True Love

True Love
EPISODE 20


__ADS_3

.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....


Ameena lekas berdiri dan mengambil sesuatu yang ada di tas rangsel milik nya yang belum sempat ia susun.


Leon mengernyikan dahi menatap sang adik.


Ameena terlihat mengurungkan niat nya yang akan mengambil sesuatu dari dalam rangsel , tanpa disangka gadis berbadan gemuk itu malah terlihat keluar kamar.


Setelah 5 menit Ameena nampak kembali dengan merapikan lengan gamis nya yang terlihat habis ia cincing.


Ameena membungkuk kan badan dan meraih sebuah buku dari dalam rangsel yang ada diatas sebuah bangku kayu , Leon nampak berpikir " bukan nya itu Al- quran ?!" Batin pemuda itu sembari melihat Ameena yang kini duduk dibawah lantai bersebrangan dengan diri nya , Ameena sengaja memilih duduk dibawah karena Ameena takut tubuh nya yang berat itu akan merusak dipan atau ranjang , yang menurut penuturan sang bibik usia nya jauh lebih tua dari usia bik Ika " UUHHH ngeri !" Pikir Ameena.


" Audzubillahiminasyaitonirojim


....bismillahirohmanirohim" Leon menatap tak percaya apa yang ia lihat dan dengar -


"Ameena! dibalik sikap nya yang menyebal kan dan jorok , ternyata memiliki suara yang sangat amat merdu!?" Batin Leon dengan tersenyum jaim.


Selama ini Leon sering mendengar cerita dari sang mama bahwa gadis kecil berbadan gemuk itu senang mengaji dan memiliki suara yang merdu , tapi sekali pun Leon belum pernah mendengar nya secara langsung , hanya terdengar sayup -sayup suara itu dari balik pintu yang terbuka karena kecerobohan Ameena.


Lantuan Surah Al-Baqarah surah ke-2 dalam Al-Qur'an terdengar dari bibir seorang gadis kecil yatim piatu yang kini telah diadopsi oleh Lisa dan alm. Jimin.


Sayup- sayup telinga Lisa mampu mendengar suara sang putri angkat sedang melantunkan ayat - ayat suci Al- qur' an yang membuat hati siapa saja akan menghangat tatkala mendengar nya.


Setelah beberapa saat , Ameena pun menutup Al-qur'an kesayangan nya.


Leon memberi tatapan yang begitu takjub kepada Ameena..


" Meen suara mu bagus !?" Ucap Leon memuji Ameena dengan tatapan berbeda.


Ameena yang merasa dipuji menatap aneh kearah sang kakak.


" Tapi hanya suara mu! tidak dengan sikap mu ?!" Seoroh Leon kembali tak sedap didengar.


" Dosa loo kalau nggak ngaku !?" Sahut Ameena dengan tatapan kesal.


" Apanya yang nggak ngaku ? Ya kamu saja yang mudah GR !" Jawab Leon kekeh tak mengakui.


Keduanya selalu beradu argumen , Leon yang jaim dan Ameena yang apa ada nya.


Bik Ika sore ini berpamitan kepada adik -kakak itu , akan pergi kerumah pak RT terlebih dulu kemungkinan akan pulang malam..


Tanpa terasa mereka berdua tertidur di satu ruang , namun berbeda tempat ..

__ADS_1


**


Adzan subuh pun mengumandang , Ameena .... yang sudah terbiasa akan rutinitas nya , kini terbangun dan hendak berdiri dengan mata yang masih terpejam .


Namun hidung gadis itu mencium sesuatu ..


Ameena mengendus endus kan hidung mancung nya.. lalu mata nya pun terbuka sempurna ,


Namun saat mata gadis itu terbuka Lisa tak berada di tempat tidur , dengan panik Ameena membangunkan Leon yang tertidur diseberang tempat tidur Lisa.


" KAK.. -AKAK" dengan malas Leo membuka mata tajam nya yang masih memerah yang menandakan pemuda gagah itu masih mengantuk.


" Bangun kak.. Ibu nggak ada !?" Ucap Ameena panik , Leon dengan cepat berdiri dan berjalan , namun langkah Leon dan Ameena terhenti didepan pintu kamar.


