True Love

True Love
Episode 90


__ADS_3

.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....


...


"CINTA " Satu kata yang tersusun dari lima huruf yang berbeda , sebuah kata yang sederhana yang sama sekali tidak sulit untuk diucap kan .


Namun dari kata sederhana , bisa menjadi jutaan malah miliaran tema dalam kisah kehidupan , Tema dalam kisah bahagia - Tema dalam kisah sedih dan kisah lucu


Yang membuat kegalauan para muda zaman now - yang tak akan ada habis nya untuk diverbal kan dalam sebuah tulisan seorang sederhana.


ย 


*


*


Jarum jam dinding mengarah pada angka setengah 2 dini hari ..


Wanita muda nampak terjaga dari lelap nya... dengan pelan Ameena mencoba berdiri dan beranjak dari tempat tidur.


Ameena meraih sebuah cadar yang ada diatas nakas. Tak lama gadis bercadar itu terlihat keluar dari dalam kamar , tanpa disangka Leon tengah duduk seorang diri disebuah kursi meja makan yang letak nya didepan kamar Ameena.


"Kakak belum tidur ?" Tanya Ameena dengan menuduk kan pendangan .


Pria dewasa itu hanya menatap datar kearah sang adik yang kini mengenakan cadar.


"Kamu sendiri kenapa belum tidur ?"tanya balik Leon.


"Meena mau minum kak!" Jawab gadis itu dan akan meraih gelas . Namun tangan besar Leon terlebih dulu bergerak.


Nampak tangan Leon meraih sebuah gelas kaca dan menuang air kedalam nya..


GREEEEG.. suara gesekan gelas pada permukaan meja makan..


Ameena sedikit mengarah kan pengelihatan nya kearah Leon yang bersandar..


"Minum lah!" Ucap datar Leon


"Terima kasih kak.. !?" Ucap Ameena dengan meraih gelas tersebut dan ingin membawa nya kedalam kamar ..


"Mau kemana ?kenapa tidak minum disini !?" Ucap Leon dengan menatap tajam kearah Ameena yang sedari tadi berdiri dan tak menatap nya .


"Didalam saja kak!?" Jelas Meena yang merasakan sebuah perubahan pada sikap dan ucapan sang kakak.


"CKKK.. kamu semakin lama semakin berubah Meena ! Terlihat bagaimana sikap mu menjaga jarak dengan ku !" Ucap Leon dengan pelan dan terkesan menahan.


" Ma.af kak.. semakin dewasa Meena semakin mengenal diri Meena - begitu pun dengan batasan -batasan antara Ameena dan kakak !?" Jelas Ameena dengan lembut .


Leon tertawa pelan dengan apa yang Meena kata kan...


"Bukan kah itu bagus Meena !? Itu menandakan aku bukan lah mahram mu !?" ... ucap Leon dengan wajah serius..


Ameena mengangkat pendangan nya saat kalimat penuh maksud itu keluar dari bibir sang kakak.


"Ma.af kak - Meena mau masuk.. !" Ucap Ameena berusaha menghindar.


ย 


Tinggal lah Leon duduk seorang diri .. pria itu tersenyum getir atas sikap Ameena kepada dirinya..


Sedang kan didalam kamar , Ameena terduduk dengan termanggu..


Tak lama gadis muda itu .. bergegas menunaikan tahajut nya.. selepas sholat Ameena berdiri mengambil sebuah Al-qur'an , terlintas ingatan nya pada sebuah Al-qur'an pemberian pemuda sewaktu ia masih dipanti...


"Semoga kak Etty masih menjaga nya untuk ku ! " sebuah kalimat penuh arti yang keluar dari bibir Ameena .

__ADS_1


"Mungkin pemberi janji telah lupa akan janji nya pada ku ! Tapi aku tidak akan pernah lupa bahwa aku telah menerima janji itu seperti aku telah menerima Al-qur'an pemberian nya !"..lanjut Ameena.


Secara perlahan jari -jari lentik itu membuka mushaf yang berada ditangan tak lama suara lembut Ameena terdengar khusyuk dalam melantunkan ditiap ayat .


*


*


*


Jarum jam kini berhenti pada pukul lima pagi.. suara adzan terdengar mengumandang - dengan pelan Ameena mencoba membangun kan Zakia putri kecil nya..


"Shaleha nya bunda .. ayo bangun !?" Suara Ameena terdengar lembut pada telinga bocah cantik itu.


Perlahan mata bocah kecil itu mengerjab ..


"Masih ngantuk bunda .. ! " ucap Zakia dengan serak.


Ameena tersenyum kearah Zakia - walau bocah kecil itu tak mampu melihat senyuman sang bunda.


Dengan sabar Ameena mengiring langkah kecil itu..


Setelah keluar dari kamar mandi Ameena memakaikan mukena berwarna hitam pada Zakia..


"Kia masih ingat kan gerakan sholat yang kemaren bunda ajarkan ?!" Tanya Ameena kepada putri kecil nya.


