
Happy reading 🤗
Saat di luar restoran, Famira merasakan sakit kepala dan hidungnya terasa basah. Saat tak sengaja tangannya menyentuh hidung, ternyata ada darah yang keluar. Famira begitu panik, lalu ia meminta izin pada suaminya untuk pergi ke toilet restoran.
"Mas...., aku mau ke toilet sebentar yaa" pinta izin pada Kevin
"Baiklah...., tapi kenapa hidungmu kau tutupi?" tanya Kevin
"Tidak apa-apa...., ya sudah aku ke toilet dulu ya mas, udah kebelet ingin pipis" dalih Famira agar bisa menghindari pertanyaan Kevin
"Silahkan...., tapi jangan lama-lama! Aku tunggu kamu di mobil" pesan Kevin
Famira langsung mengangguk dan berjalan menuju toilet. Saat sampai disana, ia bersandar di balik pintu. Memejamkan matanya untuk mengurangi rasa sakit di kepalanya.
Sakit sekali, sampai Famira tak bisa lagi menahannya. Tak terasa air matanya mengalir jatuh ke wajahnya.
"Oh...., sakitnya kepalaku. Tolong lah mereda sebentar, aku ingin merasakan bebas walau hanya sehari tanpa merasakan sakit kepala"
Darah pun mengalir deras, untung saja ia membawa saputangan untuk mengelap darah yang mengalir dari hidungnya.
Mencuci wajah dan membersihkan darah yang mulai mengering. Setelah selesai ia langsung keluar dan sebelum keluar ia memastikan tidak ada yang mencurigakan.
__ADS_1
15 menit lamanya Kevin menunggu didalam mobil. Ia khawatir jika ada sesuatu yang terjadi pada istrinya, Kevin sudah tidak tenang. Hendak keluar mobil dan menyusul Famira ke toliet, namun ia urungkan niatnya karna melihat Famira sudah berjalan menuju mobil.
Saat Famira sudah masuk, Kevin langsung mengecek kondisi Famira. Apakah dia terluka atau ia di ganggu orang lain.
"Kamu enggak apa-apa kan, sayang'' ucap Kevin
"Alhamdulillah mas, aku enggak apa-apa" jawab Famira
"Syukurlah...., tapi kenapa kamu lama sekali?" tanya Kevin
"Hehehe, maaf mas. Namanya juga perempuan, pasti lama kalo masuk ke toilet" jawab Famira mengelak
"Iya mas...., maaf sudah membuatmu khawarir" jawab Famira
Lalu Kevin memeluk tubuh Famira, entah kenapa ia merasakan kekhawatiran akan kehilangan sang istri. Kevin selalu was-was, jika Famira tidak ada di sampingnya.
Tak hanya memeluk, Kevin juga menghujani kecupan manis di wajah Famira.
Saat Kevin mengecup kening istrinya, ia merasakan ketenangan. Dan semoga saja firasat buruk dan kekhawatiran terhadap Famira itu hanya ilusi.
"Aku enggak yakin mas, kalau kita bisa bersama hingga tua nanti. Aku terkena leukimia, dalam keadaan hamil. Sebagai wanita yang ingin melihat suaminya senang maka aku akan mengalah, lebih baik aku memperjuangkan janin ini agar bisa lahir ke dunia ini. Maaf suamiku sayang, karna aku telah menutupi semua ini dari mu"
__ADS_1
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju pulang. Sepanjang perjalanan Kevin tak melepas genggaman tangannya. Begitu sayang pada Famira hingga menggenggam tangan pun sangat erat dan sesekali menciumnya.
1 jam kemudian, mereka sudah sampai di depan gerbang, lalu mang Udin langsung membuka pintu gerbang dan mempersilahkan mobil untuk masuk.
Kevin langsung mengajak Famira masuk ke dalam kamar untuk istrirahat. Ia merasa jika Famira itu kelelahan dan butuh istirahat, apalagi saat ini Famira tengah berbadan dua.
"Sayang, kamu istirahat lah. Aku akan ke dapur sebentar'' ucap Kevin
"Iya mas....," jawab Famira.
Lalu Kevin keluar kamar dan menuju dapur untuk mengambil air putih. Sebenarnya ia bisa menyuruh bik Sarmi untuk mengambilnya, tetapi dalam prinsip hidup Kevin, jika ia mampu maka lakukan sendiri dan jika sempat maka kerjakan sekarang.
Bersambung
.
.
.
Sedih yak, mewek author buat ceritanya.
__ADS_1