" Kak ! Kok malah berhenti , ayo keluar !?" Suara berisik Ameena dipagi hari.


Tangan pemuda itu menarik handle pintu dan membuka nya , lalu dengan mengarah kan pandangannya kearah kanan - kiri , pemuda itu melanjut kan langkah kaki nya secara perlahan kearah dapur, tentu nya Ameena mengekor dengan setia dibelakang kakak angkat nya itu.


*


*


Sampai didepan dapur - Leon dan Ameena terkejut..


"Berarti Ibu ?!" Pekik Ameena dengan cemas .


Lalu bik Ika tersenyum ,seolah mengerti pemikiran kedua anak Lisa..


"Tuan muda Leo tumben sudah bangun? " tanya bik Ika , lalu bik Ika melirik kearah Ameena " nona kecil sudah sholat belum ?" Tanya wanita paruh baya itu dengan lembut.


" Belum Bik - tadi mau sholat tapi melihat ibu nggak ada, Meena jadi panik duluan ..!?" Jelas Ameena.


Kemudian bibik tersenyum kembali - lalu..


Pintu terbuka .. KRIECCCK.. Muncul Lisa dengan menggunakan mukenak memasuki rumah sederhana itu.


" MAMA! IBU !?" ucap tak percaya dari kedua anak Lisa.


Lisa tersenyum .. dengan pelan Lisa mengucap salam..


" Assalamualaikum Lee - Meen !" salam Lisa


" Kalian sudah sholat ?!!" Tanya Lisa dengan mata yang tertuju pada sang putra.

__ADS_1


" Mama sehat kan ? " tanya Pemuda itu dengan menatap cemas kearah Lisa.


"Mama habis dari masjid sholat subuh berjama'ah , mama rindu dan ada rasa malu telah lama lalai akan kewajiban mama sebagai muslim !" Ucap Lisa dengan melangkah masuk dan akan menuju kamar ...


" Meena.. ajak kakak mu Sholat !? " pinta Lisa


"Baik Ma.. !?" Jawab Ameena dengan patuh.


Lalu dengan mengarahkan tatapan pada sang kakak..


" Kak ayo sholat !?" Seru Ameena dengan berhenti didepan Leon yang akan memejamkan mata kembali disebuah sofa sederhana yang ada diruang tamu.


" Aku sholat sendiri nanti ,mending sekarang kamu sholat duluan sana !?" Ucap Leon dengan datar.


" Ya sudah kalau mau nya begitu..!!" Sahut Ameena dengan melangkah.


30 menit berlalu ,terlihat Lisa berdiri menunggu didepan pintu kamar gadis kecil , yang tak kunjung keluar.


Dengan pelan Lisa membuka pintu kamar, samar -samar suara gadis kecil itu terdengar begitu merdu dan setiap kata terucap dengan indah dibibir mungil nya.


Lisa duduk di sebelah Ameena yang kini sedang khusuk dalam memurojaah ..


Ameena yang sadar sang Ibu angkat berada di samping menyudahi bacaan nya , dan memberi tanda pada halaman Al- qur'an kesayangan milik nya.


Ameena menatap kearah wajah Lisa yang cantik ..


" Ibu kenapa ?" Tanya Ameena kepada Lisa..


Ujung mata Lisa mulai berair ketika suara itu menyapanya..


" Meenaaaa .. bisa kah ajari ibu mengaji ?" Tanya Lisa dengan menunduk -


Ada rasa malu akan usia yang kini tak muda lagi ' , suatu teguran akan keadaan dan kenyataan membuat hati seorang Lisa tergerak ingin belajar lebih dalam akan ilmu agama - agar tak sebatas huruf ALIF hingga HAMZAH YA'.


" Masya Allah .. barakallah , apa yang Meena dengar Tuhann , Ibu meminta Meena untuk mengajari beliau !?" Batin bersyukur gadis itu.


Dengan senang gadis kecil itu menjawab..


" In syaa Allah Ibu.. kita belajar bersama sama , Meena juga masih fakir dan tak ada kata terlambat dalam menuntut ilmu ..!" Jawab Ameena dengan sopan dan memeluk sang ibu angkat..


" Terkadang ilmu , kita dapat dari mana saja dan dimana saja , dari siapa saja !"


.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....

__ADS_1


__ADS_2