"In syaa Allah masih bunda.. !?" Jawab bocah cantik itu


"Cukup tandai pada tiap takbir yang bunda ucap kan !?" Imbuh sang bocah..


"Pintar anak bunda !?" Seru Ameena dengan mencium kening Zakia.


Kini ibu dan anak itu nampak khusyuk dalam menunaikan sholat subuh nya...


Setelah 10 menit kemudian Ameena keluar kamar ..


*


*


Diarea dapur..


"Bu.. ! "Suara Ameena memanggil Lisa.


"Apa nak !" Jawab Lisa dengan mengarahkan pandangan nya kearah Ameena.


"Ameena mau minta izin , pagi ini Ameena akan keluar - mungkin sore kami baru pulang ! "Seru Ameena dengan terus membantu sang ibu didapur.


"Kamu sendiri kan sayang !?" Tanya Lisa.


Dengan tersenyum dibalik cadar - Ameena menjawab..


"Tidak ibu .. Kia akan Meena ajak !?" Jelas gadis muda itu.


Sesaat pisau yang sedari tadi sibuk mengiris bahan masakan- terpaksa terhenti .


"Apa kamu yakin Meen .. akan membawa Zakia keluar.. ?" Tanya ragu Lisa dan langsung dianggukkan Ameena.


*


*


*


Disebuah tempat yang begitu sejuk nan asri....

__ADS_1


Tepat pukul 8.30.


Disebuah panti NURUL IKHSAN..


Seorang pria matang dan wanita paruh baya telah duduk disebuah ruang tamu sederhana


Mata Abrisam seolah menyisir ruangan - dimana dulu ia dan Jaha pernah berada diposisi yang sama - saat akan mengangkat Tomy sebagai anak mereka.


Sam yang kala itu mengira Jaha memiliki niatan yang baik ternyata kini terkuak , akan maksud wanita itu mengajak Abrisam ketempat panti yang kebetulan jarak nya tak jauh dari vila keluarga Sam - sebuah vila yang berdiri disebuah tanah perkebunan teh yang ada di daerah pegunungan itu.


Ternyata semua itu hanya lah sebuah alasan untuk nya mencari informasi lebih lanjut tentang keberadaan Sakinah istri kedua Abrisam.


Telinga -telinga wanita itu sungguh amat lah tajam hingga hembusan kabar meninggal nya Sakinah dapat ia ketahui.


Jaha dengan jahat menyebar fitnah akan siapa Ameena dan sang ibu .. kepada sebagian warga setempat..


Seorang wanita paruh baya bernama ibu Yayuk datang dengan seorang wanita muda bernama Ajeng.


Ajeng adalah teman sekamar Ameena dan Ketty..


Ajeng terlihat membawa sebuah tas-keranjang yang berada dalam sebuah kardus. Mata tua ibu Sopiah membasah ketika menyentuh barang-barang tersebut..


Tangan ibu Sopiah membuka resleting pada tas , nampak sebuah buku catatan kehamilan seorang wanita muda bernama SAKINAH.


Dengan pelan Ajeng bercerita sedikit yang ia ingat dimana pertama kalinya seorang wanita berpakaian syar'i datang dan menitip kan bayi cantik kepada ibu Maryam.


"Hanya itu yang saya tahu dan saya ingat .. !" Jelas Ajeng.


Setelah mendapat kan informasi lebih jelas dan terang akan jati diri gadis muda bernama Ameena -Abrisam mengucapkan banyak terima kasih tak lupa ia mengenal kan diri sebagai papa dari Tomy kepada ibu Yayuk sebagai pengganti ibu Maryam .


*


*


*


Ditempat lain...


Tangan Ameena terlihat sedang merapikan peralatan sholat dua rakaat nya di pagi hari ...


Setelah dirasa semua telah siap baru lah Ameena keluar dengan penampilan baru nya ..


Abaya berwana maroon lengkap dengan krudung besar berwarna senada dengan cadar nya.


Lisa nampak tersenyum bangga akan hijrah sang putri angkat ..


"Hati -hati yan Menn.. !" Ucap Lisa.


"Iya .. ibu. ..!" Saat Ameena akan meraih tangan Lisa .. gadis muda itu dibuat tersenyum dipagi hari atas kelakuan bocah kecil yang berdiri didepan nya.


"Kia mau salim nek... !?" Suara Zakia yang tertuju pada Lisa.


Sontak Lisa ternga- nga akan ucapan Kia ...


Ameena mengarahkan tangan bocah kecil itu pada tangan Lisa..


"Kami berangkat bu' ! Assalamulaikum... !?" Ucap kedua nya.


"Wa'alaikum salam ...!" Sahut Lisa dengan melambaikan tangan .


Tatapan mata Lisa tetap tertuju pada Ameena dan Zakia yang duduk disebuah kursi khusus yang ada didepan tubuh Ameena .


"NENEK !" Ucap ulang Lisa dengan tersenyum bahagia.


*

__ADS_1


*


.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....


__ADS_2