True Love

True Love
Bersyukur


__ADS_3

Happy reading 🤗


Masih belum sadar sepenuhnya, ia berulangkali mengerjapkan matanya. Kevin yang melihatnya hanya tersenyum dan membelai wajah istrinya.


"Kamu sekarang ada di rumah sakit, dan baru sadar dari koma semalam satu minggu" ucap Kevin, seakan tau apa yang tengah Famira pikirkan.


"Apa? Aku sekarang ada di rumah sakit? Lalu di mana bayiku, kenapa mereka tidak ada disini? Apakah mereka meninggal?" tanyanya dalam hati. Sudah berpikiran negatif ketika tidak menjumpai anaknya di samping dirinya.


"Anak kita sekarang berada di ruang ingkubator, mereka terlahir prematur tapi Alhamdulillah nya mereka sehat sampai sekarang. Mereka menunggu mama nya sehat kembali" ujar Kevin, ikatan batin antara ia dan istrinya sangat kuat. Jadi Kevin bisa mengerti apa yang sedang Famira pikirkan atau rasakan.


"Ya Allah, apakah ini nyata. Hamba bisa bertemu kembali dengan suami dan anak hamba nanti?" ucap Famira dalam hati.


Karna ingin membuktikan jika ini bukan mimpi, lalu Famira mengangkat tangan kanannya untuk meraih wajah Kevin.

__ADS_1


Kevin pun langsung mendekatkan wajahnya agar Famira mudah meraihnya. Ketika tangannya menyentuh wajah Kevin, ia barulah sadar sepenuhnya jika ini bukan mimpi, seketika air matanya mengalir membasahi pipinya, bersyukur masih di beri kesempatan untuk bisa menghirup udara dunia dan bisa berkumpul dengan keluarga barunya nanti.


"Jangan menangis, sayang dan jangan lakukan hal bodoh lagi. Cukup ini yang menjadi awal dan akhir tindakan bodohmu itu. Aku sangat mencintaimu dan menyayangi mu. Jangan buat aku seperti orang gila, karna marah dengan diriku sendiri yang tak bisa menjadi suami yang berguna dan baik untukmu" ucap Kevin disela mengusap wajah Famira.


Famira hanya mengedipkan matanya sekali, untuk menjawab ucapan suaminya.


Arka dan Zahra pun mendekat, Famira yang bisa menyiratkan senyuman tipis untuk mereka berdua.


Tangan kiri Arka merangkul pundak Zahra, sedangkan tangan kanannya menggendong putranya. Mereka bertiga tersenyum bahagia, melihat Famira sudah sembuh dari penyakitnya.


"Tentu saja, sayang. Pastinya Tante akan selalu sehat setelah ini" ujar Zahra.


"Pokoknya setelah ini, kita harus adakan syukuran atas sembuhnya Famira dan kelahiran baby twins kalian berdua" kata Arka dan diangguki oleh semua orang di dalam ruangan itu, kecuali Famira yang hanya berkedip.

__ADS_1


"Ya Allah, seperti ini kah rasanya disayangi dan dicintai oleh orang terdekat?" tanya Famira dalam hatinya. Bersyukur sudah dihadirkan orang yang begitu tulus mencintai dan menyayangi dirinya.


Tak ada tempat yang nyaman untuk berinteraksi, selain dengan keluarga. Keluarga adalah tempat yang cocok untuk kita berbagi keluh kesah, bahagia, sedih canda dan tawa.


Harta yang paling berharga adalah keluarga. Jika kita tidak punya keluarga maka hidup akan hampa, teman memang ada tapi tak selamanya ada selalu disamping kita, ada kalanya kita berpisah dengan teman atau sahabat. Tapi jika kita punya keluarga, maka semua akan terasa baik-baik saja. Keluarga adalah tempat untuk mendapat support kala sedang down, punya masalah berat dan susah untuk di cari solusinya berbagai cerita hidup dan yang lainnya.


Apalagi jika punya kedua orang tua, maka kehidupan akan bertambah lengkap. Ayah selalu berperan sebagai pahlawan bagi istri dan anak, sedangan ibu berperan sebagai guru dan tempat berlindung anak jika ia punya masalah, tempat curhat anak dan suami sebab ibu itu punya pikiran yang begitu bijak dan tepat saat mengambil keputusan.


Bersambung


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2