True Love

True Love
EPISODE 33


__ADS_3

.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....


" Ameena....! kita dikasih Tuhan tubuh -fisik- wajah apa pun yang ada pada diri kita , dari ujung rambut hingga kepala dianjur kan untuk dirawat tidak untuk diubah dan itu pun tak melanggar keyakinaan mu .. !" Jelas Tari dengan tersenyum cantik.


" Meena... !" suara wanita cantik memanggil nya kembali.


" Kamu itu cantik Meena.. , kamu juga anak gadis yang akan dipilih suatu saat nanti ! " Ameena menajamkan telinga dan tatapan kearah Tari.


seolah Tari mengerti mimik wajah kikuk Ameena..


" Belum faham !?" Tanya Tari dengan menatap Ameena.


" Bentar biar aku jelas kan...!?..


" Setiap pria atau laki -laki akan memilih memilah gadis atau wanita untuk dijadikan calon pendamping hidup nya kelak ! Kalau si laki -laki melihat dari fisik jelas kamu tidak akan dipilih Meena ! Akan tetapi bila pria itu melihat dari akhlak mu kemungkinan mereka tidak akan berpikir ulang untuk meminta mu pada ibu !?" Jelas Tari panjang Lebar dan dalam.


Tak ada sahutan dari Ameena beberapa saat.. lalu Ameena mencoba memberi sanggahan pada pernyataan Tari..


" Tapi Tar wanita juga ada hak !?" Sahut Ameena


Tari mencoba mendengar kan ucapan sahabat nya dengan wajah serius...


" APA! ??" suara Tari..


" Wanita juga berhak NOLAK... !!" Jawab Ameena dengan diiringi tawa dari bibir indah nya yang coba ia tutup menggunakan telapak tangan.


" Hahaha.. kamu pintar Meena.. !" Gelak tawa Tari...


Disela - sela canda tawa dikeduanya .. Tari melihat seorang ibu menggandeng tangan anak perempuan nya..


" Anak yang sempurna ! " Gumam Tari..


Ameena mengarahkan mata nya kearah objek yang Tari lihat..


" Iya Cantik Tar.. kayak ibu nya ! " sahut Ameena.


Tari tersenyum kecil mendengar ucapan Ameena...


" Sempurna Meena - kata ku ! Bukan cantik !?" SahutTari.


" Cewek ya cantik sholeha - kalau laki - laki ganteng sholeh ! Tidak ada yang nama nya manusia sempurna Tari !?"" Kali ini ucapan Ameena menohok pemikiran wanita cantik itu.


" Iya .. ma.af Meen , salah ucap !" sahut Tari


" Saling mengingatkan Tar.. ! Adakala nya kita khilaf !? Dan perlu di ingat kan!!" jelas Ameena dengan tersenyum.


Tari mengangguk kan kepala..


Semenit berlalu..


" Oya Meena.. ! Kamu kalau lihat anak perempuan kayak tadi ! Kira - kira nama nya siapa ?!" Pertanyaan Tari dengan tatapan mata penuh maksud.


" EMMM... kalau aku mau nya.. nama anak perempuan tadi dipanggil Zakia.. !?" Seru Ameena dengan yakin.

__ADS_1


" Kenapa! " Tari.


" Ya.. karena semua anak yang dilahirkan fitrah - suci!?" Jelas gadis berjilbab besar itu dengan meminum milshake pesanan nya.


Setelah beberapa saat keduanya usai bercengkrama..


" Terima kasih ya Tar , in syaa Allah aku akan meng hijrah kan berat badan ku ini !?" Seloroh Ameena kemudian mereka berdua tertawa untuk kedua kalinya...


**


Setelah pertemuan Ameena dan Tari tempo hari..


" Meena.. ! Kamu ibu lihat 1 minggu ini sarapan nya hanya kurma saja sih sayang !!?? " ucap ibu.


" Lihat sekarang kamu terlihat kurus an , walau tidak banyak ! Ibu takut kamu sakit nak...!!" Ucapan khawatir sang ibu.


" apa lagi kalau bibik dan kakak mu tahu ! Mereka pasti heran lihat keadaan mu sekarang. !?" Lanjut ibu .


" Ameena tidak ingin mendengar , ibu menjadi bahan obrolan dan gunjingan dikeluarga alm.papa Jimin dan juga calon mertua kakak karena berat badan ku yang gemuk !?" Jujur Ameena .


