... kamu beneran cinta sama istrimu...? "
" iya bu aku sangat mencintai nya, kalo aku ga cinta manamungkin aku mau menikahinya"
"syukur kalo kamu mencintai nya, dia sudah tidak puya siapa* lagi di dunia ini, ibu sempet resah kalou kamu tidak mencintai nya dan kamu menjalani nya dengan tepaksa, ibu takum menyakiti mu dan meyakiti istri mu, kamu tau kan keluarganya sudah bayak membantu keluarga kita."
"iya bu dan aku akan berusaha agar dia kembali tersenyum dan menerima kita sebagai kelurganya"
"yaudah kalo gitu ibu tutup dulu tlpn nya dulu, nanti km kabarin ibu kalou istrimu mau atou tidanya di buatin resepsi "
__ADS_1
"iya bu"
siang hari aku pulang kerumah dan menemukan istri ku sedang merapih kan makanan dia memasak sayur asem, teme goreng, cumi goreng dan sambal, semuanya makanan kesukaan ku mungkin dia tau dari bi santi semua masakan ini, aku pun duduk di meja makan dan bersiap siap makan dengan istri ku yang duduk di depan ku, aku makan semua masakan nya dan rasanya sangat enak pas rasany di lidah ku, sesekali aku melihat nya yang makan dengan tenang. setelah selesai kami pun pindah ke ruang tengah dan aku bertanya pada nya tentang mengadakan resepsi "ibu mengusul kan kita untuk membuat resepsi pernikahan mingu ini apa kamu keberat....? " ia haya mengguk kan kepalanya, aku pen terseyum melihat anggukan nya hati ku sangat bahagia mungkin ini bisa jadi awal untuk rumah tangga kami untuk bahagia.