
Setelah Rasya sudah mulai bisa berjalan kembali, dokter Ari baru mengizinkan dirinya untuk pulang ke rumahnya. Hanya tinggal pemulihan saja, jadi tidak perlu khawatir lagi.
"Anda sudah bisa berjalan kembali tuan, jadi saya perbolehkan anda untuk pulang hari ini, jika anda mau" Ucap dokter Ari setelah melihat perkembangan Rasya.
"Iya dokter Ari, saya sangat berterimakasih pada anda, sudah mau menolong saya dan merawat saya sampai sembuh" Jawab Rasya.
"Tidak masalah tuan, dulu anda sudah pernah menolong saya disaat saya down. Dan kini balasan untuk anda dengan merawat dan mengobati luka sampai sembuh" Sahut dokter Ari.
Menolong? Kapan kok Rasya tidak ingat sih.
Memang benar ya apa kata orang, jika berbuat baik maka akan selamanya di ingat oleh orang yang di tolong, dan begitu juga dengan kejahatan.
Tania sangat bahagia sekali, suami kembali dan bisa berkumpul lagi di rumah yang sudah lama di tinggal. Seluruh anggota keluarga baik dari pihak Tania maupun Rasya, mereka sama-sama senang dan ikut mengantarkan Rasya pulang ke rumah.
Karena belum bisa berjalan lancar, jadi Tania mendorong Rasya menggunakan kursi roda.
Wajahnya kini sudah tidak pucat lagi, selalu berseri tiada henti. Siapapun pasti mengerti kalau hari ini adalah hari yang paling dinanti.
Sesampainya di kediaman rumah pasangan ini, Zahra, Famira, Sarah, Alexa dan Elia bertugas di dapur membuatkan makanan untuk semua orang. Sedangkan Tania dan Rasya mereka masuk ke dalam kamar. Rasya masih butuh istirahat yang cukup agar bisa cepat pulih.
Pelan-pelan Tania memapah tubuh suaminya untuk berbaring di atas kasur, lalu menyelimutinya sambil tersenyum manis.
"Jangan pergi dulu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu" Ucap Rasya sambil menahan lengan Tania.
"Ada apa?" Tanya Tania yang tidak jadi berdiri dan kembali duduk.
"Tolong ambilkan satu buah mangga untukku" Jawab Rasya.
"Baik, akan aku bawakan untukmu, jangan bergerak dan tetap berbaring di sini sampai aku kembali" Sahut Tania tanpa membantah. Sekarang peran istri harus bisa ia mainkan dengan benar, agar tidak membuat harga dirinya jadi turun, sebab tidak becus menjadi istri.
Rasya mengaggukkan kepala, ketika Tania hendak berdiri lagi, tangannya kirinya di cekal kembali, membuat wanita ini mengendus kesal, tapi tidak terlalu.
__ADS_1
Setelah Tania duduk, Rasya pun mengangkat tubuh dan membuatnya juga duduk berhadapan dengan Tania.
"Aku ingin mencium mu" Ucap Rasya tiba-tiba dan membuat Tania kaget.
"Apaaaa?"
"Tutup matamu!" Titah Rasya dan tangannya meraih pinggang istrinya.
Sang istri pun langsung mengangguk dan menutup matanya dengan sangat rapat. Rasya tidak segera melakukan aksinya, dia masih melihat raut wajah istrinya yang sedang memejamkan matanya. Lucu
Karena menunggu lama, akhirnya Tania pun membuka matanya, jarak wajah antara ia dan dirinya sangat dekat hembusan napas pun bertabrakan.
"Apakah sudah?" Tanya Tania.
"Tutup matamu, kembali!" Titah Rasya lagi, tandanya belum dan Tania harus kembali menutup matanya.
Nyes
Tak ada rasa canggung diantara mereka, dengan suksesnya tangan Tania bertengger di leher suaminya, awalnya kaget akan tetapi harus bisa mengimbanginya.
Cukup lama dan membuat Rasya mundur, melepas tautan bibir. Memandang wajah istrinya dengan tatapan penuh cinta. Orang yang di tatap wajahnya langsung bersemu merah merona.
"Jangan memandangiku seperti itu" Ucap Tania sambil menunduk.
"Biarkan saja, aku sangat rindu dengan wajahmu" Jawab Rasya sambil mengangkat dagu Tania agar bisa mendongak.
Tambah salting dah tuh Tania, dengan tergesa-gesa ia berdiri dan keluar kamar. Mengambil mangga yang Rasya pesan.
Saat sudah di luar pintu, Tania berdiri disana sambil mengatur napasnya yang naik turun. Deg-degan banget, apalagi saat di cium, uh rasanya ingin terbang.
Lalu ia berjalan menuju dapur dan bertemu dengan kakak iparnya mereka sedang masak untuk nanti malam dan besok sudah kembali ke rumah masing-masing.
__ADS_1
"Tania, kamu kenapa kok senyam-senyum sendiri?" Tanya Elia menyelidik.
"Ah, tidak aku hanya senang saja ada kalian yang membantuku" Jawab Tania sembari berjalan mendekati para wanita cantik itu.
Semua pun tersenyum, mereka ikhlas membantu, sudah seharusnya bukan?
Kemudian Tania membuka kulkas, mengambil dua mangga untuk Rasya dan dirinya. Membawanya masuk ke dalam kamar. Dan rasa canggung pun muncul kembali, setelah ciuman tadi, membuat Tania malu untuk menatap wajah suaminya.
"Bangunlah, aku sudah membawakan mangga untukmu!" Ucap Tania sambil meletakkan mangga itu di atas meja.
"Baiklah, kupas kulitnya dan berikan dagingnya padaku" Jawab Rasya lalu membuka matanya.
Entah kenapa Rasya ingin sekali makan buah mangga, apalagi jika Tania yang mengupas dan mengiris daging buah untuknya lalu menyuapi dengan lembut. Senang sekali pastinya.
Satu buah mangga sedang Tania kupas, Rasya hanya melihatnya tanpa bicara sepatah katapun sampai buah selesai di kupas.
Tanpa di suruh, Tania memotong daging buah
dan memberikannya untuk Rasya makan.
Dengan senang hati menerima suapan itu, ia buka mulut dan mengunyah daging mangga.
Bersambung
.
.
.
Hadirnya cinta membuat semua berbeda dan berwarna. Cinta yang tulus akan mengalahkan segala hal yang bisa membuat orang kalap dengan akal bulus. Cintailah pasanganmu dan hargailah dirinya, sebab karenanya kamu bisa menjadi wanita terhormat.
__ADS_1