" Ibu senang mendengar akan niat mu ini sayang ! Tapi jujur ibu tidak keberatan dengan keadaan mu nak !?" Jelas seorang ibu angkat yang begitu tulus kasih nya kepada anak angkat nya


**


Waktu pun semakin siang..


" Kamu tidak apa kan nak.. mengantar kue - kue ini lagi kekantor pak Abrisam ? " tanya Lisa.


Setelah beberapa saat..


" Kamu hati hati ya Meen . , naik motor nya jangan laju laju..!" Nasehat Lisa kepada anak gadis satu - satu nya . Dengan kata dan kalimat yang sama...


**


Didepan lobi perusahaan Sam.. Ameena kini memarkir kan motor milik nya di parkiran yang berbeda dari kemaren..


Nampak sebuah mobil sedan berwarna hitam berhenti tepat didepan pintu masuk kantor.


Terlihat sebuah heils yang indah menapak ..setelah nya terlihat wanita dewasa keluar dari dalam sedan mewah itu..


Ameena melihat kearah wanita dewasa yang baru keluar dari dalam mobil yang kini memakai kaca mata hitam dan pakaian sopan beserta hijab nya.


" Pak tolong parkirkan mobil saya !" Pinta putri Armand.


Ameena terus melangkah masuk , Ameena bertekat tak ingin melakukan satu kecerobohan kembali - dengan sedikit cepat dalam langkah-Ameena mendahului Ketty..


Mata indah Ketty , singkat menatap pada wanita muda yang mengenakan gamis semi tunik berwarna oat dipadupadan kan dengan jilbab warna hitam.


" Mbak saya letakkan pesanan kue nya disini ya.. ?" Ucap Ameena.


" Oya silahkan mbak ... !" Jawab receptionis kepada Ameena dengan tersenyum ramah.


" Kamu ngapain ada disini? !" Tiba - tiba suara sinis namun terkesan dibuat lembur terdengar dari arah belakang Ameena.

__ADS_1


Ameena membalik kan badan , setelah mendengar suara itu ..


Semenit berikut nya ,


" Assalamualaikum Taa !" Sapa Ameena


" Wa' alaikum salam Meena " Jawab Arta.


Wanita berhijab itu melirik kearah penampilan Ameena yang kini nampak kurusan.


" Ameena bisa kah kita ngobrol nya di tempat lain !?" Pinta Arta dengan penuh penekanan.


" Maaf Taa... , bukan nya aku menolak, tapi aku harus segera pulang !?" Ucap Ameena secara singkat.


Arta mencoba memaksa Ameena dengan meraih lengan nya..


" Tapi aku ingin Meena .. !" Suara Arta.


Akhir nya Ameena pun mengiya kan permintaan Arta..


*


*


**


Disuatu sudut ruang perkantoran..


Ameena duduk dengan bertanya dalam pikir " apa yang mau ia lakukan , kenapa ia mengajak ku ??!" Batin gadis berjilbab besar kini.


" Sebentar lagi aku dan Leon akan menikah ! " terdengar penuturan Arta.


Ameena hanya diam sembari tertunduk mendengar kan suara calon kakak ipar nya .


" Aku tahu kamu dan Leon hanya lah saudara angkat !?" Ucapan Arta membuat wanita muda itu mengangkat pandangan nya kearah Arta..


" Apa maksud mu Arta ?!" Tanya Ameena dengan menajamkan pandangan nya .


Sekilas wanita muda dari Adiguna , menarik ujung bibir nya keatas..


" Lupa kan lah Meena! Anggap saja - aku tidak pernah mengucapkan nya !?" Sahut Arta dengan mulai berdiri.


" Kamu ibarat kata -mencoba menggores sebuah luka ditempat yang sama Arta , setelah luka itu terbuka langsung kau tinggal kan- tanpa tahu apa yang akan kamu tabur kan , akan kah memberi obat atau malah memberi garam " ucap tegas Ameena kepada Arta.


Langkah kecil Arta tertahan setelah mendengar penuturan wanita muda yang kini masih dengan posisi duduk.


Dengan menarik sudut bibir nya Arta berkata ..


" Tergantung bagaimana sikap mu Meena ?!" Lanjut Arta dengan berlalu.


Ameena cukup terdiam diposisi yang sama , gadis berjilbab besar itu mencoba menebak- nebak maksud omongan wanita yang akan menjadi kakak ipar nya dalam waktu dekat ini.


.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....

__ADS_1


__ADS_2