True Love

True Love
Kopi


__ADS_3

Happy reading 🤗


1 jam kemudian, Kevin sudah sampai di kantor. Wandi sudah menunggunya di ruangan CEO. Kevin sedikit terlambat saat kembali ke kantor, karna tadi jalanan agak macet.


"Maaf, menunggu lama...." ucap Kevin


"Tak apa pak, lagian juga rapat akan di mulai 15 menit lagi" jawab Wandi sopan


"Syukurlah...., tapi apakah semua sudah siap?" tanya Kevin


"Sudah pak, anda tenang saja...." jawab Wandi sambil mengangguk


Kevin hanya tersenyum puas melihat kerja keras dari Wandi. Ia merasa beruntung sekali karna memiliki asisten seperti Wandi itu. Pekerja keras dan jarang protes, ia akan protes jika ada hal yang mengganjal dalam kerja.


Kevin bersiap untuk melakukan rapat dengan perusahaan PT Chevron. Membahas tentang pembangunan gedung baru.


15 menit berlalu, kini saatnya Kevin, Wandi dan sekretaris uget-uget itu masuk ke ruangan rapat.


Di sana sudah ada pemilik perusahaan PT Chevron, beliau sedang menunggu kedatangan Kevin.


"Selamat siang pak, maaf lama menunggu" ucap Kevin sambil berjabat tangan


"Selamat siang juga pak Kevin.


Saya juga baru saja datang" jawab pak Zidan


"Baiklah...., kalau begitu mari kita mulai rapatnya" ajak Kevin dan diangguki oleh pak Zidan


Mereka melakukan rapat hingga memakan waktu sekitar dua jam. Cukup lama, karna mereka tak hanya membahasa tentang pembangunan gedung baru, tapi juga mereka membahas mengenai masalah yang akan terjadi nanti setelah pembangunan gedung baru itu.


Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, biasanya jam segini Kevin sudah pulang ke rumah. Tapi karna masih banyak pekerjaan, jadi Kevin lambat pulang, mungkin sampai larut malam pulangnya.


Sindi yang mendengar jika Kevin akan lembur, dia bersorak gembira. Saatnya untuk melancarkan aksinya, mendekati Kevin dan membuat dirinya menjadi miliknya selamanya.


Wandi yang melihat gelagat aneh pada Sindi pun langsung bersiap siaga, takutnya si uget-uget itu melakukan hal konyol dan ceroboh.


"Ada apa dengannya, apakah dia sedang mendapat ide konyol agar bisa berdekatan dengan tuan Kevin? Dasar kau uget-uget kegatelan, tidak akan ku biarkan kau merusak rumah tangga tuan Kevin dan nyonya Famira. Sampai kapanpun, aku akan melindungi mereka dari aksi konyolmu itu. Dasar uget-uget kegatelan tingkat dewa" gumam Wandi


Pukul 9 malam, Kevin masih berkutat dengan komputer. Memeriksa semua kinerja para karyawannya. Memeriksa tempat pembangunan gedung baru dan juga perkembangan perusahaan ini.


Kevin berulangkali menguap, mungkin karna sudah sangat mengantuk. Dulu dia biasa bekerja sampai jam 9 malam, tapi karna sekarang ia sudah menikah dan istrinya sedang hamil maka Kevin selalu tidak tenang dan ingin segera pulang.


Kesempatan yang bagus untuk Sindi melancarkan aksinya. Ia pergi menuju dapur dan membuatkan kopi untuk Kevin.

__ADS_1


Sambil tersenyum licik, ia mengaduk kopi itu, lalu ia mengambil bungkusan plastik kecil dari saku rok mininya. Menatap bungkusan itu dengan senyuman lebar.


"Malam ini, kamu akan menjadi milikku, wahai Kevin Saputra"


Setelah itu, ia mencampurkan serbuk dari bungkusan itu ke dalam kopi buatannya.


Sindi memanggil ob untuk mengantarkan kopi itu ke ruangannya Kevin.


"Hei, kamu... kemarilah" ucap Sindi dengan angkuhnya


"I..iya buk" jawab Siti si cleaning servis.


