True Love

True Love
EPISODE 62


__ADS_3

.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....


PETTZ..GELAP .. โšซ


Tomy melihat lampu teras rumah Ameena telah padam ... akan tetapi lampu bagian dalam masih setia menyala , Tomy tersenyum sinis dan membatin.. " Dasar bule peranakan ... ! Gue tahu elu sedang merasa PANAS - walau dirimu berada di dalam kulkas !?" Batin Tomy meng umpamakan.


Meena melihat lampu teras depan telah padam ...


Gadis berjilbab besar pun mengerti akan isyarat itu..


" Paman benar- benar harus pulang.. ! assalamualaikum " ucap Meena dengan posisi yang masih sama menghadap Tomy.


" Kenapa masih berdiri disitu..


Masukkk lah... !!" Cicit Tomy dengan tatapan hangat seraya tersenyum tampan pada Ameena.


"Jangan lupa sholat !" Seru Tomy selanjut nya kepada Meena.


" Saya akan masuk - tapi tolong paman jawab dulu..?" Pinta Ameena.


" Apa nya?! " Tanya datar Tomy.


"Bukan kah ada salam yang perlu dijawab ! Wahai paman !?" Jelas Meena dengan tatapan sopan.


" Haduh... ini bocah ! Gue kira jawab APA AN ... !?" Batin Tomy sembari menggaruk pelan kepala .


" KUM SALAM ... " jawab singkat Tomy begitu saja.


WHEEERRRR....PUG ...


Meena lagi - lagi melempar sepatu kearah betis Tomy


" HEH !!.. kenapa melempar ku LAGI !!" Ucap kesal Tomy


" Jawab yang BENAR... !!" Sergah Meena .. dan terlihat kesal.


" Salam nya..!?" Tanya mengulang Tomy dengan raut wajah bingung..


" He' - EM .. " .sahut Meena dengan mengangguk


" Wa'alaikum salam warahmatulahi wabarokatu.." lanjut pria don juan itu.


" PUAS...!!" Tomy.


Meena tersenyum kearah Tomy sembari membuka pintu. ... ?!..


*


*


Tomy melihat gadis kecil nya yang telah tak nampak lagi pada pandangan mata dibalik pintu yang telah tertutup..


*


*


Setelah Ameena masuk kedalam rumah Tomy pun memasuki kendaraan nya yang telah terparkir tepat didepan pagar rumah tinggal sang gadis incaran ....


"BLAAP !!" suara bantingan pelan pintu mobil


" JALAN !!" Seru Tomy kepada Wildan .


" Aku benar benar merasa muda lagi Meena diusia ku saat ini .. !! ? " Tomy terkekeh sendri dengan menyandarkan tubuh lelah nya yang seharian telah ia curah kan untuk sang pemilik rindu.


**


Didalam rumah berkonsep minimalis..

__ADS_1


"Assalamualaikum... " ucap Lirih Ameena.


Saat Ameena membalikkan tubuh , gadis muda itu terhenyak melhat Leon menunggunya di ambang pintu kamar pribadi Ameena.


" Kamu bertemu lagi dengan nya ..?!" Tanya datar Leon dengan tak menatap Ameena.


Meena mengangguk.


" Apa kamu lupa perkataan kakak waktu itu ?! Apa perlu kakak mengulangi nya lagi !?".. ucap Leon sekali lagi dan mengarahkan mata marah nya pada Ameena yang telah ketar ketir melihat kemarahan sang kakak .


Meena menggeleng untuk yang kedua kali...


"Lalu kenapa kamu masih bertemu dengan PK itu( Penj@h@t kelam@n)!!" ucap tak habis pikir Leon kepada gadis berjilbab besar itu.


" Paman itu baik kak .... dia tidak berbuat seperti yang kakak kata kan pada Meena !!?".. sahut Ameena membela sang paman.


Mata Leon melirik tajam kearah Meena ...yang menunduk.


" CKK... Secara tidak lansung kamu menuduh kakak yang berbohong!!! Begitu maksud mu MEENA ?? !!"


Meena tersentak akan jawaban dan suara bentakan sang kakak , gadis muda itu menggenggam erat sling bag dalam gengaman yang menggantung pada sisi kanan pundak nya.


Meena mengangkat pandangan nya mengarah ke arah Leon.


"Kaka - K !!" Suara Meena terdengar berusaha menjelas kan , akan tetapi belum juga gadis muda itu menyelesaikan satu kata , Leon terlebih dulu menutup mulut nya dengan bentakan ..


" MASUK !!" Kaki gadis itu seolah kaku saat akan melangkah sampai terdengar kembali suara bentakan dari pria dewasa berkulit putih .


" Kakak bilang MASUK Meena !!" Bentak an kedua dari Leon mengsentak jiwa terpaku Ameena .


Meena tak sanggup berkata apa pun lagi , dengan patuh Ameena berlari kecil seraya menunduk dan terisak menuju kamar.


Tinggal lah Leon seorang diri diruangan itu..


" Kenapa dengan KU ?" Batin tanya Leon.


Leon memejamkan mata dengan kepala mendongak keatas pada langit ruang itu.


**


Dihari berikutnya ...


Disiang hari...


Dirumah sakit..


" Mama.. sabar dulu Ma.. mama baru sembuh..!!?" ucap khawatir Leon Yang melihat Lisa berdiri layak nya orang yang tak sakit .. dan bertanya dalam hati saat mata pria itu menatap wanita muda yang duduk disofa dengan wajah menunduk.. - Arta.


