True Love

True Love
EPISODE 86


__ADS_3

.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....


Ibu sopiah dengan cepat meraih kalung tersebut..


"Apa maksud nya dik.. !?" Sahut sinis wanita paruh baya itu..


"Ma.af ibu .. foto yang ada didalam buah kalung itu mirip dengan teman saya.. nama nya Ameena.. bukan maksud saya mengakui barang ini milik teman Saya !? " Jelas wanita muda dengan sifat tegas nya dan disaksikan banyak orang..


"OH! tak kira .. situ mau ngaku -ngaku !?" Jawab sinis ibu Sopiah kepada Hanifa..


Wanita bercadar nampak mengeleng kepala seraya beristighfar..


"Astagfirullah hal adzim.. .. sing muda ngalah sama yang tua.. !" Cicit Hanifa tanpa sengaja..


Tanpa disadari celetukan Hanifa masih bisa didengar oleh telinga sakti ibu Sop..


"EH.. maksud mu OPO .. !!? Ngomong gitu.. !?" Bentak Sopiah.. dengan mata yang melotot.


" Eh maaf ibu.. saya keceplosan...!" Sahut Hanifa dengan menakupkan kedua tangan nya... dengan tersenyum dibalik cadar .


*


*


Kini ibu Sop melangkah menuju toko lain - tentu nya bukan ibu Sop kalau tidak mengumpat kata ditiap tikungan jalan kota.


"Tak kira dia mau mengaku kalau kalung ini milik nya ..!?" gerutu wanita itu dengan menatap kalung tersebut sembari berjalan menyisir trotoar .


Dalam omelan nya ibu Sopiah nampak emosi dengan hari ini .. kalung yang ia coba tawar kan berulang kali tak berhasil terjual kembali...


*


*


Dari arah berlawanan ..


Brug... .. ibu Sopiah terjatuh dengan posisi terduduk..

__ADS_1


Mata ibu Sopiah mengarah kepada pria yang memakai kaos lengan pendek berwarna brown dengan memakai celana panjang berwarna hitam.


"LOH.. main kabur saja .. !" Suara yang begitu khas dari wanita paruh baya itu.


Seorang pria matang membalik kan tubuh gagah nya...dengan membuka kaca mata hitam nya .. sesaat mata tajam itu menatap kearah ibu Sopiah .. yang terlihat beracting memijit mijit kaki ....


"Walah... kok ganteng.. !"ucap membatin ibu Sop "IH mau dong ditabrak lagi ... . !?" Imbuh nya.


Pria itu melangkah ke arah ibu Sop yang masih berusaha beracting..


Dengan mata yang diarahkan kemana saja pri itu mulai.. berkata..


"Apa yang patah !" Suara begitu angkuh tertuju pada ibu Sop.


Ibu sop merasa tak suka dengan gaya congkak pria itu ..


Dengan memakai kalung mewah yang akan ia jual dipasar .. ibu Sopiah mencoba membalas perlakuan sombong pria tampan nan gagah namun sudah cukup matang diusia nya saat ini...


Dengan berdiri tegak ibu Sopiah ... berkata...


"Haduuuhhh... gimana yaaa!? Kayak nya kalau tulang aku ada yang patah .. biasa nya aku berobat nya ke AMSTERDAM ... !?" Ucap Ibu Sop dengan membusungkan dada yang berkalung..


Pria itu nampak mematung akan apa yang ia lihat pada bagian tubuh ibu Sop - suatu kalung yang melingkar indah dileher sang ibu Sop.


Namun ibu Sop menangkap gelagat mata pria matang itu berbeda ...


Dengan menyilangkan tangan kedepan dada ibu Sop hendak berkata.. namun belum juga berkata Abrisam telah bertindak...


Tangan besar Abrisam menarik kasar kalung tersebut ... . Sontak ibu Sop berteriak...


"MALING - MALIIIIINGGGGG.... !" suara ibu Sop yang begitu menggelegar.


Terdengar oleh Ameena dan Hanan yang baru saja sampai dipasar .. dari arah lain nampak Hanifa yang menata belanjaan nya pada sebuah BECAK .. mengarah kan pandangan nya pada sumber suara..


"Kembali kan ! Kalau tidak aku teriak lagi ... .!?" Ancam Ibu Sop..


"Ckkk.. coba saja.. !" Seru Abrisam dengan mengarah kan mata kearah sekitar yang nampak sepi pengendara..

__ADS_1


"Kok sepi siihhh... aku kan jadi takut.. ! Masak iya tak ikhlaskan .. ??" Batin ibu sop.


Abrisam tersenyum dengan menggenggam kalung tersebut.. dimana ada foto dirinya dan istri keduanya ... ???


Saat kaki pria itu akan melangkah lebih jauh tiba -tiba seorang wanita bercadar menghalau langkah tegap Abrisam..


"Pak bisa kembalikan kalung itu?!" Suara Hanifa begitu datar..


Abrisam menaikkan satu alis nya akan sosok didepan nya...


Tanpa menjawab Abrisam langsung saja melewati wanita muda berpakaian syar'i lengkap dengan cadar nya...


Dengan satu tarikan nafas.. kaki Hanifa berhasil melumpuhkan langkah lebar Abrisam..


"Apa -apa an kamu !?" Bentak Sam dengan muka memerah..


"Ma.af sudah saya katakan kembalikan kalung itu !? Tapi anda seolah menuli !?" Ucap Hanifa dengan tatapan sengit.


Sam berdiri dan mengepal kan tangan -rahang pria itu mengeras seolah harga diri nya sebagai pria kaya dan terpandang runtuh seketika saat kaki bersepatu Hanifa menyerang kaki bagian lutut belakang nya .


"Kamu tidak tahu apa -apa ! Maka sebelum saya membalas perlakuan mu ! Pergi dari hadapan ku !?" Ucapan Sam begitu menusuk jantung hingga ibu Sop yang sedari tadi berada dibelakang tubuh langsing Hanifa mendadak menciut- bersembunyi ...


"Dik ayo kita pergi saja .. biar saja kalung itu dia ambil ---!?"ucap berbisik ibu Sop - Hati Hanifa menghangat akan rasa peduli ibu Sop kepada nya lalu ibu Sop kembali berkata " sebenarnya sayang tapi- dari pada aku harus mengeluarkan uang lagi untuk biaya rumah sakit mu !? Malah lebih rugi banyak !!?" " Ucap ibu Sop


Hanifa menatap malas๐Ÿ˜’๐Ÿ˜’๐Ÿ˜’ saat mendengar ucapan ibu paruh baya yang berdiri dibelakang nya.


Tangan besar nampak mengayun kearah Hanifa dengan sigap ditepis oleh lengan Hanan yang berbalut kemeja koko lengan panjang.


"Anda jangan sekali -kali memukul perempuan - sekali pun perempuan itu bersalah.. !!?" Ucap Hanan dengan mata yang tajam kearah Abrisam.


Sam hanya tertawa mengejek akan ucapan Hanan... dan akan berlalu .. namun Hanifa wanita bercadar itu masih belum mendapat kan apa yang ia sedang perjuangkan untuk ibu Sopiah.


*


*


*

__ADS_1


.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....


__ADS_2