"Kamu antar kan kopi ini untuk pak Kevin'' titah Sindi


"Kenapa ibu yang buat kopinya? kan ibu bisa perintah saya untuk membuatnya Bu" ucap Siti


"Sudah jangan banyak tanya. Sekarang antar kan saja ini ke ruangan pak Kevin'' ucap Sindi dengan tatapan tajam


Siti langsung mengangguk dan mengantarkan nampan yang berisi kopi itu ke ruangan Kevin.


Sesampainya di depan ruangan direktur utama, Siti mengetuk pintu dengan gemetaran.


Tok tok tok


"Masuk...." ucap Kevin sedikit serak


Siti berjalan dengan sangat pelan agar tidak menggangu konsentrasi Kevin.


"Maaf pak, saya datang kemari untuk mengantarkan kopi'' ucap Siti pelan


"Letakkan disini'' jawab Kevin menunjuk meja kerjanya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputer.


"Ba..baik pak, kalau begitu saya pamit keluar'' ucap Siti dan diangguki oleh Kevin.


Setelah kepergian Siti, baru lah Kevin selesai bekerja. Ia merenggangkan otot lengannya dan merenggangkan jarinya yang pegal.


Kevin melirik kopi yang di buat oleh Siti tadi.


Tanpa berpikir panjang, Kevin meneguk kopi yang sudah mulai dingin, beberapa tegukan kopi itu pun langsung tandas tak tersisa.


Sindi langsung tersenyum licik, ketika melihat Kevin meneguk habis kopi buatannya.


"Nikmatilah kopi mu itu"

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Kevin merasakan hal aneh dalam tubuhnya. Semua badannya terasa gerah, kepalanya sangat pusing dan nafsu birahinya tiba-tiba memuncak tanpa sebab.


Kevin langsung kelabakan mencari sesuatu yang bisa mendinginkan tubuhnya. Padahal di dalam sana sudah ada AC yang bersuhu dingin, tapi tak membuat gerah yang di rasa Kevin berkurang.


Saat ini Kevin butuh pelampiasan hasratnya.


Ia melepas jas yang ia kenakan, membuka kancing kemeja hingga dada bidang nya terlihat jelas.


"Panas.....panas....." ucap Kevin


Siapa yang berani melakukan hal ini pada Kevin. Sungguh membuat Kevin tersiksa.


"Astaghfirullahaladzim......" ucap Kevin beristighfar berkali-kali


Lalu Kevin berjalan sempoyongan menuju kamar mandi di dalam ruang kerjanya.


Menyalakan shower dengan air yang sangat dingin berharap rasa gerahnya hilang.


Kevin mengguyur tubuhnya sangat lama, sampai rasa gerahnya berkurang. Ia berada di dalam kamar mandi sangat lama, mengguyur tubuh sampai bibirnya memucat kedinginan, tubuhnya pun langsung menggigil.


Kevin menyudahinya, lalu keluar kamar mandi dengan pakaian yang basah kuyup.


Mengambil seribu langkah untuk keluar kantor dan pulang ke rumahnya. Sindi yang sudah stand by berdiri di depan pintu ruangan direktur pun langsung kaget dan memundurkan tubuhnya. Ia melihat Kevin sangat acak-acakan, baju terbuka dan basah kuyup seperti kehujanan, wajahnya pun sangat pucat.


"Minggir....." ucap Kevin dingin, sambil mengibaskan tangannya dan membuat Sindi bergeser ke samping.


Kevin sudah masuk ke dalam mobilnya, ia langsung mengendari mobil dengan kecepatan tinggi.


Ia pulang ke rumah jam 10 malam. Jalanan mulai lenggang dan sepi, jadi dengan mudah Kevin mengendari mobil tanpa ada hambatan macet.


Saat sampai rumah, Kevin langsung masuk kedalam kamar tamu. Dia tak ingin melepaskan hasratnya sekarang, karna Famira sedang hamil, dan ia tak ingin jika nanti anak-anaknya kenapa-kenapa.


Untungnya, gerah yang ia rasa sudah mulai berkurang. Demi menghilang total kan rasa gerahnya, Kevin kembali mengguyur tubuhnya dengan air yang sangat dingin.


Satu jam kemudian, Kevin keluar dengan mengenakan pakaian tidur yang ia ambil sebelum masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah sampai di depan ranjang tiba-tiba Kevin merasa pusing dan langsung ambruk di atas kasur, dengan bibir yang pucat pasi dan badannya yang menggigil.


Sudah di pastikan jika besok, Kevin akan sakit demam.


Bersambung


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2