True Love

True Love
Sindi tobat yak


__ADS_3

Happy reading 🤗


Sebelumnya author kasih tau dulu yak. Di part ini kita bahas si uget-uget kegatelan dulu. Biar Kevin dan Famira berehat sebentar lah.


Oke lanjut ke cerita


Sindi masih mematung ditempatnya sedangkan Wandi sudah pergi meninggalkannya. Ia masih memikirkan perkataan Wandi tadi, entah kenapa hatinya langsung terenyuh mendengarnya. Ia tak menyangka jika Wandi bisa berpikir sebijak itu.


Sindi bekerja tidak fokus, sering terlihat melamun sampai karyawan lain menegurnya.


Ia bertanya pada hati kecilnya,


Apakah tindakannya selama ini salah?


Apakah salah jika Sindi ingin memperjuangkan cintanya?


Dalam lubuk hati yang paling dalam, sejujurnya Sindi sedikit merasa bersalah, tapi keegoisannya sudah menutupi hati nurani miliknya.


Sedikit terketuk pintu hati Sindi ketika Wandi menceramahinya. Mungkin nanti dirinya akan memikirkan lagi saat di rumah.


Wandi melihat Sindi sedang melamun pun langsung tersenyum, ia yakin pasti Sindi sedang berdebat dengan hati dan pikirannya.


Semoga saja Sindi sadar dan tidak lagi melakukan hal konyol.


***


Rumah Sindi


Ketika keluar dari mobil, Sindi melihat pasutri sedang berdebat. Tak lama ada seorang wanita datang dan memeluk lengan suami dari tetangganya itu.


Sindi tak sengaja mendengar percakapan mereka.


"Mas...., siapa dia?" tanya istri

__ADS_1


"Dia adalah, pacar baru ku...." jawab suami


"Aku udah setia sama kamu, aku rela jika aku yang kerja, jadi tulang punggung keluarga. Dan kamu enak-enakan di rumah terus selingkuh. Tega kamu mas" teriak istri sambil menangis


"Hei, aku bosan dengan mu. Yang berpenampilan kampungan, berbeda dengan dirinya yang cantik dan seksi" jawab suami.


"Astaghfirullah mas...., kamu harus sadar jika kamu sudah salah memilih jalan" ucap istri berderai air mata.


"Jalan yang pilih adalah benar. Dan sebentar lagi aku akan mengirimkan surat cerai padamu" ujar suami


"Aku enggak mau cerai mas, dan bagaimana nasib anak kita yang masih bayi?" tanya istri


"Bukan urusanku, mulai saat ini aku talak kamu" ucap suami lalu meninggalkan istrinya yang menangis histeris hingga terduduk di jalan.


Sindi yang melihatnya pun ikut merasa sesak dan ingin menangis, bagaimana tidak, Perempuan itu baru saja melahirkan 35 hari yang lalu. Dan sekarang mereka akan bercerai lalu bagaimana nasib anak mereka.


Oh Tuhan...., rasanya itu sangat berat.


Sindi membayangkan jika ia berada di posisi wanita itu. Dia tersadar jika selama ini ia sudah salah memiliki jalan. Nanti ia akan merubah sikapnya secara bertahap, agar masa depannya tidak hancur.


Sindi menghampiri wanita yang bersimpuh di jalan sambil menangis histeris.


Ia memenangkan wanita itu dan menyuruhnya masuk ke dalam rumahnya dan beristirahat sebab ia masih masa nifas. Kasihan bayinya di tinggal sendirian di dalam rumah.


Sindi berencana untuk mengajak Famira ketemuan di cafe, ia akan meminta maaf pada Famira atas kelakuannya selama ini padanya.


Keesokan harinya, Sindi sedang bekerja dan pada saat ia hendak keluar kantor untuk mengambil sesuatu dari mobilnya tak sengaja berpapasan dengan Famira.


"Selamat siang nona Sindi..." ucap Famira


"Siang..., nona Famira...." jawab Sindi


"Jangan panggil aku nona" ucap Famira

__ADS_1


"Baiklah..., kalau begitu jangan panggil aku dengan sebutan nona" jawab Sindi


Famira langsung mengangguk dan tersenyum. Sindi yang melihat Famira tersenyum tulus padanya pun rasa bersalah mulai menyelimutinya. Segera mungkin ia akan meminta maaf pada Famira.


"Mau menemui pak Kevin....?" tanya Sindi


"Benar...., aku ingin mengantarkan makanan untuknya" jawab Famira


"Oh...., pak Kevin beruntung sekali memiliki istri sepertimu'' ucap Sindi


"Ahahaha, biasa saja" jawab Famira


"Baiklah...., kalau begitu aku duluan ya" pamit Famira dan diangguki oleh Sindi.


Famira menuju lift dan menekan tombol untuk sampai ke lantai paling atas, dimana ruangan suaminya berada.


Ketika membuka pintu ruangan Kevin, Famira dibuat kaget dengan pemandangan yang ia lihat.


Syok, marah, sedih bercampur aduk. Makanan yang ada di rantang bawaannya pun langsung jatuh ke lantai dan membuat suara disana.


Ia tak kuasa melihat adegan dalam ruangan itu pun langsung berlari menjauh sambil menangis.


Sindi Zhang Xin



Bersambung


.


.


.

__ADS_1


Wah....., kira-kira apa yak yang Famira liat, hemmm.... penasaran deh jadinya.


__ADS_2