" Ma.. sebenarnya apa yang terjadi ? kenapa mama marah kepada Arta? " Tanya bingung Leon.


Dari luar Meena membuka pintu dan mengucap salam dan menutup pintu ruangan itu kembali...


" Ibu..!" pekik Meena tak percaya melihat wanita yang ia hormati telah sehat kembali .


" Ibu sudah sehat !?" Tanya Meena tak percaya


" Subhanallah - Alhamdulillah . ... " Seru Ameena.


" Kakak... ibu - kak.. ?-? " suara Meena terdengar senang sembari mengarah kan mata pada Leon dan menatap sekilas pada Arta.


Wajah tua itu tersenyum sayang kearah anak angkat nya...


" Sini Meen.. ibu rindu memeluk mu nak... !?" ucap Lisa...


Dengan wajah kikuk Meena mengarahkan langkah kaki nya kearah Lisa...


" Kamu kurus Meen..?" Tanya Lisa dengan menarik tubuh sang anak..

__ADS_1


Meena tersenyum...


Leon merasa kehadiran Meena mengalihkan pertanyaan nya pada sang mama..


" Hehehe.... bukan kurus ibu tapi langsing..." celetukan Ameena , gadis muda itu mencoba mencairkan suasana yang tadi nya nampak sesak di pandangan.


Lisa tersenyum syukur kearah Meena ..dengan menyentuh pipi tirus Ameena yang tertutup krudung besar yang ia kenakan.


" Kenapa kamu tidak pernah menceritakan seberapa buruk nya sifat gadis yang akan menjadi istri kakakmu itu pada kami ?... !" Seru Lisa


Ameena mengangkat wajah nya dan menatap lekat netra sang ibu..


Leon yang mendengar pernyataan sang mama berdiri dan ikut menatap bingung .


" Ibu kenapa berkata seperti itu ..?" Tanya Meena..pelan.


" Meena tak paham apa yang ibu bicara kan .. ?!" jelas Ameena masih mencoba menutupi .


" Sampai kapan kamu akan menutupi nya ..? hemmm !... " Tanya Lisa dengan senyuman sinis kearah Arta.


" Maaf kan Meena ibu.. !" Jawab Meena dengan menunduk.. "Bukan maksud Ameena untuk berbohong dan menutupi !? akan tetapi tak sepantas nya Meena membuka keburukan seseorang ibu.


" Hanya Allah lah yang berhak atas semua itu !?" Sambung Meena dengan raut wajah tulus.


" Ma.. ! apa maksud perkataan mama tentang Arta.. bukan kah selama ini mama telah merestui kami ..?!" Tanya Leon.


Lisa mengarahkan tatapan nya kearah Leon...


" YA.. . mama merestui mu nak tapi itu dulu - tidak untuk sekarang!!!?" Jelas tajam Lisa.. wanita paruh bayah itu seolah kembali pada tabiat barbar nya yang telah lama ia tinggal kan , akan rasa curiga nya pada sang calon menantu yang begitu licin dalam tutur kata dan sikap didepan banyak orang.


" Tanya kan pada nya.. !!" Sergah Lisa dengan mengarahkan mata tak suka pada Arta.


" Apa wanita itu berani menceritakan yang sejujur nya pada mu !?" Ucap lanjut Lisa.


Leon kini beralih menatap Arta...


Dan meminta wanita muda itu menjelaskan apa yang diucap kan sang mama barusan akan diri nya..


Arta mulai mengangkat pandangan nya menatap pria yang begitu ia cintai - hingga semua nya rela ia lakukan tanpa memperdulikan dampak baik atau kah buruk nya dikemudian hari -yang akan menimpa orang yang ia anggap sebagai penghalang.


*


*


1 menit .. hingga 60 menit berlalu ..


Leon tercekat akan apa yang ia dengar dari bibir Arta... sebuah penjelasan yang jujur dari wanita muda kaya raya itu.


**


Belum habis pikiran tak percaya nya akan kebenaran sikap asli sang calon istri , Leon makin dibuat terheran kembali melihat keadaan sang mama yang tiba -tiba bisa berjalan seperti biasa dan tak ada tanda- tanda sakit seperti penjelasan dokter..


" Mama bisa jalan !?" Tanya tak percaya Leon.


"Kenapa kamu heran Lee ... mama sedari dulu memang bisa berjalan ..!?" Jawab Lisa


"Tapi kenapa beberapa bulan yang lalu mama.. !?" Suara tanya Leon ..


" Mama capek sandiwara nya Lee .. mama tak sehebat calon istri mu ... !?" Sahut Lisa dengan sidiran tertuju pada Arta.


Meena hanya terdiam tanpa ikut menyudutkan dan menghakimi wanita muda itu.


" Selesaikan masalah mu nak .. mama mau pulang dengan adik mu.. !?" Lanjut wanita paruh baya yang telah selesai akan misi nya.


"Mama tidak memaksa mu untuk menerus kan atau pun meminta mu menghentikan apa yang telah kamu jalani .. Kamu sudah dewasa - mampu berpikir .. dan menimbang seperti apa calon istri yang baik untuk menjadi pasangam mu nanti ?!" Ucap nasehat Lisa dengan menepuk pundak sang putra dan pulang.


" .... ?!... !"

__ADS_1


.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....


__ADS_2