True Love

True Love
EPISODE 81 ZAKIA PUTRI AMEENA.


__ADS_3

.....🌸🌸.....


Disuatu kota dingin ... dipagi itu..


Kini Ameena duduk dengan wajah yang menunduk , disebuah ruang tamu rumah sang pak kyai orang tua Hanan dan Hanifa ...


Hanan melihat Hanifa yang baru datang dari arah luar..


Sekilas Hanan mengarahkan pengelihatan nya pada diri Ameena yang duduk tak jauh dari tempat duduk nya saat ini


Hanifa mulai duduk disebelah Hanan... tatapan wanita bercadar itu nampak mengulas kembali percakapan nya semalam bersama Ameena.. tentang ISI MAP TERSEBUT...?!"


Flasback on ..


"Masuk mbak.. ?!" Suara mengulang gadis muda kepada Hanifa.


"Apa mbak menggangu ?" Tanya Hanifa diambang pintu .


"Tidak mbak.. !" Jawab Ameena dengan tersenyum.


Hanifa masuk dan menutup kembali pintu kamar Ameena.


"Kamu sedang apa dik...? " tanya Hanifa yang kini duduk disamping Ameena .


Ameena tersenyum seraya mengarahkan pengelihatan nya yang sembab pada barang -barang milik Tari tanpa bersuara kepada Hanifa.


Hanifa seolah faham akan maksud Ameena melalui indra pengelihatan gadis muda itu.


"Apakah ini milik dik Meena? " tanya memastikan wanita muda bercadar dengan melihat pakaian yang telah berada di atas kasur.


"Bukan mbak.. ! " suara lembut Ameena " Ini .... !? " suara Ameena terdengar tertahan dengan lirih ia melanjutkan ucapan nya " Ini milik Tari sahabat saya mbak !?" jelas Meena dengan mengusap ujung mata yang kembali membasah .


"Masya Allah.. ! Ternyata dia adalah seorang muslimah yang telah berpulang kepada AL -MUMIT !?" Ucap Hanifa dengan membuka cadar yang menutup wajah cantik nya-


" Semoga segala amalan baik selama didunia diterima Allah dan amalan yang tak baik semoga mendapatkan maghfiroh dari sang maha pengampun(AL-GaFFAR) ..!" Ucap doa Hanifah

__ADS_1


"Ammiin yarobbal alamin." Lanjut kedua nya.


Tak lama bertukar kata ... Hanifa melihat sebuah foto dari dalam map yang nampak terbuka .


"Siapa gadis kecil ini dik Meena?? " Tanya Hanifa dengan meraih foto yang tergeletak .


Ameena termanggu akan ucapan tanya wanita muda bercadar ..


Dengan segala rasa penasaran yang kini mengungkung pikiran sang Amanah...


Tangan yang bergetar mencoba mengeluarkan isi dari dalam map tersebut.


*


*


*


Tanpa diduga...


Atas rasa tak percaya yang kini mendera pikiran gadis muda .. membuat nya tak mampu berkata atas apa yang menimpa .


Hanifa mencoba meraih sebuah kertas yang bertuliskan catatan kelahiran seorang anak perempuan.


Selang detik berlalu - berganti menit..


Hanifa membekap bibir indah nya dengan kedua telapak tangan - akan rasa tak percaya nya !!...


"Anak perempuan ini !? " suara wanita muda bercadar dengan mengarahkan mata kepada Ameena yang kini nampak syok.


.....?!"


FLASBACK OF Hanifa dan Ameena...


*

__ADS_1


*


Mata cantik Hanifa mengarah pada sosok Ameena yang menatap setia pada map tersebut...


Tatapan seorang gadis sederhana yang mencoba menela'a keadaan yang menempatkan diri nya pada sebuah tanggung jawab yang tak seharus nya ia pikul .


Akan tetapi sebuah AMANAH dari seorang ibu muda yang dengan sengaja merancang akan alur kehidupan seorang Ameena .


yang memaksa gadis muda itu dalam sebuah kedewasaan yang sesungguhnya yang begitu menguji iman islam nya akan sebuah rasa tanggung jawab sebagai seoranģ ibu.


Wanita muda bercadar kini meraih kembali selembar kertas dari dalam map...


Hanifa nampak menarik nafas seraya mengucap .. " Bismillah..


"Zakia putri Ameena.. ... Lahir 5 tahun yang lalu dalam keadaan ..!?" suara Hanifa tertahan dengan mengarahkan tatapan mata yang ia tujukan pada gadis muda berkrudung lebar yang kini nampak memejamkan mata merasakan sesuatu rasa yang ada didalam dada .


tak lama berlinang lah air mata yang begitu penuh arti kepiluan akan sebuah garis tangan yang telah tergambar didepan mata .


Hanifa berdiri dan meletakkan kembali map tersebut lalu beralih mengahampiri Ameena seraya memeluk tubuh langsing wanita muda itu..


"Jadilah seorang Amanah seperti arti nama mu AMEENA... semoga Allah memudah kan dan mengAMIN kan atas segala sesuatu kesulitan mu dan doa mu !" Ucap nasehat Hanifa yang begitu bijak.


Ameena mengarahkan mata berkaca nya pada sosok bercadar disamping nya..


"In syaa Allah mbak.. !?" Jawab Ameena dengan tersenyum mencoba bertawakal akan semua ketetapan sang maha PEMBERI (al-wah-hab).


Pagi yang begitu panjang yang kini dirasa oleh sang Ameena... yang tanpa terasa telah berganti malam...


Ameena seolah terus mencari titik keikhlasan dalam diri nya..


Kini Ameena mencoba memejamkan mata berharap ada suatu petunjuk dari sang maha ADIL yang datang dalam suatu mimipi...


*


*

__ADS_1


.....🌸🌸.....


__ADS_2