
๐ธ๐ธ
Digang sepi , Ameena melihat ada beberapa pemuda berandalan yang kemaren menggangu nya .
Ameena melirik sekilas kearah berandalan yang sedang asik mabok mabokan tersebut ...
" Gue kira dia masih gadis broo ! Ternyata simpenan nya om- om !?" racauan salah satu pemuda dengan tawa nya, saat melihat Ameena diantar seorang pria yang tak lain adalah Tomy .
*
*
Seolah tak kapok..
Selintas bayang lengan salah satu pemuda mengarah pada gadis memakai khimar lebar itu...
"AH.. ! " pekik Meena dengan membalikkan tubuh ke arah pemuda berandal yang menarik khimar nya .
sontak Tomy membalikkan tubuh , kearah Ameena ...
"LEP-PASSS!!!" terdengar suara paman tampan Ameena itu penuh penekanan.
" Siapa yang mengizin kan tangan lancang mu itu menyentuh nya , HAH HH .?!" sergah Tomy dengan mengarah kan tatapan tajam pada pemuda mabuk itu.
" Apa kamu belum kapok dengan kejadian malam itu ?mana teman mu yang satu nya ? belum keluar dari rumah sakit, bukan !? Apa perlu gue - membuat elu menjadi teman sekamar nya malam ini juga !!?" Ancam Tomy dengan memperlihatkan lengan berotot nya .
Mendadak nyali berandal itu menciut ketika mengingat betapa beringas nya anak buah Tomy mengahajar mereka di malam itu.
" PERGI.. !! Bukan nya ke masjid malah mabuk -mabuk kan di jalan mengganggu kenyamanan orang !"
Para pemuda itu bergidik ngeri melihat senyuman sadis sang don juan , dengan raut wajah ketakutan mereka lari tunggang langgang meninggal kan minuman dan kacang yang bungkus nya bergambar DUA JARi tersebut .
Setelah kepergian 3 berandal itu..
Tomy membalikkan tubuh gagah nya kearah Ameena yang sedari tadi menatap nya kagum ..
" Rapi kan Krudung Mu ! kalau tidak - sebagian aurat mu akan terlihat oleh mata yang tak seharus nya melihat nya ... !?" ucap Tomy dengan melangkah didepan nya , Ameena yang terpaku hanya berdiri dan diam . Sedetik berikut nya.. Ameena tersadar dari lamunan nya ..
" I- iya.. Paman !?" jawab Ameena dengan tangan yang mulai merapikan krudung nya , setelah rapi Meena berlari kecil menghampiri Tomy - dan mengekor dibelakang pria itu .
*
*
Ameena menatap pada sosok tinggi tegap yang ada didepan nya , ada rasa tenang dan nyaman ketika dekat dengan pria don juan alias Tomy , gadis itu merasa ada yang berbeda pada hati dan rasa dalam dada nya saat ini , yang biasa nya tak pernah terusik oleh sosok pria mana pun .
__ADS_1
Pria dewasa yang kini usianya makin matang itu melangkah dengan tenang dengan sesekali melirik kearah gadis muda yang membuat hati nya resah dan gelisah sejak awal berjumpa di lobi perusahaan Abrisam .
Tanpa Ameena sadari ,ia terus memperhatikan Tomy yang berjalan didepan nya .
dan hal itu membuat Ameena teringat pada sosok yang begitu ia rindukan namun wajah nya mulai buram dalam ingatan nya ..
Yang tersisa dalam ingatan wanita muda itu sampai saat ini hanya lah rasa nyaman saat ia bersama remaja laki -laki diwaktu deras nya hujan pada malam hari di masa kecil nya , dimana sebuah rasa masih bisa ia rasakan . Hingga sebuah senyuman melengkung di bibir cantik Ameena yang dengan setia mengekor dibelakang Tomy.
*
*
Sesampai nya didepan pintu kamar kos Meena.. Mata - mata para wanita mengarah pada sosok tampan beranting itu.
