True Love

True Love
Istirahat sejenak


__ADS_3

Happy reading 🤗


Arka dan Zahra sudah pulang dan kini hanya ada Kevin dan Famira dalam ruangan itu.


Kevin memandang sendu wajah istrinya.


Datang dan langsung memeluk tubuh Famira serta menciumnya. Kenapa Famira sangat nekad, sudah tau jika resikonya akan menjadi seperti ini. Masih saja ia mempertahankan janin sampai lahir, kuat sekali Famira. Padahal jika sedang sakit leukemia maka tantangannya sangat berat dan akan selalu merasakan sakit setiap hari. Tapi dengan mudahnya Famira menutupi itu semua dari Kevin dan membuat Kevin tak curiga padanya.


"Dasar istri pembangkang. Sudah berani bermain rahasia dengan suamimu ini. Tapi aku sangat bangga padamu sayang. Ku mohon bertahanlah demi aku dan kedua anak kita sayang, sekarang mereka sedang menunggu kamu sehat dan siuman serta nanti kita bisa merawat mereka bersama-sama. Jangan pergi...., aku tidak akan pernah rela, sayang" ucap Kevin pelan sembari berbisik di telinga Famira yang tertutup hijab.


Bolehkan Kevin egois? Dia hanya ingin Famira sembuh, tapi apakah permintaan nya itu terlalu berat untuk dikabulkan? Tak henti-hentinya ia memanjatkan doa kepada Allah agar Famira sembuh dan diberi panjang umur. Tetes demi tetes air mata sudah Kevin keluarkan, bahkan jika perlu ia akan menangis darah agar Allah mau mengabulkan doa dan permohonannya.


"Sayang, tadi aku habis shalat dzuhur di masjid. Aku berdoa semoga Allah mengangkat penyakitmu, kamu harus bisa bertahan ya, sebentar lagi kamu pasti sembuh, percayalah padaku, sayang" ucap Kevin. seakan sedang mengajak orang berbicara. Lawan bicaranya hanya diam dan bergerak hanya nafas yang keluar dari tubuh Famira.


"Aku tau kamu pasti denger ucapan aku, hanya saja kamu sedang tidur dan sedang menghilangkan beban sakit yang kamu pikul saat mengandung. Beristirahatlah sejenak, tapi nanti aku mohon kamu bangun jika aku sudah mendapat pendonor untukmu, sayang" pinta Kevin sembari mencium kening istrinya.

__ADS_1


Malam ini Kevin tidur di kamar rawat Famira. Ia ingin menemani istrinya tidak ingin membuat Famira kesepian tanpa teman tidur.


Jam 8 malam, Kevin mulai memejamkan matanya sambil memeluk tubuh Famira.


"Ya Allah, kurus sekali tubuhmu, sayang. Apa selama ini kamu kurang makan?" ucap Kevin sambil mencium kening istrinya.


Kamar yang Kevin gunakan untuk Famira adalah VVIP. Jadi ranjangnya muat untuk dua orang. Famira tetap terlihat cantik meski sedang sakit. Wajah pucat nya memang sangat terlihat namun kecantikannya tidak terkalahkan.


Memeluk tubuh Famira seperti sedang memeluk guling yang nyaman hingga membuat Kevin malas untuk melepaskannya hingga fajar menyingsing.


Beranjak dari tempatnya dan menuju kamar mandi. Kevin sudah membawa baju ganti dengan pakaian santai. Semua pekerjaannya ia serahkan pada Wandi, ia tak peduli dengan perusahaan. Yang penting adalah kesembuhan istrinya. Harta masih bisa dicari sedangkan nyawa tidak bisa diganti.


Kevin lebih memilih Famira ketimbang perusahaan. Pokoknya Famira nomor satu di hatinya dan tidak ada yang bisa mengubahnya.


"Jangan rewel, aku akan mencari lagi pendonor, aku pergi dan tunggu aku kembali" ucap Kevin sebelum pergi.

__ADS_1


Zahra belum datang, lalu Kevin meminta suster untuk menjaganya sebentar sambil menunggu Zahra datang.


Tanpa Kevin tahu, ternyata ada orang yang sedang berdiri didepan pintu ruang rawat Famira dan melihatnya dari kaca luar. Tersenyum licik sembari menelpon seseorang.


"Datanglah kemari dan aku punya tugas untukmu. Awas jika nanti kau tidak becus melakukannya. Jika kau berhasil maka aku akan menambahkan tips untukmu" ucap orang yang berjubah hitam lalu pergi dari sana.


"Ajal mu sudah dekat dan saatnya aku akan membunuhmu. Tunggu saja, akan aku tentukan waktunya" ucapnya sambil tertawa jahat.


Bersambung


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2