Ameena yang melihat pemandangan tak biasa nya itu pun bertanya..?
" Paman tak apa kan tunggu diluar sebentar , saya hanya mengambil 1 barang !?" Jelas Ameena pada Tomy
Tomy pun mengangguk pelan akan ucapan gadis muda itu . saat ini Tomy berdiri dengan menyesap sebatang rokok .
Mata nakal Tomy mengarah pada wanita yang juga menatap nya dengan tatapan nafsu..
Tomy hanya tersenyum kecil dengan sebatang rokok yang bertengger di dua jari milik nya ..
Sebuah kebulan asap keluar dari bibir merah Tomy dengan mata yang melirik pada para wanita beraneka ragam pakaian kurang bahan yang mereka kenakan malam ini.
.. dalam benak Ameena tak ada pilihan lain hanya tempat itu lah sekarang yang mampu menjadi tempat ia berteduh dan berlindung dari dunia luar .
Disaat Tomy sibuk menebar pesona akan ketampanan nya dan ditemani sebatang rokok seraya berdiri dan menyandarkan tubuh atletis nya diikuti kepala yang juga ia sandarkan didinding , dengan satu kaki kanan nya ditekuk kebelakang menempel didinding dan tangan satunya masuk dalam saku celana sebelah kiri ๐ , Tomy begitu nampak jentel dengan pose semacam itu .
Namun rasa nyaman itu hilang seketika ! Saat telinga beranting Tomy mendengar sesuatu dari arah dalam kamar kos Meena...!?..
Tomy yang panik membuang rokok yang belum habis dan menginjak puntung rokok tersebut ..
" Kamu kenapa!!!!?" Panik Tomy sembari membungkuk dan akan mengangkat tubuh langsing Ameena.
Dengan cepat ..
" EH !!.. JANGAN PAMAN .. ?!!!!!!! " sergah Ameena dengan mengarah kan kedua tangan nya menghalau Tomy.
Tomy menaikkan satu alis nya๐คจ.. seraya berkata
" Jangan bilang aku tidak boleh menyentuh mu ?!" Sela Tomy dengan senyuman sinis.๐
Ameena hanya menunduk tanpa menjawab tebakan Tomy.
__ADS_1
Sedetik kemudian..
" Apa yang ingin kamu ambil ? biar aku saja yang mengambil nya !" Ucap datar Tomy terdengar ditelinga Ameena .
Dengan masih menunduk Meena mengarahkan satu jempol nya kesuatu sudut.
" Diatas lemari itu paman ada sebuah kotak , tolong ambil kan itu saja !?" Jelas Ameena dengan mengarah kan Tomy kearah yang dimaksud.
Tomy yang dasar nya bertubuh tinggi dengan mudah nya meraih kotak tersebut.
" Ini !?" Suara Tomy , dengan menyerahkan kotak berwarna coklat itu.
" Alhamdulillah .. terima kasih paman ?" Ucap Ameena dengan tulus.. dan mendongak kan pandangan nya pada Tomy yang berdiri didepan Ameena yang masih dalam posisi duduk akibat terjatuh.
*
*
Selang menit berlalu ..
Meena telah berdiri ..
Saat Ameena dan Tomy akan bersiap keluar ..
Suara ketukan dari luar pintu.
TOK - TOK !!
Ameena terlihat akan melangkah membukakan pintu , tapi Tomy menahannya..
" Biar aku saja !?" Sergah Tomy dengan melangkah kearah pintu.
Kriekkkk... suara pintu terbuka..
Tomy mengernyitkan dahinya kepada beberapa orang yang berdiri didepan nya..
" Selamat malam pak !?" Ucap satu orang berseragam tersebut.
" Bisa diperlihatkan kartu identitas nya pak ?!" sambung ucapan salah satu petugas .
" Adik juga ! Bisa perlihat kan kartu identitas nya ?!" Ucap petugas wanita pada Meena.
*
*
__ADS_1
๐ธ๐ธ